
Akhirnya Fahri ikut tertidur sembari memeluk istrinya dari belakang .
Hingga pada malam hari Anisa terbangun , ia merasakan ada beban di pinggang nya . Anisa pun tersenyum melihat tangan suaminya yang melingkar di pinggang memeluk nya .
Anisa menyingkirkan tangan Fahri secara perlahan . Ia bangun dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi . Anisa ingin melaksanakan sholat malam hati nya begitu sesak .
" Astagfirullah ." Anisa begitu terkejut ketika ia keluar kamar mandi tiba-tiba saja Fahri ada di hadapannya .
" Sayang , kenapa tidak membangunkan saya jika mau ke kamar mandi ." Ucap Fahri dengan lembut .
" Tidak apa-apa Ka , aku hanya ingin berwudhu ."
Fahri menuntun Anisa ke dalam ranjang , " Ka , aku hanya sedang hamil , bukan sakit ,jangan terlalu berlebihan ." Ia melihat perhatian Fahri yang terlalu berlebihan pada nya .
Fahri hanya tersenyu menjawab pertanyaan dari istrinya nya itu .
" Tunggu di sini dulu yah , saya akan mengambil wudhu kita berjamaah ." Fahri langsung menuju kamar mandi .
Anisa pun tersenyum mendengar nya . Setelah mereka selesai beribadah Fahri dan Anisa kembali ke ranjang . Mereka tidur saling berhadapan ,
" Sayang , saya tidak ingin kamu selalu merasa bersalah dengan perceraian saya dan Dewi , semua itu terjadi karena kesalahan Dewi sendiri dan tidak ada hubungannya dengan kamu ." Ucap lembut Fahri sembari membelai rambut indah istri kecilnya ini .
" Tapi Ka ."
" Sayang ,dengarkan saya dulu , Dewi sudah mengkhianati pernikahan kita , bukan hanya sekali tapi berulangkali, jauh sebelum kamu hadir dalam hidup saya .Dia berselingkuh di belakang saya ." Ucap Fahri sendu , ia merasakan sakit yang teramat sakit , di selingkuhi oleh orang yang dulu di cintai nya , bahkan Ia tetap setia walaupun tahu kalau Dewi tidak bisa memiliki anak lagi .Namun Dewi selalu berulah.
" Astagfirullah , benarkah itu Ka ? ." Ucap Dewi tak percaya .
Fahri menjawab dengan anggukan .
" Dan Lelaki yang kemari waktu itu ,dia adalah selingkuhan nya Dewi ."
" Ka ,maafkan aku , ternyata selama ini Kaka menderita , tapi aku justru menambah penderitaan Kaka ." Anisa berkata sambil memeluk Fahri menempelkan kepalanya pada dada bidang suaminya , aroma maskulin khas suaminya yang sangat ia suka.
" Tidak apa-apa sayang , tapi di balik kejadian ini semua saya bahagia kamu masih ada di samping saya dan sebentar lagi Dede akan hadir di antara kita ." Fahri mengecup pucuk kepala Anisa dan mengelus lembut punggungnya.
" Sayang , saya mohon apapun perkataan orang tentang kita ,tidak usah kamu dengarkan . Dan saya minta percayalah sepenuhnya pada saya , cinta saya ini murni untuk mu . Ucap Fahri .
" Ka ."
" Heemm ."
" Kok aku dengernya Kaka seperti sedang ngegombal yah ." Ucap Anisa pada Fahri .
" Hahaha.." Fahri tertawa mendengar perkataan istri kecilnya itu .
" Sayang , kamu siap kan kalau kita akan punya anak banyak , heemm ." Fahri merenggangkan pelukannya dan menggeser posisinya agar bisa menatap wajah cantik Anisa.
" Ka , si Dede juga belum lahir , sudah pingin punya anak lagi saja ." Anisa memanyunkan bibirnya Lucu.
"Muac , muach , muach ." Fahri menciumi bibir Anisa singkat .
" Kaa ,,." Anisa kesal .
__ADS_1
" Hahaha,, Maaf sayang ,habis bibirmu itu lucu kalau sedang manyun seperti itu ." Ucap Fahri sambil tersenyum .
" Ka ,boleh besok aku pergi jalan-jalan ? , aku bosan Ka di rumah saja ." Anisa meminta izin pada suaminya .
" Memangnya kamu mau ke mana sayang . Apa belum puas kamu bermain-main di luaran sana , hingga mengabaikan suami mu ini yang seperti orang gila mencari istri cantik dan solehanya ini ." Ucap Fahri sambil mengerlingkan matanya menggoda Anisa .
Anisa hanya tersenyum malu , karena Ia mengerti kalau suaminya itu sedang menyindir dirinya .
" Boleh yah Kaka ,sayaaaang ."
Fahri yang baru pertama kali mendengar Anisa memanggilnya sayang pun menjadi berbunga-bunga hatinya .
" Coba ulangi lagi ."
" Boleh yah Kaka ." Jawab Anisa
" Bukan yang itu , tapi yang setelah itu ." Tanya Fahri seolah-olah tidak mendengarnya .
" Sayang ? ."
" Ucap kan dengan cara yang benar dong , seperti yang saya sering ucapkan ."
" Tidak ada siaran ulang ." Anisa langsung memejamkan matanya .
" Hufff , Baiklah mari kita lanjutkan tidur kita ."
Dan mereka pun melanjutkan tidurnya kembali hingga subuh datang .
" Ka , ini basah loh baju aku ." Anisa melepaskan tangan suaminya yang melingkar di pinggang nya .
Fahri pun hanya tersenyum saja , sambil memakai baju yang di siapkan istri kecilnya itu .
Anisa mencoba memakaikan dasi suaminya . Sedangkan Fahri sedang mengancingkan kancing pada lengan kemejanya .
" Kenapa ? , suami mu ini tampan yah ? ." Ucap Fahri dengan senyum percaya diri .
Anisa memonyongkan bibirnya mendengar kata-kata narsis dari Suaminya itu .
"Muach ..."
" Ka , apaan sih ." Anisa kaget tiba-tiba suaminya itu mengecup singkat bibir nya .
" Makanya bibir kamu itu jangan di monyongkan seperti itu ." Ucap Fahri sambil tertawa.
" Ka , menunduk lah aku tidak sampai ." Anisa ke bingungan saat hendak memakaikan dasi pada suaminya , karena suaminya itu tinggi ,sedangkan dia masih sedikit di bawah bahu suaminya.
Fahri hanya tersenyum saja sambil menundukkan kepalanya . Tidak mungkin Ia bilang kalau istrinya ini pendek bisa-bisa Anisa langsung nangis karena perasaannya sekarang sangat sensitif.
" Ka , boleh aku keluar sebentar ? , ada yang ingin aku beli sepertinya Dede ingin makan sesuatu ."
" Kau ingin membeli apa sayang ? , biar saya antar yah ."
" Tidak perlu Ka , aku sudah meminta orang untuk mengantar kan ku nanti ."
__ADS_1
" Siapa ? ." Tanya Fahri dengan raut wajah penasaran .
Baru saja Anisa akan berbicara , Mbok Minah sudah mengetuk pintu kamarnya , memberitahukan kalau sarapanya sudah siap .
" Ayo Ka , kita sarapan dulu ." Ucap Anisa sambil menggandeng tangan suaminya.
Mereka pun sarapan bertiga dengan Mbok Minah ,karena sang Mamah sudah kembali kembali pulang ke rumahnya .
" Mbok , apa sudah di hubungi ." Tanya Anisa pada si Mbok saat setelah selesai sarapan .
" Sudah Neng , mungkin sebentar lagi datang ."
" Apa dia tidak bekerja Mbok ? ."
" Tadi dia bilangnya kalau hari ini dia berangkat siang Neng ."
" Ohh ." Jawab Anisa sambil manggut-manggut.
" Boleh saya tahu apa yang sedang kalian bicarakan ." Tanya Fahri sambil memandang Anisa penuh dengan tanya .
" Ka , anak mu ini pingin makan sesuatu , karena Kaka hari ini baru bekerja kembali , jadi aku minta seseorang untuk menemaniku ." Jawab Anisa santai .
" Siapa ? ."
" Dia . . . " Saat Anisa hendak berbicara bell Apartemen berbunyi .
" Biar saya saja ." cegah Fahri pada Anisa yang hendak berdiri membukakan pintu .
ceklekk ...
" Kamu siapa ? ." Fahri menautkan kedua alisnya ,melihat orang yang ada di hadapannya kini .Ia seperti pernah melihatnya tapi di mana ia sendiri lupa.
Begitupun dengan orang yang di hadapannya kini.
" Kenapa dia yang membukakan pintu , apa aku salah alamat yah ." Ucap lelaki itu dalam hati ,sambil membuka kembali ponselnya mencoba mengecek alamat yang sebelum nya di kirimkan padanya .
" Apa kau tuli ? ." Fahri menatap tajam lelaki itu yang hanya diam saja seperti orang bingung.
" Ka , kenapa tidak di suruh masuk sih ." Kata Anisa yang melihat suaminya dan tamunya yang berdiam di depan pintu .
" Jadi kamu menunggu orang ini ? ." Tanya Fahri dengan sebelah alis yang terangkat .
" Iya Ka , suruh masuk dong ."
Kini tatapan Fahri lebih tajam lagi pada tamu yang ada di hadapannya .
-
-
-
Trimakasih untuk like ,vote, juga comenya 😘😘, Lanjut nantinya 😉😉
__ADS_1