
" Semua ini berkat suamimu Nak ." Ibu tersenyum pada menantunya .
Pandangan Anisa beralih pada suaminya , ada rasa tidak percaya dalam hatinya kalau suaminya melakukan ini semua padahal dahulu suaminya ini tidak menginginkan nya .
" Ka , Trimakasih sudah melakukan ini , tapi sejak kapan Kaka melakukanya ? ." Tanya Anisa .
" Sejak kamu di bawa suamimu setelah menikah ." Ibu yang menjawab pertanyaan anaknya itu.
Anisa semakin tidak percaya dengan apa yang di katakan ibunya , padahal awalnya suaminya itu tidak mengganggap pernikahan nya ini ada .
Fahri hanya tersenyum saja melihat istrinya itu menatapnya , terlihat ketidak percayaan Anisa pada apa yang di dengar dari ibu nya , ia paham karena di awal pernikahan ia dan Anisa memang tidak sedekat itu. Pada awalnya Fahri memang tidak mencintai Anisa dan ia juga begitu mencintai Dewi .namun karena rasa kasihan ketika ia mendengar cerita tentang keluarga Anisa yang sangat kesulitan saat itu dari Mamah nya , akhirnya Fahri menyetujui di nikahkan oleh Anisa, karena memang saat itu Mamahnya juga sangat menginginkan kehadiran seorang cucu. Diam-diam Fahri memberi uang pada orang tua Anisa dan membangun rumah mereka secara bertahap hingga bisa jadi seindah ini .Bahkan Fahri juga membelikan beberapa hektar sawah untuk mertuanya agar bisa di jadikan lahan usaha.
Anisa langsung memeluk suaminya erat , Fahri pun menyambut pelukan istrinya , ia mengelus lembut punggung Anisa. " Apapun akan aku lakukan asal itu bisa membuatmu bahagia sayang ." Ucap Fahri lembut di telinga Anisa . Membuat Anisa semakin mengeratkan pelukannya nya .
" Sayang , ini dedenya ketekan loh ." Ujar Fahri .Dan mereka pun semua tertawa.
" Akhirnya ibu dan bapak tidak lagi merasa bersalah Nak ." Ibu berkata dalam hati , ia sangat bahagia akhirnya anaknya merasakan kebahagiaan yang utuh . Ia sudah tahu tentang perceraian menantu dengan Istri pertama nya dari besan nya .
" Bu , di mana bapak , kok Nisa ga melihatnya dari tadi ." Tanya Anisa sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan .
" Bapak sedang meninjau sawah ,tadi pagi-pagi sekali Nak , Istirahat' lah dulu di kamar ,kalian pasti lelah ." Ucap ibu .
" Assalamualaikum ."
Tiba-tiba ada yang mengucapkan salam dari luar , Anisa dan Fahri pun menghentikan langkahnya .
" Nis, apa itu kamu ?." Bapak menegaskan pandangan nya pada Anisa .
" Pak ." Anisa langsung menghampiri bapaknya ,mencium punggung tangan bapak nya dan memeluk nya.
" Bagaimana ke adaan cucu bapak ini Nis ." Bapak melepaskan pelukannya dan mengelus perut Anisa yang mulia membesar.
" Alhamdulillah sehat Pak ." jawab Anisa dengan senyumnya .
Tatapan Fahri tajam pada pria yang ada di belakang bapak mertuanya . Yang sedari tadi selalu memandangi Anisa, sangat jelas arti dari pandangan itu , kalau lelaki itu menaruh hati pada istrinya .
__ADS_1
Fahri pun menghampiri bapak mertuanya mencium punggung tangan bapak dan memeluknya.
" Bagaimana kabar mu Nak ? ." Tanya bapak pada Fahri sembari melepaskan pelukannya.
" Alhamdulillah baik Pak ." Jawab Fahri sambil memeluk pinggang istrinya posesif.
Anisa baru menyadari bahwa ada seseorang di belakang bapak nya . Yah dia adalah Jaka orang yang sempat mengisi hatinya dulu sebelum di nikahkan oleh Fahri suaminya kini. Dia adalah lelaki tampan dan Soleh anak dari Pak Kades di desa itu ,Ia juga sebagai Insinyur Pertanian yang sekarang mengabdikan hidupnya membantu mengembangkan petani-petani di Desanya. Ia dan Jaka memang tidak memiliki hubungan spesial ,hanya saja dulu mereka saling menyukai namun tidak ada yang berani menyatakannya. Hingga akhirnya ia menikah dengan fahri.
Sifat posesif Fahri muncul ketika melihat Anisa dan juga Jaka saling pandang . " Sayang ayo kita istirahat' ,kamu pasti lelah dan dede juga lelah sepertinya ." Fahri sengaja mengumbar kemesraan di hadapan lelaki itu, dengan memeluk pinggang dan tangan yang satunya mengelus-elus perut Anisa.
Anisa yang merasa tidak enak dengan Jaka pun hanya tersenyum malu .Namun tetap menuruti kemauan suaminya .
" Jaka , aku permisi dulu yah ." Anisa berpamitan dengan Jaka , sebenarnya ia ingin mengenalkan Jaka pada suaminya namun kondisinya sedang tidak memungkinkan untuk saat ini . ia bisa melihat raut wajah cemburu dari Suaminya.
" Bagaimana ke adaanmu Nis ? ."
Sapaan Jaka membuat langkah Fahri dan Anisa terhenti .Mereka pun membalikkan kembali tubuh mereka .
" Keadaannya baik , dan sekarang Anisa tengah mengandung anak saya ." Ucap Fahri datar sambil mengelus perut Anisa . Yah Fahri yang menjawab pertanyaan dari Lelaki itu . Anisa pun hanya tersenyum saja dan merasa tidak enak dengan Jaka .
Anisa pun berpamitan pada kedua orang tua nya untuk masuk ke dalam kamar. Sampai di dalam kamar Anisa melihat ke sekeliling kamarnya yang berubah drastis terutama ranjang nya , yang dulu hanya dipan kecil , sekarang menjadi king size yang luas dan terlihat mewah . Sungguh di luar nalar nya orang tuanya yang dulu paling miskin di Desanya kini sudah terlihat lebih berada di bandingkan dulu . Yah semua itu berkat suaminya yang sangat ia cintai saat ini .
" Ka , Trimakasih yah , sudah melakukan ini semua buat aku dan keluargaku ." Ucap Anisa sambil menangis haru di pelukan suaminya .
" Sayang , berhentilah berterima kasih , aku ini suamimu jadi mereka juga orang tua ku , sudah sepatutnya aku melakukan itu ." Fahri merenggangkan pelukannya dan mencium kening istrinya itu .
" Ka , aku rasa Kaka tidak perlu memasang itu ." Anisa menunjuk Ac yang ada di sudut kamarnya .
Fahri mengikuti arah tangan yang di tunjuk Anisa . Ia menautkan kedua alisnya bingung .
" Kenapa bukankah ini jadi terasa lebih sejuk ." Fahri merentangkan kedua tangannya yang merasakan kesejukan yang terasa di kamar ini.
Anisa pun tersenyum . Karena suaminya itu berfikir kesejukan ini berasal dari Ac, padahal udara di kampung nya ini memang terasa dingin karena memang daerah pegunungan dan jendela di kamarnya ini juga terbuka lebar menambah kesejukan di kamar ini .
" Ka , ini bukan karena Ac , tapi memang udara di sini sudah sejuk , kemarilah ." Anisa menarik tangan suaminya untuk mengikutinya menuju jendela besar yang terbuka di kamarnya .
__ADS_1
" Sejuk yah ." ucap Fahri tersenyum malu .
" Hahahaha ." Anisa pun menjadi tertawa .
" Tapi mengapa saat di ruang tamu tadi tak sesejuk di sini ."
" Itu karena saat di ruang tamu tadi Kaka sedang terbakar api cemburu ." Ucap Anisa sambil tertawa kembali .
" Apa ,lelaki tadi itu mantan kekasih mu ? ." Tanya Fahri yang tiba-tiba menjadi serius .
Anisa langsung menelan ludah nya kasar, dengan pertanyaan tiba-tiba dari Suaminya itu tentang Jaka .
" Ti,, tidak Ka , aku tidak punya mantan kekasih ." Jawab Anisa gugup .
" Lalu mengapa kamu terlihat gugup ? ." Tanya Fahri penuh selidik pada istrinya itu.
" Itu karena Kaka memandang ku seperti itu ." Anisa menjawab pelan sambil menunduk .
" Baiklah sayang , aku percaya pada mu ." Fahri menuntun istrinya menuju ranjang untuk beristirahat . Fahri percaya pada istrinya tapi tidak dengan Lelaki itu .
" Sayang , peluk yah , ini sungguh dingin ." Fahri mendekap Anisa dari belakang .
" Mati kan saja AC nya Ka ." Ucap Anisa menggodah suaminya sambil tertawa.
" Aawww ." Anisa berteriak pelan Karena Fahri tiba-tiba saja menggigit kecil punggung nya.
" Sudah bisa meledek ku yah sekarang ."
-
-
-
Jangan lupa like ,vote dan comenya yah Kaka Kaka 😍😍, sampai ketemu di episode selanjutnya 😊😊. Trimakasih .
__ADS_1