Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 21


__ADS_3

Sudah 1bulan Ini Anisa dan Fahri sering bersama tanpa sepengetahuan Dewi . Yah hidup Fahri begitu berwarna saat ini .


" Sayang , kok saya lihat kamu agak gemukan yah ." Fahri melihat perubahan pada fisik istri kecilnya itu .


" Bagaimana tidak gemuk Ka , kerjaku hanya makan dan tidur saja , bahkan Kaka tidak mengizinkanku keluar rumah ." Jawab Anisa sambil memanyunkan bibir nya .


" Memangnya kau mau ke mana Nis ? ." terkadang Fahri juga merasa kasihan dengan Anisa , tapi Ia juga tidak ingin Anisa keluar sendiri tanpa ada yang menemani.


" Aku ingin ke taman hiburan Ka ." Ucap Anisa sambil tersenyum penuh harap pada suaminya itu .


" Nanti ya sayang , kalau waktu nya tepat kita jalan-jalan ." Fahri berkata lembut pada Anisa sambil membelai dan menciumi rambut Anisa yang harum.


" Baiklah Ka , aku mau istirahat' dulu ." Seketika Anisa langsung beranjak dari duduknya setelah mendapat jawaban dari Suaminya itu ,dan menuju kamar meninggalkan suaminya .


Fahri pun terbengong-bengong di buat nya.


" Nis , kau mau kemana ? ." Fahri bertanya pada Anisa ketika hendak menaiki tangga .


" Tidur ." jawab Anisa ketus


" Ada apa dengannya ." Fahri langsung menuju kamar menyusul Anisa .


" Loh , kenapa di kunci ? ." Fahri bingung tumben sekali Anisa mengunci pintu kamarnya.


" Sayang buka pintu nya ,kenapa di kunci ?." Fahri mencoba mengetuk pintunya namun tidak ada jawaban .


" Nis buka dong ."


" Kaka pulang saja , aku ingin istirahat' ." Jawab Anisa dari dalam .


" Iya tapi buka dulu sebentar ."


" Tidak mau , Kaka pulang saja ."


Fahri bingung dengan perubahan Anisa beberapa hari ini , Dia jadi lebih sering merajuk , kadang terlihat ceria kadang terlihat murung .


" Oke akhir pekan nanti kita jalan-jalan ke taman hiburan yah ." bujuk Fahri


" Aku sudah tidak menginginkan nya ." Anisa kesal dengan suaminya itu , setiap Ia minta keluar rumah jawabannya selalu seperti itu .


" Nis ,maafkan saya , tolong buka pintu nya ." Fahri mencoba mengalah .


Ia juga tidak akan tenang jika meninggalkan Anisa dalam ke adaan merajuk ,Ia juga takut kalau Anisa akan kabur dari Apartemen nya.


Namun tidak ada jawaban lagi dari dalam kamarnya . Fahri pun kembali ke bawah dia memilih menginap dan tidur di sofa dari pada di kamar sebelah , agar Ia bisa melihat Anisa saat keluar dari kamarnya .


Pukul 1 malam Anisa merasakan lapar , Ia pun turun ke bawah menuju dapur , Anisa mendengar suara tv yang masih menyala saat Ia hendak mematikan tv Anisa melihat suaminya itu tertidur di sofa , Anisa hanya mematikan tv lalu berjalan menuju dapur ,Ia sungguh masih kesal dengan suaminya itu .

__ADS_1


Anisa pun memakan beberapa cake yang ada di kulkasnya dan segelas susu hangat .


" Kamu lapar sayang ."


" Astagfirullah ." Anisa menumpahkan sedikit susu nya yang akan dia minum , karena kaget tiba-tiba saja suaminya itu menegur nya .


" Maaf Nis ." Fahri langsung mengambil tisu dan mengelap mulut Anisa juga lehernya karena tumpahan susu tadi.


" Kaka ngagetin aja sih ." jawab Anisa kesal


Fahri hanya tersenyum saja , menarik kursi dan duduk di samping Anisa .


" Apa kamu sering lapar kalau malam Nis ."


" Tidak juga ."


Fahri menghela nafas , Ia tahu kalau Anisa masih marah padanya .


Anisa menghabiskan cake dan susu nya , lalu Ia pun ingin beranjak dari duduknya namun tangan Fahri menarik tangan Anisa agar duduk kembali .


" Sayang , saya minta maaf , jangan diam kan saya seperti ini , apa pun yang kamu mau saya turuti tapi jangan seperti ini ." Fahri berusaha untuk membujuk istri kecilnya itu.


Anisa seperti mendapatkan angin segar , Ia bisa memanfaatkan momen ini .


" Aku ingin Kaka mengizinkan ku keluar rumah , dan kemana pun aku mau pergi ." Jawab Anisa santai namun penuh harap .


Tanpa kata lagi Anisa langsung meninggalkan Fahri menuju kamarnya .


" Aahhh." Fahri mengacak rambutnya kasar hingga terlihat berantakan . Ia pun langsung buru-buru menyusul Anisa sebelum Dia mengunci pintunya kembali .


Saat Anisa hendak menutup pintunya Fahri menahannya dan tentu saja tenaga Fahri jauh lebih kuat ,hingga Ia berhasil masuk ke dalam kamarnya .


Anisa langsung merebahkan tubuhnya , memunggungi Fahri dan tidak memperdulikannya .


Fahri langsung memeluk tubuh mungil itu dari samping , Ia langsung mengelus perut rata Anisa ,entah rasanya Ia ingin sekali mengelus nya ,Dan begitupun Anisa Ia merasa nyaman dengan elusan suaminya itu ,hingga Ia membiarkannya.


" Sayang , jangan ngambek lagi yah , saya tidak mengizinkan mu keluar ,karena tidak ingin sesuatu terjadi padamu , kalau kau ingin keluar biar saya temani tapi tidak untuk saat ini ." Bisik Fahri di telinga Anisa .


Anisa langsung melepas kan tangan Fahri dari perutnya ,Ia pun langsung duduk .


Fahri pun mengikuti Anisa dan duduk di hadapannya .


" Aku bisa jaga diri Ka, aku bukan anak kecil lagi , aku bosan di rumah , aku ingin menghirup udara segar, aku ingin duduk di taman , aku ingin melihat keramaian ,dan semenjak aku di sini aku bahkan tidak pernah melihat kucing berjalan , hingga semut pun aku jarang melihatnya ." Anisa menumpahkan unek-uneknya .


Fahri mencoba menahan tawanya karena ocehan Anisa terlihat lucu di telinganya .


" Baiklah , baiklah , kenapa kamu jadi cerewet begini ,hemm ? ." Fahri menggoda istrinya.

__ADS_1


" Kaka ingin buat aku mati kese....."


" Stop jangan di teruskan ." Fahri menutup mulut Anisa dengan telunjuknya.


" Baiklah kau boleh pergi keluar , tapi tidak boleh jauh-jauh ,dan beri tahu dulu kalau kau ingin keluar , kau juga harus janji akan menjaga diri dan tubuhmu ini tidak boleh lecet sedikitpun ." Akhirnya Fahri mengalah ,namun Ia tetap mengutus anak buahnya untuk menjaga Anisa dari jauh.


" Aku janji Ka ." Rona bahagia terpancar dari wajah Anisa , seperti anak kecil yang bahagia karena di belikan mainan .


" Sekarang saya minta bayaranya ." Ucap Fahri dengan senyum smirk nya.


" Bayaran apa Ka ."


" Tentu saja itu ."


" Kakaaaaa,, Aku tidak bisa bernafaaas ."


Tentu saja Fahri meminta bayaran yang berbeda karena sudah menuruti kemauan istri kecilnya itu .


" Ka , bangun , sudah subuh ." Anisa membangunkan Fahri , padahal Meraka baru tidur Pukul 3 pagi karena kegiatan mereka semalam.


" Heemm ." Fahri masih enggan untuk bangun .


" Ka , ayo bangun , gendong aku , aku ingin ke kamar mandi ." Anisa merasa malas sekali untuk bangun ,tapi Ia harus bangun karena waktu subuh hampir habis .


Fahri langsung beranjak duduk ,ketika mendengar Anisa minta di gendong ke kamar mandi , " Tumben sekali dia semanja ini ." Batin Fahri .


" Ka , ayo ." Anisa mengulurkan kedua tanganya , seperti anak kecil yang minta di gendong .


" Dengan senang hati baby ku ." Fahri menggoda Anisa .


" Kok baby sih ."


" Ya kau seperti baby yang minta gendong ."


" Aku bukan Baby yah ."


" Yah kau bukan Baby , tapi big baby ."


Perdebatan panjang mereka menuju kamar mandi .


-


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa like nya Kaka 😍😍, Trimakasih buat yang sudah like dan vote nya 😇😇


__ADS_2