
Tepat di mana hari kepulangan Fahri , Sekertaris nya sedang mengurus segala sesuatunya . Fahri menunggu di ruang tunggu yang ada di lobi Hotel. Sekilas ia melihat Dewi yang memasuki sebuah mobil .
" Apa itu Dewi !! ." Fahri menajam kan penglihatannya .
" Benar , itu pasti Dewi , untuk apa dia ada di sini ." Tiba-tiba Fahri teringat akan kejadian aneh saat malam lalu , yang tiba-tiba saja ia tidak berbusana . Seketika Fahri berjalan cepat menemui Sekertaris yang ada di meja Resepsionis ,
" Aku ingin bertemu dengan menejer hotel ini ." Fahri berkata pada Sekertaris nya .
" Ada apa Pak ? ."
Fahri pun menceritakan pada Sekertaris tentang apa yang terjadi dengan nya , dan ketika ia melihat mantan istrinya keluar dari hotel ini juga . Sekertaris itu sudah mengetahui tentang Dewi karena Ia juga yang mengungkap kecurangan yang di lakukan oleh mantan istri Atasanya itu .
" Baik Pak , saya akan mengurus nya , Bapak tunggu saja di sini ." Ucap Sekertaris itu .
Fahri pun menuruti dan duduk kembali , ia tahu kalau Sekertaris itu bisa di andalkan dalam segala hal .
Dengan perdebatan yang alot akhirnya Menejer Hotel itu memberikan rekaman cctv pada hari di mana Fahri mengalami kejadian aneh itu .
Mulai dari pengantar makan siangnya dan kunci hotel yang membuat Orang asing bisa masuk dalam kamar yang terkunci.
Tentu saja ada beberapa petugas hotel yang terlibat , dengan itulah Menejer Hotel itu berniat membantu Fahri agar Hotel nya tidak di permasalahka nantinya .
Mereka bersama-sama melihat rekaman cctv itu , ada Menejer Hotel , petugas keamanan dan juga Sekertaris Fahri.
Fahri mengeratkan giginya , rahangnya mengeras ,tanganya mengepal kuat ia sungguh-sungguh murka dengan apa yang di lakukan mantan istrinya , selama ini ia sudah berbaik hati untuk memaafkan kesalahan nya . Namun sepertinya Dewi belum jera juga .
" Pak , sebaiknya Bapak harus melakukan sesuatu ."
Fahri menatap Sekertarisnya dan mengangguk , " Baiklah jika ini yang kamu inginkan Dew , petik lah apa yang sudah kau tanam ." Gumam Fahri dalam hati .
Fahri menelfon Boby , ia pun harus bergerak cepat sebelum istrinya itu mengetahuinya . Ia tidak ingin terjadi apa-apa dengan istrinya terutama pada anak yang sedang di kandungnya. ia sungguh takut jika Anisa salah paham padanya .
Fahri menghubungi Anisa melalui ponsel Boby .
" Assalamualaikum sayang ."
" Waalaikum salam ."
" Sayang , ada apa dengan wajahmu ? ." Fahri melihat Anisa yang cemberut . Tentu saja Fahri tahu kenapa istrinya itu menekuk wajahnya .
" Ka , mengapa Kaka tidak jadi pulang hari ini ? ." Anisa kesal pada suaminya itu yang membatalkan kepulangan nya hari ini. Karena suaminya itu bilang ada urusan mendadak yang harus di kerjakan.
__ADS_1
" Maaf sayang , esok pagi aku pulang dengan penerbangan pagi ." Ucap Fahri lembut .
" Ka ? ."
" Ada apa sayang , katakan lah ." Fahri melihat Anisa berubah sendu .
" Tapi kaka jangan marah yah ."
" Iya sayang , katakan lah ."
" Ponsel ku hilang Ka ." Ucap Anisa pelan sambil menunduk sedih, ia tahu harga ponsel yang di berikan Fahri bukan lah murah .tapi ia malah menghilangkan nya ,
Di dalam hati Fahri sungguh ingin tertawa ,namun ia mencoba menahannya . Karena Ia tahu betul siapa yang mengambil ponselnya .
" Biarkan saja sayang , nanti akan aku belikan lagi ." Ujar Fahri dengan santai .
Anisa memicingkan matanya , ada sedikit rasa curiga dengan suaminya ,kenapa suaminya itu begitu santai .
" Ka , apa ada yang sedang Kaka sembunyikan dari ku ? ." Anisa berkata dengan tatapan penuh selidik .
" Sayang , tunggu aku pulang yah ." Hanya itu jawaban untuk pertanyaan istrinya .
Ia juga menyuruh Sekertaris itu mencari tahu tentang siapa yang memberi tahu pada Dewi perihal keberangkatannya dan juga kamar Hotel yang di tempati nya . Ia tahu betul Dewi adalah perempuan licik yang akan melakukan segala cara agar rencana jahat nya bisa terwujud.
" Baiklah Dew , tunggu tanggal mainnya ." Fahri bicara pada dirinya sendiri.
***
" Bob , apa kamu benar-benar tidak melihat ponselku ? ." Anisa masih penasaran dengan ponselnya .
" Tidak Mba Nur , apa mungkin ponselnya tertinggal di Mini market Mba ? ."
" Apa iya yah ." Anisa sedang berfikir .
" Sudahlah Neng , Tidak usah di fikirkan , biar nanti Den Fahri belikan yang baru ." Mbok Minah ikut menimpali .
" Iya Mbok ." Jawab Anisa .
" Maafkan aku Mba , aku hanya menjalankan perintah ." Gumam Boby dalam hati .
***
__ADS_1
Fahri sudah tidak sabar lagi ingin segera pulang , ia sungguh sangat merindukan istri imutnya itu . Ia mengambil penerbangan paling pagi agar Ia lebih cepat sampai di rumah . Ia sudah menyerahkan bukti -bukti baru untuk menjerat mantan istrinya itu pada Sekertaris dan pengacaranya .
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Fahri sampai juga di Negaranya . Ia pun menaiki mobil yang di kendarai oleh supirnya , di dalam mobil Fahri terus saja mandangin foto-foto istrinya yang di kirimkan oleh Bobby setiap hari nya . Ada foto yang paling ia suka yaitu foto ketika istrinya tertidur di sofa sambil memeluk bajunya , begitupun Fahri , ketika di sana Ia tidur dengan memeluk baju istrinya .
" Aku akan melakukan apa pun pada orang yang hendak memisahkan kita , aku akan menjaga kalian dengan jiwa dan raga ku ." Fahri berbicara pelan sambil memandangi foto Anisa .
" Assalamualaikum ." Salam Fahri ketika sudah memasuki Apartemen nya.
" Waalaikum salam , kakaaa .."
" Sayang , jalanya pelan saja jangan cepat-cepat ." Fahri melihat Anisa yang berjalan cepat ke arahnya .
Anisa hanya tersenyum kecil saja , mereka pun berpelukan , menyalurkan rasa rindu mereka , ketika Fahri hendak mencium bibir nya namun Anisa menahannya .
" Ka , jangan di sini , ada Mbok dan Boby ." Anisa berbisik di telinga suaminya .
Fahri baru menyadari ternyata ada Boby , Mbok Minah , juga supirnya yang membawakan koper nya di ruangan itu. Yang membuat Fahri menjadi salah tingkah.
" Berikan itu pada Boby ." Fahri memerintahkan supirnya agar memberikan godybag coklat itu pada Boby .
Dan Boby pun menerimanya dengan senang hati .ia pun segera membukanya ." Subhanallah ,ini kan mahal banget gaji sebulan aku aja belum tentu cukup buat beli ini ." Gumam Boby dalam hati. ketika melihat parfum yang ada di godybag itu.
" Trimakasih Pak ." Ucap Boby dengan semangat.
Fahri hanya mengangguk saja .
" Mbok , tolong bereskan koper saya yah. di situ ada kantung berwarna merah , itu untuk Mbok ." Fahri langsung menuntun istrinya menaiki anak tangga , tentu saja ia ingin melakukan yang tadi sempat tertunda.
" Trimakasih Den ."
***
" Baik lah Mas , mari kita tunggu apa yang terjadi esok , pasti akan terjadi perang besar , Wanita bodoh itu pasti akan meminta cerai pada mu ." Dewi tertawa melihat gambar yang ada di ponselnya .
-
-
-
Trimakasih untuk like ,vote juga comenya . maaf hari ini hanya Up 1episode 😍😍
__ADS_1