Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 30


__ADS_3

" Apa yang Bapak maksud itu terasi ? ." Ob itu mencoba menebak.


" Yah , itu sersi ." Ucap Fahri dengan semangat .


" Terasi Pak bukan sersi ." Ob itu mencoba membenarkan omongan Bos nya .Namun seketika diam menunduk karena mendapatkan tatapan tajam dari Bos nya .


" Cepat Carikan , jika tidak dapat, hari ini adalah hari terakhir kau bekerja ." Ucap Fahri dengan tatapan tajam nya .


" Ba,baik Pak . Saya permisi ." Dengan gugup Ob itu keluar dari ruangan Fahri .


Setelah menutup ruangan Bosnya ,Ob itu melihat jam di pergelangan tanganya . Waktu menunjukkan pukul 8: 30 ,


" Jam segini di mana aku harus beli mangga muda dengan sambel terasi , kan ga Lucu belum juga 1bulan bekerja masa sudah di pecat gara-gara mangga muda dan sambel terasi ." Pemuda itu menggerutu dalam hati .


Ia pun teringat dengan Bude nya yang pandai sekali membuat sambil terasi .


" Apa minta tolong bude saja yah ." Ob itu pun memutuskan menghubungi Bude nya terlebih dahulu untuk minta di buatkan sambel terasi .


Jarak dari kantor menuju rumah dari Bude nya tidak terlalu jauh .


" Assalamualaikum Bude ."


" Waalaikum salam ."


" Sudah jadi Bude ? ." Ucap pemuda itu saat masuk ke dalam .


" Kamu itu bikin ribet saja , pagi-pagi sudah suruh bikin sambel terasi , buat siapa toh ." Bude bertanya pada keponakanya itu .


" Itu loh Bude ,Bos besar tempat aku kerja minta mangga muda pake sambel terasi , sepagi ini di mana aku harus membelinya ." Pemuda itu menggerutu .


" Tinggal kamu bilang saja toh ,kalau tidak ada yang jual ."


" Dia mengancam ku ,akan langsung di pecat Bude kalau sampai dua benda keramat ini tidak di dapat ."


" Apa Bos mu itu lagi ngidam ? ."


" Mungkin ." Kata pemuda itu acuh ,sambil mengacak-acak isi kulkas .


" Kamu itu cari apa sih ."


" Masih ada sisa mangga tidak Bude ? ."


" Sudah habis , Di Abisin semua sama si Eneng ."


Tiba-tiba pemuda itu tersenyum . "Seperti nya itu ide yang bagus ." batin pemuda itu .


Ia pun masuk ke dalam mengetuk sebuah kamar .


Tokk


Tokk


Tokk


" Mba , mba ."


Ceklekk...


" Ada apa ?, bukanya tadi kamu sudah berangkat kerja ? ."

__ADS_1


" Aku boleh minta tolong mba Nur ? ." Ucap pemuda itu


" Minta tolong apa ? ." Nur mengernyit bingung.


" Bos ku kan lagi ngidam Mba , sama persis seperti ngidamnya Mba nur ."


" Maksudnya mangga dan sambel terasi ? ." Tebak nur .


" Tepat sekali ." pemuda itu menjentikkan jari nya .


" Lalu apa hubungannya dengan aku ? ."


" Kalau orang sedang hamil kan meminta apa pun pasti di berikan ."


" Lalu ? ."


" Mintakan aku mangga Mba , di tempat yang kemarin Mba Nur bawa ." Pemuda itu senyum-senyum mencoba merayu .


Nur pun mencebikkan bibirnya . " Baiklah kita bagi dua yah , Tapi kamu yang manjat y ."


" Siap Mba ." pemuda itu memberi hormat pada nya .


Tak berselang lama mereka pun pulang dengan membawa sekresek mangga .


Setelah di rasa cukup pemuda itu pun kembali ke tempatnya bekerja dengan membawa pesanan Bos nya , mangga dengan sambel terasi .


" Akhirnya aku tidak jadi di pecat ." gumam pemuda itu dalam hati sebelum memasuki ruangan Bos nya itu .


Pemuda itu pun masuk ke ruangan Fahri yang sebelum nya sudah mengutuknya terlebih dahulu .


" Siapkan di situ ." Fahri menunjuk meja yang berada di ruanganya .


" Sudah Pak , saya permisi ." Ucap Ob itu .


" Tunggu sebentar ." Fahri membuka dompet nya dan mengeluarkan uang pecahan 100 ribuan 7 lembar dan memberikannya pada Ob itu .


" Ambil lah ." Fahri menyodorkan uang itu .


Ob itu pun menerima nya .Namun dengan perasaan bingung , untuk apa uang sebanyak itu .


" Maaf Pak , ini uang untuk apa yah ? ."


" Untuk mengganti mangga dan yang itu ." Fahri menunjuk sambal yang ada di mangkuk kecil .


" Ooh , tidak usah Pak , karena saya tidak membeli semua itu ."


" Lalu ." Fahri menautkan kedua alisnya .


" Sambel terasi itu Bude saya yang membuatkannya , sedangkan mangga muda itu saya memintanya pada tetangga saya yang kebetulan pohon mangga nya sedang berbuah ." Ob itu menjelaskan kan .


Fahri kembali membuka dompet nya dan menambahkan 3 lembar uang seratus ribuan.


" Ambil lah ." Fahri menyodorkan kembali uang itu .


" Ini terlalu banyak Pak ."


" Ambil lah , anggap ini hasil kerja keras mu dan Bude mu karena telah membuatkan ini semua .


" Alhamdulillah ,kalau begitu Trimakasih Pak ." Ob itu pun bergegas keluar dari ruangan Bagas .

__ADS_1


" Cuma bermodalkan sambel terasi dan mangga muda , dapet satu juta ." Baik banget itu Bos ." Ucap Ob itu pelan setelah keluar dari ruangan Fahri .


***


Setelah kepergian Ob itu Fahri langsung beranjak dari duduknya dan berpindah duduk di sofa yang berhadapan dengan mangga dan sambal terasi.


Kenapa saya begitu menginginkan makanan aneh ini .


Fahri pun mengambil 1 potong kecil mangga dan mencolekkan setitik mangga itu ke dalam sambel yang menurutnya aneh , dari bau maupun warna nya . Ia pun bersiap memegang ponselnya jaga-jaga kalau setelah Ia memakan satu potong kecil ini perutnya langsung bermasalah Ia akan segera menghubungi dokter .


Satu potong


Dua potong


Tiga potong


Empat potong


Lima potong


Tanpa terasa Fahri sudah menghabiskan dua buah mangga dan separuh sambal terasi nya .


"Ternyata enak juga , tapi saya harus tetap ke dokter ,untuk memeriksa seperti ada rasa yang aneh dalam diri saya ."


Fahri pun membereskan sisa makanya ,memasukkan kembali ke dalam kantong kresek dan akan Ia bawa pulang nanti .


Tibalah waktunya pulang kantor Fahri yang kini tinggal di Apartemen bersama Mamah nya . Karena dia telah menyerahkan rumah nya untuk Dewi yang kini resmi bercerai dari nya . Akhir nya Dewi menyetujui untuk menandatangani surat cerainya , karena Fahri mengancam akan membeberkan bukti perselingkuhan nya pada kedua Orang Tua Dewi . Akhirnya Fahri bisa lebih tenang dan fokus pencariannya pada Anisa .


" Nak , kamu bawa apa ini ." Wina membuka kantong plastik yang Fahri taruh di atas meja makan ."


" Hahhh,,, mangga , dan ini sambal ." Wina pun senyum-senyum sendiri , "Kamu seperti Papah mu Nak ." Batin Wina .


Wina penasaran Ia pun membuka wadah plastik kecil yang berisikan sambal terasi .


" Seperti buatan Mbok Minah ." Karena Wina pun sangat menyukai sambel terasi buatan Mbok Minah itu .


" Nak ,dari mana kamu mendapatkan sambel terasi ini ? ." Wina bertanya pada Fahri saat melihat Fahri berjalan menuruni tangga. Karena Ia begitu penasaran .


" Itu tadi Ob yang membawakannya mah , Dia bilang Budenya yang membuatkannya , Dan mangga itu juga dari tetangganya , Ia memintanya untuk Fahri ." Fahri menjelaskan pada Mamah nya .


***


" Mbok , apa sambelnya masih ada ? , aku mau lagi ."


" Ada Neng , tadi Mbok bikin sengaja Mbok bagi dua , Biasanya kan kamu tidak pernah ketinggalan sama sambel terasi ." Ucap Mbok sambil tersenyum .


" Mangga nya masih kan Mbok ? ."


" Masih , sebentar Mbok ambilkan dulu yah ."


" Mamah kangen sekali dengan ayah mu Nak ." Ucapnya sambil mengelus-elus perut nya yang belum begitu terlihat .


-


-


-


-

__ADS_1


Maaf kalau agak lama Up nya Kaka- Kaka semua , karena hp nya berebut sama si kecil yang daring 😂😂. Up hanya sekali dalam sehari tetapi kalau sedang santai Bisa 2x. Trimakasih atas pengertiannya ,like ,vote ,juga comenya .😘😘


__ADS_2