Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 57


__ADS_3

" Waalaikum salam ."


" Sayang , mantu Mamah kenapa ? ." Wina langsung menghampiri Fahri dan Anisa .


" Mah , dari mana Mama tahu kalau Anisa ada di Rumah Sakit ." Fahri bingung dengan kedatangan kedua orang tua nya ,padahal ia belum memberitahu siapa pun .


" Kami tahu dari media sosial , jadi kami langsung datang kemari , jika kami tidak melihatnya mungkin sampai sekarang kamu tidak akan memberitahu kan pada kami ." Wina menatap tajam anaknya itu .


Fahri pun segera memerintahkan Sekertarisnya untuk menghentikan penyebaran Vidio tentang kejadian yang di alami oleh dirinya dan Anisa . Ia tidak ingin kedua mertuanya tahu dan membuat mereka menjadi cemas.


" Sayang bagaimana keadaan mu ." Wina mendekati Anisa dan mencium keningnya ,


" Baik Mah ." Anisa mencium tangan mertuanya .


" Nak , sebenarnya apa yang terjadi dengan Dewi ." Dedy bertanya pada anaknya , sebenarnya ia sudah mengetahui dari istrinya namun Dedy ingin mendengar langsung dari Fahri, apa lagi ia melihat kali ini Dewi benar-benar nekat sampai membawa senjata .


" Pah , kita bicara di luar saja ," Fahri tak ingin istrinya itu mendengar obrolan mereka .


Fahri dan Papah nya keluar dari ruang rawat Anisa .


Fahri menceritakan semua kejadian yang di alami Anisa akibat ulah Dewi , juga kelakuan Dewi yang lain yang juga merugikan perusahaan nya .


" Papah sungguh tidak menyangka Dewi bisa melakukan hal ke kejam itu , beruntung sekarang kamu sudah mempunyai Anisa sebagai istri mu , perlakukan istrimu sebaik mungkin , jadi lah suami dan orang tua yang bertanggung jawab ." Dedy menasihati anaknya . Dedy kini sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan memiliki seorang cucu dari anak satu-satunya itu.


" Iya pah , Fahri akan menjaga istri dan anak Fahri sebaik mungkin .


" Lalu bagaimana tentang kasus Dewi ." Tanya Dedy .


" Dua Minggu lagi mulai sidang pah ."


"Serahkan semuanya pada pengacara , sekarang kamu fokus saja pada istrimu dulu ." Ujar dedy


" Iya pah ."


***


" Nak apa kamu sudah mengetahui jenis kelamin cucu Mamah ini ? ." Wina bertanya pada Anisa sambil mengelus perut menantunya ini .


" Belum Mah , aku dan Ka Fahri ingin jenis kelamin anak kita menjadi kejutan saja nanti ."


" Apa pun yang penting sehat sayang , Mamah bahagia sekali akhirnya Mamah dan Papah bisa memiliki cucu , sudah sangat lama sekali Mamah menunggu nya , Trimakasih Nis Kamu sudah hadir dalam kehidupan anak Mamah dan memberikan kami cucu ." Dengan sendu Wina berbicara dengan Anisa .


" Tidak perlu berterima kasih Mah , Nisa juga sangat bahagia bisa berjodoh dengan Ka Fahri , apa lagi sekarang Nisa sedang mengandung anak Ka Fahri, bisa menjadi pelengkap kebahagiaan kita juga buat Mamah dan Papah ."

__ADS_1


" Kamu memang anak yang baik sayang ."


***


Sudah 4 hari Anisa di rawat , Fahri dengan setia dan telaten mengurus istrinya . Padahal Anisa sudah menyuruh suaminya itu beristirahat saja di rumah ,biar ia di temani Mamah dan Mbok Minah saja , tapi suaminya itu bersikeras ingin tetap berada di Rumah Sakit menemani istrinya.


" Ka , kapan aku boleh pulang ? ." Anisa sudah merasa jenuh berada di Rumah Sakit .


" Jika kamu sudah sehat kita pulang sayang ." Ucap Fahri sambil menggenggam tangan istrinya . kini Fahri berada di atas ranjang rumah sakit bersama istrinya . Setiap malam mereka selalu tidur bersama , walaupun di ruangan itu ada 1ranjang kosong juga ada sofa .Tetapi mereka tidak bisa tidur jika tidak bersama dan Fahri terbiasa tidur dengan mencium perut besar Istrinya.


Di hari ke enam Anisa di perbolehkan pulang . Akhirnya ia bisa menghirup udara segar .


Hari-hari mereka kini selalu bahagia , Fahri makin terlihat semakin posesif pada istrinya semenjak istrinya itu keluar dari rumah sakit hingga sekarang usia kandungan Anisa sudah menginjak usia 9 bulan .


" Nak , ajak istrimu itu jalan-jalan pagi , agar nanti persalinan nya mudah ." Wina mencoba menasihati anaknya .


"Tidak mah , Nanti Anisa lelah , perutnya semakin besar pasti berat kalau di bawa jalan-jalan." Itulah jawaban Fahri


" Ka aku masih kuat , ini kan demi si Dede juga , kata dokter aku harus banyak bergerak Ka , agar persalinannya lancar." Anisa menimpali ucapan mertuanya .


" Tidak sayang , kamu harus mendengarkan kata suami mu bukan kata dokter , aku tidak mau kamu kelelahan nantinya ." Fahri terlalu menyayangi Anisa hingga terlalu berlebihan .


" Astagfirullah Ka ." Batin Anisa , ia Terkadang kesal dengan suaminya , ia hampir tak boleh mengerjakan apapun .


Mamah dan Papah nya yang ada di situ pun hanya geleng-geleng saja mendengar ucapan anak lelakinya itu.


***


" Ada sayang , biar nanti Mbok Minah yang membereskan ." Fahri mengelus-elus perut istrinya .


" Ka , kira-kira anak kita akan di beri nama siapa yah ." Anisa mengelus rambut suaminya yang berhadapan dengan perut nya .


" Aku sudah menyiapkan dua nama untuk anak kita , satu untuk anak laki-laki jika anak kita laki-laki dan nama untuk anak perempuan jika anak kita perempuan ." Ucap Fahri dengan penuh semangat .


" Namanya siapa Ka ? ." Anisa penasaran.


" Nanti saja yah aku beri tahu jika si Dede sudah lahir ." Jawab Fahri santai


" Iiih ,, Kaka aku kan juga mau tahu ."


" Nanti kamu juga akan tahu sayang ."


" Tapi kan aku maunya sekarang ." Anisa mencebikkan bibirnya .

__ADS_1


" Hahaha sayang ,bibirmu semakin imut jika begitu ."


Mereka pun menghabiskan sore mereka di dalam kamar .


Tiba lah saatnya makan malam . Fahri turun ke bawah setelah melaksanakan ibadah bersama istrinya .


" Nak apa istrimu tidak ikut makan ? ." Tanya Wina pada anaknya ,karena Ia melihat Fahri hanya turun seorang diri.


" Biar aku ambilkan saja Mah , kami akan makan di kamar ." Jawab Fahri sambil menyendok kan makanan ke dalam piring .


" Biar Mbok saja Den yang menyiapkan ." Mbok Minah menawarkan untuk membantu Fahri .


" Tidak usah Mbok , biar saya saja , Mbok silahkan lanjutkan makanya ."


Wina merasa bangga dengan anaknya saat ini . banyak perubahan sikap yang di tunjukkan oleh Fahri, Anaknya kini terlihat lebih sabar di bandingkan dulu saat masih bersama Dewi .


" Mah , Pah , Fahri ke atas dulu yah ." Fahri berpamitan .


" Iya Nak ."


Saat sampai di atas Fahri tidak melihat istrinya , namun terdengar suara gemericik air dari kamar mandi . Fahri lebih memilih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Ia membuka sosial media nya ,karena memang dia buka orang yang aktif di media sosial nya hanya sesekali saja ia membukanya .


Fahri melihat ke arah pintu kamar mandi yang belum terbuka juga , perasaan nya pun menjadi tidak enak .Fahri pun bangkit duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi .


Tokk


Tokk


" Sayang , kamu sedang apa ? ." Fahri mencoba memanggil istrinya .


Tidak ada sahutan dari dalam . Karena panik Fahri terpaksa mendobrak pintu dan ternyata tidak terkunci .


Braakkk...


Fahri pun terjatuh .


" Ka ..? ."


-


-


-

__ADS_1


Maaf yah telat up nya , Author nya lagi sok sibuk untuk dua hari ke depan 😂😂, tapi insyaallah diusahakan tetap up .


Trimakasih semuanya 😘😘.


__ADS_2