
" Roy , kita harus segera pergi dari sini , aku sudah berkemas ,kau tunggu saja di situ biar aku yang ke sana ." Dewi menghubungi Roy dengan ponselnya .
Dewi memang berencana akan pergi
bersama selingkuhan nya itu ke Luar Negeri setelah urusanya di sini selasai. Ia pun akan menjual rumah pemberian Fahri ini . Namun kali ini sepertinya rencananya harus di percepat sebelum Fahri mengetahui bukti kejahatan nya.
Dewi pun sudah sampai di kediaman Roy . " Sayang , sebaiknya kita percepatan kepergian kita ." Dewi berkata dengan tergesa-gesa .
Roy masih terdiam duduk di sofa , Ia terlihat seperti sedang berfikir .
" Roy , ayo kita harus segera pergi ." Dewi mulai terlihat kesal karena sedari tadi Roy hanya diam saja , mengabaikannya yang sedari tadi begitu panik .
" Dew , mengapa kita tidak mengakuinya saja , dan meminta maaf kepada Fahri ." Ucap Roy datar .
" Apa kamu gila Roy ." Dewi membentak Roy.
" Kita minta maaf pada nya dan Anisa , setelah itu kita menikah dan hidup normal seperti yang lainya !! ." Ucap Roy tak kalah keras dari Dewi .
Dewi terdiam dan terduduk di sofa ,
" Aku tidak mau ." Ucap Dewi lemah sambil menggelengkan kepalanya .
" Kenapa kau selalu mempersulit keadaan ! ." Roy sungguh kesal dengan sikap Dewi .
" Aku tidak ingin menikah ."
" Maksud mu ." Roy begitu terkejut dengan apa yang di katakan Dewi , padahal sebelumnya mereka sudah membicarakan soal pernikahan yang akan mereka lakukan di Luar Negeri.
" Aku tidak ingin menikah lagi ."
" Jadi kamu akan meninggalkan aku ? ." tatapan Roy tajam menatap Dewi yang sedang menunduk.
" Bukan aku yang akan meninggalkan mu Roy , tapi suatu saat nanti mungkin kamu yang akan meninggalkan aku ." Dewi mulai menitikkan air mata .
" Apa yang sedang kamu bicarakan ." Roy tidak mengerti maksud dari ucapan Dewi .
" Yah ,,mungkin kau akan sama seperti Fahri ,menginginkan seorang anak dan akhirnya akan meninggalkan ku ." Ucap Dewi tersenyum sinis.
" Apa kau lupa , akulah yang mengambil kesucianmu , dan aku juga yang membuat mu tidak bisa memiliki anak lagi ." Ucap Roy dengan penuh penyesalan .
Yah dulu Roy dan Dewi telah melakukan hubungan terlarang , hingga Dewi hamil ,karena saat itu Roy belum bekerja dan mereka takut kalau keluarga mereka mengetahuinya . Akhirnya Roy dan Dewi memutuskan untuk menggugurkan nya .
__ADS_1
Karena jalan yang mereka tempuh salah dalam menggugurkan janin , akhirnya Dewi di fonis tidak bisa memiliki anak lagi . Dan setelah itu ternyata Dewi menikah dengan Fahri ,
Roy tetap setia mengikuti kemana pun Dewi pergi. Tidak ada yang berubah perhatian Roy pada Dewi meskipun Dewi telah menikah .
Ada sedikit perasaan senang ketika mendengar Fahri akan menceraikan Dewi , itu berarti akan mudah untuk nya menikah dengan Dewi . Tapi semuanya berantakan karena ambisi Dewi .
" Aku akan tetap menikah dengan mu ,meskipun kita tidak bisa memiliki anak , toh kita bisa mengadopsi anak ." Ucap Roy dengan penuh keyakinan .
" Apa kamu sungguh-sungguh dengan ucapan mu Roy , dan apakah kamu masih mencintaiku ." Dewi menatap lekat manik mata Roy .
" Tentu saja aku sungguh-sungguh ,
Untuk apa aku selalu membantu mu ,setia selama ini pada mu , jika bukan karena aku masih mencintaimu , sama seperti dulu ." Ucap Roy sambil memegang kedua tangan Dewi .
" Tapi Roy ." Dewi terlihat ragu .
" Dan aku juga akan menebus rasa bersalah ku , karena sudah membuatmu tidak bisa memiliki anak , aku tahu jalan yang kita tempuh salah selama ini , aku sungguh minta maaf pada mu , marilah kita perbaiki bersama-sama ." Roy menarik Dewi dalam pelukannya.
***
Sudah 2hari ini Anisa di Rumah Sakit , keadaannya sudah semakin membaik ,wajahnya tak sepucat dua hari yang lalu . Mbok Minah dan Mamah mertuanya yang selalu menemani secara bergantian , Sampai saat ini Anisa belum juga mau di temui oleh suaminya . Karena sampai saat ini pun Anisa belum mengetahui kalau suaminya dan Dewi sudah bercerai .
Tanpa sepengetahuan Anisa , Fahri selalu datang setiap hari dan menemani Anisa Saat sedang tertidur ,seperti saat ini Fahri sedang menemani Anisa yang sedang tertidur .
" Sayang , aku sungguh merindukan senyum dan tawamu , dan sekarang saya lebih suka melihatmu tertidur , karena jika kau terbangun itu akan membuat mu takut pada ku ." Ucap fahri dengan lirih . Setiap malam dan siang saat Anisa tertidur Fahri selalu mengelus-elus perut Anisa . Ia berharap anaknya akan terbiasa dengan elusanya dan bisa membuat Anisa merasa tenang.
Anisa mengerjapkan matanya .Ia merasakan ada tangan yang mengelus perutnya hangat dan nyaman , Anisa menatap ke sekeliling kamar rawatnya . Hanya ada Mbok Minah yang sedang tertidur di sofa . Ia merasakan ada suaminya di ruangan ini . Tapi sepertinya itu tidak mungkin menurut Anisa.
" Ka , apa Kaka sekarang sedang bersama mba Dewi , berarti Kaka sudah tidak membutuhkan ku lagi ." Gumam Anisa , air matanya yang kembali mengalir , tanpa sadar Anisa menangis terisak .
Mbok Minah yang sedang tertidur pun jadi terbangun mendengar tangisan Anisa .
" Neng , kenapa menangis ." Mbok Minah berkata sambil mendekati Anisa .
" Mbok apa aku sudah keterlaluan dengan Ka Fahri ." Dengan suara serak karena menangis .
" Neng , sebaiknya Eneng dengarkan dulu penjelasan dari Den Fahri , kasian Den Fahri Neng begitu sedih melihat keadaan Eneng yang seperti ini ."
" Tapi Mbok mungkin Ka Fahri lebih senang menemani Mba Dewi dari pada aku di sini ." Ucap Anisa yang hampir menangis kembali , entah mengapa Ia menjadi lebih cengeng sekarang . Padahal ketika masih tinggal bersama suami dan madunya dulu Ia bisa mengontrol emosinya dan menahan tangisnya .
Mbok Minah pun tersenyum mendengar ucapan Anisa .
__ADS_1
" Seperti nya ada yang sedang cemburu !." Mbok Minah mencoba menggoda Anisa .
" Iiihh,,, apaan sih Mbok ." Anisa tersenyum malu .
" Mbok kapan aku boleh pulang , aku sudah tidak betah di sini ."
" Dokter bilang ,kalau besok Eneng sudah sehat , lusa nya baru boleh pulang ." Ucap Mbok Anisa lembut .
" Kenapa harus lusa , kenapa tidak besok saja Mbok ."
" Kan Dokter yang lebih tau kondisi Eneng saat ini , Sabar yah Neng ."
" Baiklah , Mbok pintunya sudah di kunci kan ? ."
" Sudah Neng ."
" Istirahat' saja Mbok , maaf tadi aku membuat Mbok Jadi terbangun."
" Tidak apa-apa Neng , kalau ada perlu apa-apa bangunkan Mbok saja Neng ."
Anisa hanya tersenyum saja.
" Dede kangen yah sama ayah ."Anisa berkata pelan sambil mengelus perutnya .
" Anak pintar , buat bunda kangen terus sama ayah yah , nanti dede akan ayah elus setiap hari ." Ucap Fahri sambil tersenyum .
Tanpa Anisa sadari di sudut ruanganya ada Fahri yang sedang bersembunyi di balik pintu kamar mandi , dan Untung saja Anisa sedang tidak ingin ke kamar mandi .
Saat Anisa tertidur lagi , Fahri pun menghampiri Anisa , Ia mencium rambut Anisa yang tidak berhijab , Wangi rambut yang Ia rindukan . Fahri mencium kening Anisa . " Ayah pulang yah de ." Fahri berbisik di perut Anisa dan berlalu pergi .
" Ka , Fahri ..."
-
-
-
-
Trimakasih untuk like , comen, dan vote nya . Di lanjut nanti yah Ka 😁😁
__ADS_1