Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 40


__ADS_3

Anisa menggeser tubuh suaminya agar memberi ruang pada Boby untuk masuk .


" Ayo masuk Bob ,tunggu lah sebentar ." Anisa melangkahkan kakinya menuju lantai atas hendak berganti baju .


Fahri pun ikut duduk di hadapan lelaki itu masih dengan tatapan penuh selidik .membuat Boby senyum-senyum salah tingkah jadinya ,


" Apa kita pernah bertemu ? ." tanya Fahri dengan datar .Setelah beberapa menit mereka saling diam .


" Aaku,,eeh saya Boby Ob di perusahaan bapak ." jawab Boby Dengan gugup.


Fahri baru inget sekarang dengan lelaki yang ada di hadapannya ini .


" Ooh , jadi kamu si mangga dan sambal sersi itu ."


" Iiya pak ." Boby mencoba menahan tawanya ketika mendengar Bos nya ini menyebut kata terasi dengan sersi .


" Di mana kamu bisa mengenal istri saya ? ."


" Jadi Mba Nur itu istri bapak ? ." Tanya Boby terkejut. " Gila ternyata mba Nur itu istrinya Bos pemilik Perusahaan ! ." gumam Boby dalam hati.


Kening Fahri berkerut mendengar nama yang di sebutkan pria itu .


" Siapa mba Nur ? ." Tanya Fahri .


"Dia itu manggil aku ,pakai nama depan ku Ka Nur Anisa , dia ini keponakanya Mbok Minah ." Anisa langsung ikut nimbrung berbicara dan duduk di sebelah Fahri . Dua lelaki itu kini mengarahkan pandanganya pada Anisa ,


Anisa terlihat berbeda hari ini ,ia terlihat cantik dan segar ,hijab dan pakainya terlihat modis jauh berbeda dari biasanya . Anisa juga memakai make up natural yang cocok sekali dengan umurnya . Bahkan terlihat lebih muda seperti anak-anak SMA , hanya saja perutnya kini sudah terlihat membesar . Entahlah Anisa ingin sekali berdandan hari ini .


" Eehheemm." Fahri kesal karena pemuda yang di hadapannya ini terus saja memandangi wajah istrinya.


Boby pun menjadi salah tingkah mendapatkan tatapan tajam dari Bos nya.


Tak berselang lama Mbok Minah menghampiri mereka dari arah dapur .


" Kamu sudah datang Bob. ?."


"Sudah Bude ." Boby langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Mbok Minah mencium punggung tangan nya.


" Ooh , jadi Bude ini yang kamu bilang itu , yang membuatkan sambal sersi buat saya ? ."


" Benar Pak ." Jawab Boby sambil tersenyum.


" Jadi si Aden yang waktu itu pagi-pagi minta di buatkan sambal terasi dan mangga muda ." Tanya Mbok penasaran .


" Iya Mbok ." Jawab Fahri dengan sedikit malu .


" Jadi si Dede ini juga buat ayahnya ngidam yang sama dengan bunda yah ." Anisa berkata sambil mengelus-elus perut nya .

__ADS_1


" Iya bahkan dede juga buat ayah mual dan muntah setiap pagi." Fahri berkata dengan suara memelas sambil ikut mengelus perut Anisa.


Anisa tersenyum melihat suaminya .


" Dede benar-benar adil yah ." Mereka semua tertawa kecil tapi tidak dengan Boby , dalam hati kecil Boby ia iri dengan Bos nya ,udah kaya dapet istri cantik dan Solehah pula .


Terjawab sudah misteri soal sambel terasi .


" Ka , ini sudah siang ."


" Lalu ." jawab Fahri santai


" Kaka harus berangkat bekerja ."


Fahri melepas kan lagi jas nya , membuka kancing lengan kemejanya dan melonggarkan dasinya.


" Ka , kenapa di buka lagi ." Tanya Anisa bingung .


" Saya tidak akan bekerja hari ini , saya akan menuruti apa pun kemauan anak saya hari ini ." Tatapan tajam Fahri pada Boby hingga membuat Boby menelan ludahnya kasar karena ngeri pada Bos nya itu.


" Ka , kalau kaka terus tidak bekerja bagaiman masa Depa dede nantinya ." pertanyaan polos Anisa membuat Fahri tersenyum kecil .


" Polos banget sih mba Nur ini , Walaupun suaminya pengangguran ia akan tetap hidup mewah ." gumam Boby dalam hati .


" Kau pulang lah ." Fahri menunjuk Boby


" Jadi kamu ke sini menggunakan motor , dan akan membawa istri dan anak saya pergi dengan itu ? ." Tanya Fahri terkejut.


" Iiiya Pak ." Boby terlihat gugup.


" Jadi kamu ingin membunuh Anak dan istri saya ." Fahri berdiri dan menunjuk Boby .


" Astagfirullah ."Boby pun terkejut ,hingga badanya terjungakl ke belakang , ia mengelus-elus dadanya karena kaget.


" Ka , apaan sih ." Anisa ikut berdiri dan memegang lengan suaminya .


" Kau pergi lah , sebelum saya berubah fikiran dan membuat suram masa depan mu ." Fahri menunjuk Boby.


" Mba Nur ,aku pulang dulu yah ." Boby langsung beranjak pergi dengan terburu-buru tanpa berpamitan dengan Bude nya .


Anisa langsung duduk ,ia sungguh kesal dengan sikap suaminya tadi.


" Sayang , ayo kita pergi kemanapun yang si Dede mau ." Ucap Fahri yang kembali duduk dan mengelus perut Anisa .


Anisa diam saja tanpa menjawab .


Fahri tahu istri nya ini sedang ngambek pada nya . Tapi ia tidak perduli ,mana mungkin ia mengizinkan istri tercintanya ini pergi dengan lelaki lain, apa lagi mereka pergi menggunakan sepeda motor yang secara otomatis tubuh mereka berdekatan ,membayangkannya saja Fahri sudah sangat emosi . Dan usia Boby jauh lebih muda di bandingkan dengan nya jadi bisa membuat Fahri tambah cemburu.

__ADS_1


" Ayolah Sayang , ayah kan juga ingin menyenangkan Dede iya kan de ." Fahri seolah-olah berbicara dengan anaknya .


Dan akhirnya Anisa pun luluh juga .


Setelah perdebatan panjang dan itu di menangkan oleh Fahri karena itu mereka pergi dengan menggunakan mobil.


" Ka , aku mau soto yang dekat dengan rumah Mbok Minah dulu ."


" Baiklah sayang ."


Tak berselang lama mereka pun sampai di tempat makan soto ayam .


" Sayang , kamu yakin mau makan di sini ?." Fahri merasa ragu . Tempatnya terlalu kecil menurutnya ,dengan bangku yang saling berhadapan dan makan di hadapan orang lain yang berkeringat dan membuang tisu kotornya di atas meja ,sungguh membuatnya tidak berselera .


" Tentu saja Ka , aku biasa makan di sini dengan Bo . . ." Anisa tidak jadi melanjutkan kata-katanya ,karena suaminya telah menatapnya tajam.


" Baiklah , kita makan beli tapi makanya di dalam mobil saja ."


" Tapi aku maunya makan di Situ saja Ka, di mobil susah makanya ." Rayu Anisa .


" Baiklah ." akhirnya Fahri mengalah ketika Anisa mulai mengeluarkan jurusnya . jurus air mata yang membuat Fahri jadi menurutinya . Mereka berjalan ke arah kedai soto , namun Fahri menyuruh seorang pelayan menyingkirkan kursi yang ada di hadapannya agar tidak ada siapapun yang duduk di hadapan mereka .


Di saat makan Fahri terus saja di buat kesal oleh pengunjung yang silih berganti terus saja memandangi wajah istrinya , ingin sekali rasanya Ia meratakan kedai soto ini .


Anisa malah terkesan tidak perduli , ia lebih di sibukkan dengan soto yang begitu nikmat menurutnya ,hingga sudah menghabiskan dua mangkuk soto. Fahri yang melihat porsi makan istrinya pun menjadi bingung.


" Badanya kecil tapi porsi makanya banyak juga ." gumam Fahri dalam hati .


" Sayang ,sudah lah ,nanti perut mu sakit jika terlalu banyak makan ." Fahri sungguh takut jika terjadi apa-apa dengan Anisa dan anaknya .


Dan Anisa pun menyudahi makanya setelah menghabiskan tiga mangkuk soto.


" Ka , kita mampir ke taman itu yuk ." Anisa menunjuk taman bunga yang ada di hadapannya .


Kini Fahri dan Anisa sedang duduk di taman ,tangan mereka saling bertautan .menikmati warna-warni bunga yang sedang mekar .


***


" Kamu sungguh tega Mas , Aku tidak terima melihat kamu bahagia dengan nya ." Ucap salah satu wanita dengan derai air mata ,yang berada di sudut taman itu dengan menggunakan kursi roda .


-


-


-


Trimakasih untuk like ,vote juga comenya 😍😍😘. sampai jumpa esok hari 😉😉

__ADS_1


__ADS_2