
Dewi sungguh-sungguh hancur perasaanya saat ini , suami yang dulu begitu sangat mencintainya kini berbalik jadi membencinya , Ia tahu kalau semua ini adalah kesalahannya . Tapi setelah mendengar Suaminya itu akan menceraikannya Dewi menyesali perbuatannya , Dewi memang tidak sepenuhnya mencintai Fahri malah cenderung memanfaatkan harta suaminya itu , Tapi hanya dengan Fahri Ia merasa sangat di cintai.
Dewi sampai sekarang masih mencintai mantan kekasih nya dulu , sebenarnya tidak bisa di bilang mantan karena sampai saat ini mereka masih berhubungan ,Dewi tidak pernah berselingkuh dengan lelaki yang berbeda , Ia hanya berselingkuh dengan satu lelaki saja , yaitu selingkuhan nya . Yah selingkuhan Dewi adalah mantan kekasih nya dulu sebelum menikah dengan Fahri .Dulu Ia sangat kecewa dengan orang tuanya yang menjodohkan dirinya dengan Fahri , padahal Ia sudah punya kekasih saat itu. Seiring berjalannya waktu Fahri menjadi begitu sangat mencintai dewi . Hingga Dewi menjadi besar kepala dan memanfaatkan cintanya Fahri . Berapa kali Dewi berselingkuh Fahri selalu memberinya kesempatan . Tapi kali ini Fahri justru akan menceraikannya .
Itu yang membuat Dewi merasa hancur, terlebih lagi Anisa tengah mengandung anak dari Suaminya yang Ia sendiri tidak bisa memberikannya .
" Mas , apa kamu benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi , tak bisa kah kamu memberikan ku kesempatan ." Dewi merancau sendiri . Di tengah hingar bingar musik yang memekakkan telinga di temani sebotol minuman dan juga rokok yang masih menyala di tangannya .
" Aku tidak ingin bercerai dari mu Mas , kenapa kau memilih wanita aneh itu ,haaahhh , bukankah aku jauh lebih seksi dari nya ." Dewi sudah mulai terlihat ngelantur karena efek dari alkohol.
" Aku bahkan belum berhasil mendapatkan perusahaanmu ,tapi kau sudah ingin menceraikan aku , aku tidak mau Mas , tidak mau ." Dewi terus saja meminum minuman itu , padahal dirinya sudah sangat mabuk .
" Roy , kau di mana , kenapa Tidak membantu ku , apa kah kau juga akan meninggalkan ku seperti suamiku ." Hikkss,,,hikss,,,hiks Dewi yang terus merancau mulai menangis saat ini .
Di ujung sana ada seorang lelaki yang terus memperhatikan Dewi yang tengah minum seorang diri. Dia pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Dewi .
" Hai cantik ,mau aku temani ." Ucap lelaki itu mendekati Dewi yang tengah duduk sendirian .
Dewi hanya melihatnya sekilas lalu kembali sibuk menatap botol minuman nya ,namun fikiranya entah ke mana .
" Ayolah cantik aku temani ." tangan lelaki itu mulai memegang bahu Dewi yang terbuka .
Dewi pun menggerakkan bahu nya , agar tangan lelaki itu menyingkir dari bahunya .
" Ayolah cantik , bukankah kita sama-sama sendiri ." lelaki itu mengerlingkan matanya genit kepada Dewi .
" Kamu Fikir , aku perempuan apa ? ,Haahh ." Dewi yang mulai terlihat emosi dengan lelaki itu .
" Yang jelas kamu bukan wanita baik-baik ." Bisik lelaki itu di telinga Dewi .
" Jangan kurang ajar yah ." Dewi mencoba berdiri walaupun tidak stabil karena mabuk , Dewi hendak menampar lelaki itu , namun tanganya berhasil di cegah oleh lelaki itu .
" Apa kamu ingin di anggap perempuan baik-baik dengan cara berpakaian mu dan minuman di hadapanmu itu ." Dengan tatapan menghina lelaki itu menatap Dewi.
" Kau jangan kurang ajar yah ." Dewi mendorong lelaki itu yang mencoba memegang nya lagi .
" Kau terlalu munafik nona ." Lelaki itu mencoba menarik lengan Dewi , namun tiba-tiba .
Bugg...pukulan keras mendarat di wajah lelaki itu .
__ADS_1
" kalau dia tidak mau jangan kau paksa bung ."
" Ayo kita pulang ." lelaki itu menarik lengan Dewi .
" Lepas , aku masih mau di sini ." Dewi hendak melepas paksa tangan nya dari tangan lelaki itu . Namun apa lah daya tenaga lelaki itu jauh lebih kuat di banding dirinya yang sudah mulai oleng . Akhirnya Dewi pun mengalah mengikuti lelaki itu ke luar dari Club malam .
" Apa kau ingin aku membantu mu untuk kembali pada suami mu ? ." Ucap lelaki itu pada Dewi saat berada di dalam mobil .
" Aku memang ingin sekali kembali pada nya , tapi . . . ." Dewi menghentikan ucapannya .
" Tapi apa ? ."
" Sepertinya dia sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi pada ku ." Ucap Dewi sambil menunduk sedih .
" Bukan kah , kamu tidak perduli akan hal itu ? ."
" Yah ,mungkin , tapi rasanya sakit sekali menjadi yang tidak di inginkan lagi ."
" Yah begitulah perasaan ku saat ini , kau sepertinya sudah tak menginginkan ku lagi ." Ucapnya dalam hati .
" Roy , apa kamu menghindari ku , kenapa kamu tidak mengangkat telfon ku ? ." Dewi memandang lekat pria yang berada di sampingnya ini dengan pandangan yang mulai kabur.
Yah , lelaki yang ada di samping dewi adalah Roy selingkuhannya , juga mantan kekasihnya yang masih Ia cintai sampai saat ini ,
" Aku mencintaimu Roy tapi aku tidak ingin kehilangan Fahri , aku ingin kalian berdua ." Ucap Dewi hampir memejamkan matanya .
" Roy bantu aku , jangan pergi Roy , aku mencintaimu ." Setelah lelah merancau akhirnya Dewi pun tertidur .
" Mengapa kamu begitu egois Dew , kamu yang membuat segala nya jadi runyam ." Roy pun membawa Dewi pulang ke Apartemen nya .
***
" Nak kamu sudah rapih ? , ayo sarapan dulu ." Wina menyiapkan sarapan untuk anaknya .
Fahri pun menarik kursi dan duduk . Ia memijit pelipisnya nya karena tiba-tiba saja Ia merasakan pusing dan mual setelah bangun tidur pagi ini .
" Nak , apa kamu baik-baik saja ? ." Wina melihat wajah anaknya yang terlihat pucat .
" Entah lah Mah , semenjak bangun tidur Fahri merasakan lemas ." Fahri berkata dengan tidak bersemangat .
__ADS_1
" Semangat yah Nak , demi Anisa dan calon anakmu ." Wina tersenyum penuh arti ,Ia memberi semangat pada Fahri , karena Ia yakin anak yang ada di kandungan Anisa baik-baik saja ketika pagi ini Ia melihat keadaan anaknya itu .
Hari ini Fahri sudah mulai bekerja , dengan nasihat yang di berika oleh kedua orang tua nya . Yah,, Dia harus semangat demi Anisa dan calon anak mereka.
Setelah sampai di ruanganya Fahri memanggil Ob ke ruanganya .
Tokk
Tokk
Tokk
"Permisi pak ." Ucap Ob yang berada di balik pintu .
" Masuk ."
" Permisi pak ada yang bisa di bantu ? ."
" Tolong belikan saya rujak , tapi hanya mangga yang masih muda nya saja dan sambal nya , menggunakan . . ." Fahri berfikir sejenak . Ia lupa apa nama benda itu .
" Menggunakan apa pak ? . " tanya Ob itu penasaran .
" Sesuatu yang tidak enak ." Jawab Fahri masih dengan berfikir.
" Kalau tidak enak kenapa di beli ." Batin Ob itu .
" Apa Ibu Mu pernah memasak sesuatu yang tidak enak ."
" Maksud nya pak ? ." Ob itu terlihat bingung .
" Sesuatu yang berbau tidak enak , tapi orang tetap memakannya ." Ia teringat Mbok Minah yang pernah membuatnya dan membuat nya mual . Tapi entah kenapa Ia ingin sekali memakannya dengan mangga yang masih muda itu .
" Apa yah ? ." Dalam hati Ob itu ikut menebak apa yang di maksud Bos besarnya itu .
-
-
-
__ADS_1
-
Trimakasih untuk Lika , vote dan comenya π. jaga kesehatan ,jaga jarak ,jaga kebersihan , jangan lupa menggunakan maskerππ