
" Astagfirullah ... Anisa meremas perut nya yang terasa kram .
" Sayang , kamu kenapa ? ." Fahri terlihat panik karena melihat Anisa yang terlihat kesakitan . Fahri langsung berusaha untuk memeluk Anisa . Namun Anisa menolak nya .
" Ka ,lepas ." Anisa menolak ketika Fahri akan memeluk nya .
Fahri terkejut dengan penolakan yang di lakukan oleh Anisa .
" Sayang , kamu kenapa ." Fahri menjadi bingung akan sikap Anisa .
" Mbok , sakit ." Anisa memanggil Mbok Minah sambil memegang perut nya .
Fahri yang panik pun langsung membopong Anisa , Ia tidak perduli dengan penolakan yang di lakukan Anisa . Fahri langsung membawanya kerumah sakit . Mbok minah yang mengetahuinya pun langsung menyusul Fahri menggunakan taxi.
Fahri duduk di belakang sambil memeluk Anisa yang terlihat pucat . Hingga tanpa sadar air mata nya menetes melihat istrinya yang teramat Ia cintai saat ini terkulai lemas .
" Jangan Mba , ampun , jangan sakiti anakku ." Anisa berkata dengan lemas.
Fahri yang mendengar nya pun ,menjadi sangat emosi , siapa yang berani mengancam istrinya itu . Hingga Anisa begitu ketakutan .
" Sayang sebenarnya apa yang terjadi padamu ." Fahri berkata lirih masih memeluk Anisa .
Tak berselang lama , mereka pun sampai di Rumah Sakit . Fahri langsung menggotong Anisa masuk IGD dan mengabaikan seorang suster yang ingin membantu nya .
Fahri pun menunggu di luar dengan gelisah .
" Ya Allah saya mohon selamatkan keduanya ." Fahri terus saja mondar-mandir di depan pintu IGD dengan gelisah .
Tak berselang lama , Wina dan Mbok Minah datang secara bersamaan .
" Nak ." Wina memanggil anak nya yang sedang gelisah hingga tak menyadari kalau dirinya sudah berada di sampingnya .
" Mah ." Fahri langsung memeluk Mamah nya .
" Sabar yah Nak, istri dan anakmu pasti baik-baik saja ." Wina mencoba menenangkan Fahri .
Mbok Minah hanya memperhatikan mereka ,tanpa berniat untuk ikut berbicara .
Lalu Fahri pun menyadari kehadiran Mbok Minah , Ia melepaskan pelukannya .
" Mbok , apa selama ini Anisa tinggal dengan Mbok ? ." Fahri penasaran mengapa Anisa bisa bersama Mbok Minah .
Mbok Minah pun hanya mengangguk lemah menjawab pertanyaan majikanya itu .
" Mengapa Mbok tidak memberitahukan saya , Mbok tahu bagaiman hancurnya saya di tinggal oleh Anisa ." Fahri terlihat mulai terbawa emosi .
__ADS_1
" Nak sabar , Mbok pasti punya alasan mengapa melakukan itu , dan seharusnya kita berterima kasih pada Mbok, karena Anisa tinggal dengan orang yang tepat ." Wina berbicara dengan lembut , Ia tahu perasaan anaknya itu sedang kalut , gampang sekali terbawa emosi .
Fahri pun menyadari kesalahannya , Ia segera meminta maaf pada Mbok Minah .
Mbok Minah pun memaafkan nya , karena Ia memahami perasaan yang sedang di rasakan Fahri saat ini .
" Den , apa benar , Den Fahri akan menceraikan Anisa ." Dengan segenap keberanian Mbok Minah menanyakan itu . Karena Ia penasaran selama ini Anisa selalu bilang kalau Fahri akan menceraikan nya .
Fahri dan Wina pun terkejut dengan pertanyaan yang di ucapkan Mbok Minah .
" Maksudnya bagaimana Mbok ? ." Wina tidak mengerti.
" Begini Bu , Neng Anisa sering bilang kalau Den Fahri akan . . . " Mbok Minah merasa ragu untuk menceritakan nya .
" Ceritakan saja semuanya Mbok , biar semuanya jadi jelas ." Dalam hati Wina juga sebenarnya penasaran .
" Ceritakan Mbok , mengapa Anisa jadi takut terhadap saya ." Fahri juga merasa penasaran dengan sikap penolakan Anisa tadi .
" Begini , Den , Nyonya , Anisa pernah bercerita kalau Den Fahri dan Bu Dewi akan mengadopsi anak , dan setelah itu den Fahri akan menceraikannya ." Ucap Mbok Minah .
" Apa !! ." Wina terkejut , lalu Ia menatap Fahri tajam seolah-olah menunggu kata-kata dari anaknya itu .
" Mbok apa Anisa bercerita di mana dan kapan Anisa mendengar itu ."
" Neng Anisa bilang saat Ia sedang berjalan-jalan di Mall Den ."
" Jadi apa benar yang Mbok katakan tadi , kalau kamu akan mengadopsi anak dan menceraikan Anisa ? ." Dengan tatapan menyelidik Wina bertanya pada Fahri .
" Itu tidak mungkin Mah , saat itu Fahri sudah tahu kalau Anisa tengah mengandung , mana mungkin Fahri akan menceraikan nya ."
" Lalu , yang di katakan Mbok itu bagaiman ? ."
" Itu hanya akal-akalan Dewi mah ." Fahri berusaha menerangkan pada Mamah nya .
" Dan kenapa Anisa bisa bertemu dengan Mbok , bukan kah saat saya menghubungi Mbok sedang berada di kampung ? ."
" Tidak Den , saya sudah berada di kota ini dengan keponakan saya ."
" Lalu bagaimana bisa Anisa tinggal bersama Mbok saat ini ."
" Begini Den . . . ."
Mbok Minah pun menceritakan dari awal , sampai dengan pertemuannya dengan Anisa saat itu .Keadaan Anisa saat itu yang hampir ke guguran , Untung Mbok cepat membawanya ke Rumah Sakit.
Dan tentang perkataan Dewi yang membuat Anisa semakin drop . Dan Anisa juga menceritakan kalau Dewi menemuinya sebelum Anisa keluar dari Apartemen saat itu .
__ADS_1
" Tunggu Mbok , Jadi Dewi pernah menemui Anisa sebelum kejadian itu ." Fahri memotong penjelasan Mbok Minah .
" Iya Den , Neng Anisa sendiri yang menceritakan nya ."
" Sudah saya duga ,kamu pasti terlibat Dew ." Gumam Fahri.
" Dan Dewi juga pernah mengancam nya akan membunuh Anak yang Anisa kandung jika Anisa menemui den Fahri ."
" Pantas saja tadi Anisa begitu takut dengan saya , Awas kau Dewi !! ." Fahri mengepalkan tangannya menahan emosinya .
" Sabar Nak , sekarang kita fokus dulu saja pada Anisa dan calon anak Kamu , soal Dewi kita akan bicarakan nanti ."
" Baiklah Mah ." Fahri pun menuruti ucapan Mamah nya , karena Ia juga begitu tidak sabar ingin memeluk Anisa .
" Kenapa Dokter begitu lama sekali ." Fahri kesal kenapa pintunya belum terbuka juga .
Tak berselang lama pintu IGD pun terbuka ,
" Bagaimana keadaan istri saya juga calon anak saya Dok ." Ucap Fahri dengan begitu tidak sabar .
" Bu Anisa baik-baik saja , hanya saja kondisi kandungan nya saat ini sangat lemah , Dia tidak boleh terlalu banyak beban fikiran dan juga kelelahan , jika itu terjadi kemungkinan buruknya adalah ke guguran ." Dokter itu sedikit menjelaskan .
" Baiklah Dok Trimakasih , apa kami boleh menjenguknya ? ." Wina berbicara pada dokter.
" Silahkan tapi nanti setelah Bu Anisa di pindahkan ke ruang rawat , Baiklah saya permisi ." Ucap Dokter itu meninggalkan mereka .
Tak berselang lama ,Anisa pun selesai di pindahkan ke ruang rawat . Mereka semua pun masuk ke dalam .
Anisa masih tertidur karena efek obat yang diberikan oleh Dokter .
Fahri memandangi wajah cantik Anisa yang terlihat pucat , Ia sungguh sangat-sangat merindukan istri kecil nya , istri imut nya ,istri polosnya ini yang membuat beberapa bulan ini hidupnya seperti rollercoaster. Fahri menggenggam tangan Anisa yang terasa dingin . Ia terus menerus menciumi tangan Anisa . " Trimakasih ya Allah akhirnya kita di pertemukan kembali ."
Begitu juga dengan Wina air matanya terus mengalir , melihat pemandangan indah di hadapannya .Sangat terlihat jelas sekali kalau anaknya itu sangat mencintai istrinya .
Anisa pun tersadar , pandangan matanya berkeliling.
" Kamu sudah sadar sayang ?." Fahri begitu antusias .
Anisa melepaskan tanganya dari genggaman tangan Fahri .
" Ja,,jangan Ka , aku mohon ." Tiba-tiba Anisa histeris.
-
-
__ADS_1
-
Trimakasih untuk like dan comenya , terutama untuk yang sudah memberikan voteππππ. ( Nanti siang di lanjut lagi yah Kaka .)