
Weekand ini Fahri berniat akan pulang kampung ke rumah mertuanya , sejak pagi hingga sore hari Anisa begitu sibuk dia juga ingin memasak untuk bekal di jalan bahkan ia sempatkan membuat kue , Anisa begitu antusias .
" Neng , biar Mbok saja yang membuatkan itu nanti , Neng istirahat saja ." ujar si Mbok yang takut kalau Anisa nanti kelelahan .
" Tidak apa-apa Mbok , nanti kalau aku lelah ,aku langsung istirahat kok ." Jawab Anisa sambil tersenyum pada si Mbok .
Sepulang Fahri dari bekerja Anisa masih saja terlihat sibuk di dalam kamarnya ,
" Sayang , sudahlah biar nanti Mbok Minah saja yang melakukan itu ." Fahri melihat istrinya itu sibuk mondar-mandir membereskan perlengkapan yang akan akan di bawa mereka esok.
" Sebentar lagi selesai Ka ." Ucap Anisa .
Fahri merasa sebal sendiri ,karena istrinya itu sedari tadi mengabaikannya . Anisa masih saja sibuk mempacking pakaianya .
" Astagfirullah Ka ." Anisa terkejut ketika Fahri tiba-tiba saja menggendongnya , dan merebahkan nya di ranjang .
" Sudah , istirahat lah , besok bisa di lanjutkan lagi ." Ucap Fahri sambil menyelimuti tubuh istrinya dan ia pun masuk ke dalam selimut seperti biasa ia tidur berhadapan dengan perut istrinya ,sambil sesekali mencium dan mengelus nya .
" Ka , aku sudah tidak sabar untuk menunggu esok hari ." Ucap Anisa sambil menatap langit-langit kamarnya .
Fahri membalikkan tubuh istrinya lagi agar menghadap nya , karena Anisa mengubah posisinya jadi terlentang.
" Jangan terlentang sayang , itu akan membuatmu tidak nyaman .". Fahri mengabaikan perkataan Anisa . Yah menurut Fahri istrinya itu menjadi sangat cerewet setelah kemauannya pulang kampung ia turuti .
" Ka ? ."
" Hemm."
" Besok kita berangkat jam berapa ? ." tanya Anisa
Fahri menghela nafasnya , pertanyaan seperti itu sudah beberapa kali istrinya ini tanyakan . Anisa seperti anak kecil yang baru saja akan di ajak jalan-jalan.
" Setelah sholat subuh , kita berangkat sayang , sekarang tidur lah agar Dede juga bisa ikut tidur ." Fahri menjawab dengan sabar .
Tak berselang lama , suara Anisa tak terdengar lagi .Hanya nafas teratur yang Ia dengar menandakan bahwa istrinya itu sudah berada di alam mimpi.
" Akhirnya tidur juga bunda kamu de ." Fahri mencium perut Anisa dan ikut tertidur.
Pukul 6 pagi mereka telah selesai dengan barang bawaan mereka yang sudah ada di dalam mobil.
" Mbok kami pergi dulu yah ." Pamit Fahri pada Mbok Minah .Sambil mencium punggung tangannya
" Mbok anisa juga pamit yah ." Anisa pun melakukan hal yang sama mencium punggung tangan Mbok Minah . Yah mereka sudah menganggap Mbok Minah seperti orang tua mereka.
" Iya , Aden ,Eneng , hati-hati di jalan yah beri kabar kalau nanti sudah sampai sana ."
__ADS_1
" Iya Mbok ."
Anisa dan Fahri pun memulai perjalanan menuju kampung .
" Ka , kalau kamu lelah istirahat saja , jangan di paksakan , kalau lapar ,haus , atau mau ngemil bilang yah Ka , aku bawa banyak bekal ." Ucap lembut Anisa pada Fahri.
" Iya sayang , kita baru 10 menit loh di jalan ." Fahri tersenyum namun matanya tetap fokus pada jalan yang ada di hadapannya.
Sudah hampir 2 jam mereka dalam perjalanan , Fahri sudah merasakan pegal dan haus . Ia pun mencari rest area terdekat sekaligus ia ingin beristirahat , karena memang Ia jarang sekali mengendarai mobilnya apa lagi bepergian jarak jauh seperti ini ,biasanya ia selalu menggunakan supir,namun kali ini ia ingin menikmati perjalanan hanya dengan istrinya saja .Dan ini untuk pertama kalinya . Fahri memarkirkan mobilnya di rest area .
" Sayang , kita istirahat' sebentar yah ? ." Fahri tersenyum ketika melihat Anisa yang tertidur , " Pantas saja dari tadi aku tidak mendengar suaramu ." Ucap Fahri . Ia pun membuka pintunya dan menutupnya secara perlahan .
Fahri merenggangkan otot-otot nya yang di rasa sangat pegal .
Tak berselang lama Anisa terbangun.Ia melihat sekeliling ternyata mobilnya sedang parkir.
" Ka ." Anisa memanggil suaminya dari dalam mobil .
" Iya , sayang ." Fahri langsung membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam.
" Kaka haus ? ." tanya Anisa sambil menyodorkan air mineral pada suaminya .
Fahri pun menerimanya ,dan langsung menenggak setengah botol air mineral itu.
" Sayang , apa kamu tidak pegal , atau perlu kita mampir ke hotel untuk istirahat sebentar agar si Dede tidak lelah ? ." Tanya Fahri sambil mengelus perut Anisa .
" Baiklah , bilang pada ku kalau kamu ingin ke toilet yah ."
" Iya Ka ."
Fahri pun menikmati bekal makanan yang di bawa oleh istrinya begitu juga Anisa .
"Sayang Kamu tidur saja lagi yah ." Ucap Fahri saat akan memulai perjalanan mereka kembali.
" Bukan kah dari tadi aku sudah tidur Ka ."
" Tidak apa-apa sayang , agar Dede nya tidak lelah ."
Mereka pun melanjutkan perjalanan , namun kali ini Anisa tidak tidur , ia terus saja mengoceh bahkan kadang ikut bersenandung saat mendengarkan musik.
Keceriaan Anisa setiap hari seperti vitamin untuk nya , karena itu Ia tidak ingin keceriaan Anisa berubah jika ia menceritakan kedatangan Dewi ke perusahaanya .
Hampir 4 jam mereka dalam perjalanan akhirnya mereka sampai juga ke tempat yang di tuju .
" Sayang , ayo turun kita sudah sampai ." Fahri berkata pada Anisa .
__ADS_1
Anisa hanya diam saja sambil menatap ke sekeliling dari dari dalam mobil .
" Ka , seperti nya kita salah tempat , ini bukan rumah ibu ." Anisa heran kenapa suaminya itu berhenti di halaman rumah orang.
" Turun saja dulu sayang ." Ucap Fahri sambil tersenyum .
Fahri keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk istrinya .Fahri mengulurkan tangannya pada istrinya dan Anisa pun menyambutnya .
Anisa masih terbengong-bengong dengan rumah indah nan asri di hadapannya .Halaman luas tanpa pagar dan di kelilingi tanaman bunga yang indah beralaskan rumput yang terlihat seperti karpet hijau .Ada gazobo kecil terbuat dari bambu, ada juga pohon mangga apel yang tidak tinggi namun sedang berbuah lebat. Sungguh sangat membuat nyaman siapapun yang melihat rumah ini .
" Sayang , ayo masuk kita beri kejutan pada ibu ." Fahri menuntun Anisa untuk berjalan k arah rumah .Anisa pun mengikuti saja , selang beberapa langkah Anisa berhenti .
" Ka , ini bukan rumah ibu , kita salah alamat ." Ucap Anisa masih belum percaya , karena Ia Fikir dari mana ibu dan ayahnya mendapatkan uang untuk merenovasi rumah mereka , sedangkan anak mereka hanya dirinya dan itupun ia jarang sekali mengirimkan uang .
" Kita masuk saja dulu ,Nis ." Fahri kembali menarik lembut istrinya agar berjalan .
Tokk
Tokk
Tokk
" Assalamualaikum ." Fahri memberi salam .
" Waalaikum salam ." Suara sahutan dari dalam.
Ceklekk ..
" Nur ? ." Wanita paruh baya yang berumur sekitar 55 tahun dengan hijab khas ibu-ibu di kampung itu terkejut dengan siapa yang datang air mata langsung saja mengalir di pipi keriputnya . Ia langsung memeluk anak semata wayangnya ini ,yang membuat nya pernah merasa sangat bersalah karena menikah kan dengan lelaki yang berumur jauh di atasnya dan sudah memiliki istri.
" Ibu ." Anisa pun langsung memeluk Ibunya erat , rasa kangen yang sama-sama mereka rasakan .
Adegan yang sungguh mengharukan bagi Fahri , ia jadi merasa bersalah dengan Anisa.
" Ayo masuk Nak ." Ibu menuntun Anisa agar segera duduk .Fahri pun mengikutinya .
Anisa tak henti-hentinya memandang interior dalam rumah nya yang hampir semua perabotan nya berbahan kayu jati.Mulai dari kursi ,meja, almari, bufet dan itu terlihat mewah , ia masih berfikir dari mana ibunya bisa membelinya sedangkan ibu dan bapaknya hanya seorang petani biasa.
" Bu , dari mana ibu bisa merenovasi rumahnya ini ? ." Tanya Anisa penasaran .
Ibu hanya tersenyum saja mendengar pertanyaan anak nya itu , dan senyum ibu beralih pada menantunya .
-
-
__ADS_1
-
Trimakasih untuk like , dan comenya . dan terutama yang sudah memberikan vote 😍😍, di lanjut nanti yah Ka .