
"Assalamualaikum " Fahri memberi salam ketika pulang dari kantor jam 8 malam.
" Waalaikum salam , sudah pulang Ka ?."
" Anisa ?"
" Ayo Ka Anisa buatkan teh hangat ," Anisa menggandeng tangan Fahri menuju sofa , dan duduk bersamanya .
" Ka Fahri lelah yah ?, sini biar Anisa pijitin ."
" Fahri merasa nyaman ketika Anisa menyentuh pundaknya, pijitan lembut nya membuat otot-otot di tubuhnya menjadi rilex.
" Ka , bukankah aku ini juga istri mu ?". Dengan lembut Anisa berucap pada Fahri.
Seketika mata Fahri yang sedari tadi terpejam sambil menikmati pijatan Anisa pun jadi terbuka , mendengar ucapan dari Anisa.
" Kenapa kau memperlakukan ku tidak adil, aku juga ingin menjadi seorang istri yang bisa berbakti pada suaminya, bukankah kamu tau Ka, kalau pernikahan ini juga bukan ke inginan ku ." Anisa berbicara di sela-sela pijitanya.
Fahri membalikkan tubuhnya menghadap Anisa , Ia menatap lekat manik mata indah milik istri kecilnya itu. Ia melihat banyaknya penderitaan ,kekecewaan di dalam nya. Ketika setetes cairan bening turun dari matanya seketika itu juga hati Fahri menjadi sakit .
" Apa kamu tahu Ka ? , aku juga manusia yang cemburu setiap kali Kaka bermesraan dengan mba Dewi di hadapan ku !, aku juga ingin berada di posisi mba Dewi dan melakukan itu dengan suamiku."
Mulai terdengar Isak tangis lembut dari Anisa.
Fahri tertegun melihatnya, entah lah dirinya harus melakukan apa ,
" Ka ?, kenapa Kaka dan mba Dewi tidak pernah menganggap ku ada ?, apa salah ku Ka ? ,Apa aku tidak menarik dengan hijab ku ini , sehingga Kaka bahkan sama sekali tidak melirik ku ?"
" Tidak Nis , Kamu cantik dengan itu ." Fahri berbicara dengan pelan pada Anisa.
" Lalu kenapa Kaka mengabaikan ku ? , apa karena mba Dewi melarangmu untuk dekat dengan ku ?."
Seketika Fahri terdiam , Yah selama ini Dewi memang selalu mengawasinya jika sedang di rumah. Ia tidak boleh berdekatan apa lagi berbicara dengan Anisa, Entahlah karena cinta membuatnya menjadi bodoh seperti itu.
" Ka ,aku ingin kita pisah, ceraikan aku Ka. Cukuplah setahun ini aku menderita , aku ingin menjalani hidup seperti wanita-wanita normal di luar sana ." Anisa berbicara dengan lembut ,namun begitu tepat menusuk jantung Fahri.
" Seketika jantung Fahri berdetak hebat, karena mendengar kata cerai dari istri kecilnya itu."
" Tidak akan ." Dengan tegas Fahri menjawab permintaan Anisa.
Ia sendiri bingung dengan kata-kata nya barusan, padahal dulu Ia justru ingin membuat Anisa tidak betah padanya ,dan meminta cerai dengan sendirinya.
" Kenapa Ka ? , apa kalian belum puas menyiksaku ." ucapan Anisa di sela Isak tangisnya yang mulai terdengar.
__ADS_1
Fahri masih terdiam dengan fikiranya, mencoba mencari alasan kenapa Ia tidak ingin menceraikan Anisa.
" Ka , apa Kaka mencintai ku ?"
Fahri langsung menatap Anisa , Yaah pertanyaan Anisa sungguh membuat nya berfikir keras , " Apa saya sudah mulai mencintainya ?. " Fahri bertanya dengan hati nya sendiri.
" Ka, aku ga ingin menyia-nyiakan hidup ku , untuk seseorang yang tidak mencintai ku , karena dari itu ,lepaskan aku Ka ."
" Apa kamu mencintai saya ?." Fahri bertanya pada Anisa.
Dengan mata sembab dan hidung yang memerah Anisa menatap Fahri .
" Aku mulai mencintaimu Ka, tidak tahu kapan awalnya rasa itu hadir ." lalu Anisa menunduk kan kepalanya karena malu dengan pernyataan cinta nya pada suaminya itu.
" Fahri yang mendengar nya pun menjadi berbunga-bunga hatinya, seperti seseorang yang baru jatuh cinta .
Fahri mendekatkan lagi duduknya pada Anisa .Memegang wajahnya dan menghapus air matanya dengan ke dua ibu jari nya.
" Cantik " Fahri memuji Anisa .
Pujian dari Fahri membuat kedua pipi Anisa merona .Dan itu membuat Fahri menjadi tambah terpesona.
Fahri mendekatkan wajahnya pada Anisa ,Hembusan nafas hangat Anisa begitu terasa menerpa wajahnya .semakin mendekat ,dekat, bibir mereka hampir bersentuhan . " Tunggu Ka " Anisa menahan Fahri .
Fahri menatap lekat Anisa masih Dengan posisi nya.
Fahri pun menarik tubuhnya kembali ke posisi semula . Namun tatapan nya masih tak pernah lepas pada Anisa .
Fahri memegang ke dua pundak Anisa , " Beri Kaka waktu Nis ." Fahri menarik Anisa ke dalam pelukannya . Aroma lembut Anisa seperti aromaterapi untuknya ,begitu menenangkan .
Kenapa dari dulu Ia tak pernah memeluk tubuh mungil ini . Tubuh dari wanita Solehah dengan Tutur kata yang lembut, dan yang selalu menjaga kehormatannya .
" Ka , apa kah mba Dewi juga akan menerima ku ?."
Seketika Fahri melepaskan pelukannya pada Anisa , Ia tau Ini akan sulit untuk Dewi terima , karena selama ini Dewi sangat membenci Anisa . Bahkan dia akan meninggalkan nya jika Ia dekat dengan istri keduanya itu.
" Ka , ceraikan aku jika Kaka tidak bisa berbuat adil , jangan menambah dosa dengan sikap Kaka terhadap ku." Anisa beranjak dari duduknya . Lalu Anisa berjalan ke arah pintu ke luar.
" Anisa kau mau ke mana ?."
" Ini bukan rumah ku Ka , cari aku jika Kaka sudah bisa berbuat adil terhadap ku." Dan yang paling utama jika Kaka sudah mencintai ku ." Anisa pun berlalu pergi menuju pintu keluar.
" Anisa tunggu, Nisa ,,,Nisa ,,"
__ADS_1
" Aden,, Den,,,Den,, bangun den."
Seketika Fahri terkejut ketika Mbok Minah membangunkannya yang tertidur di sofa . Masih lengkap dengan pakaian kantor nya.
" Aden kenapa bisa ketiduran di sini ." Mbok Minah berkata lembut pada Fahri.
Fahri menatap Jam di pergelangan tanganya .
Tepat Pukul 12 malam, berarti di dia sudah hampir 4 jam tertidur di sofa depan.
" Saya ketiduran Mbok, silahkan Mbok istirahat' lagi ."
" Apa mau dikata buatkan sesuatu den ?."
" Tidak usah Mbok , saya mau ke kamar dulu."
" Ooh iya Mbok , apa Anisa sudah pulang ." Fahri bertanya pada Si Mbok , Karena Ia merasa kejadian tadi bersama Anisa begitu nyata.
" Belum Den ." Mbok Minah menggeleng lemah, karena Ia sendiri juga merasa khawatir dengan Anisa .
" Ok , baiklah Mbok , istirahat' lah." Fahri langsung beranjak pergi menuju kamarnya di lantai atas.
***
" Apa si Aden merasa kehilangan neng Anisa , Sampai terbawa mimpi seperti itu ." Gumam Si Mbok dalam hati .Ketika tadi melihat Fahri berteriak teriak memanggil nama Anisa dalam tidurnya.
" Cari lah neng Anisa den. Dia anak yang baik dan penurut , cari lah sebelum terlambat dan menyesal jika nanti Anisa di rebut oleh orang lain ." Mbok Minah berbicara pada dirinya sendiri.
***
Sesampainya di kamar Fahri langsung mengganti pakainya, Dan merebahkan tubuhnya .
" Kenapa mimpi itu begitu nyata , Apakah aku siap jika Anisa meminta cerai dari ku ?."
Fahri berbicara pada dirinya sendiri .
"Dan di dalam mimpi tadi Anisa bilang kalau Dia mencintaiku ." Terselip senyum kecil di bibir Fahri.
" Aku akan mencari Mu Nis , Guna memastikan juga tentang perasaan ini."
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa like, come dan love nya😍 , sampai ketemu di episode selanjutnya , Trimakasih 😇😇