Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 6


__ADS_3

Anisa pun mengantarkan Fahri ke dalam kamarnya, Ia di buat begitu kagum dengan isi kamarnya Seperti kamar seorang ratu. Ia tidak pernah melihat kamar se indah ini sebelumnya.


"Kapan yah aku bisa memiliki kamar seindah ini." Gumam Anisa dalam hati


Anisa merebahkan Fahri di ranjangnya , Fahri masih sadar namun matanya tetap terpejam.


Anisa melepaskan sepatu yang masih menempel di kaki Fahri, Ia juga mengambil jas Fahri yang tergeletak di lantai . Lalu Ia hendak melepaskan dasi yang masih melekat di leher Fahri .


" Ooh ,,, jadi ini yang kamu lakukan jika aku lagi ga di rumah ,,,haaahhh."


Betapa terkejutnya Anisa melihat Dewi yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar. Ia merasa seperti terciduk sedang selingkuh, padahal Fahri juga suaminya.


Dewi pun mendekati Anisa dengan penuh amarah .Wajahnya merah padam , tanganya mengepal . Melihat Anisa berdua dengan suaminya , timbul rasa khawatir , takut kalau-kalau suaminya jatuh cinta pada istri keduanya itu. Jika itu terjadi semua rencananya bisa gagal.


" Maaf mba , aku hanya mem,,, !"


Ucapan Anisa terhenti ketika sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Anisa .


"Rupa nya kau mencari kesempatan saat aku tidak di rumah ." teriak Dewi pada Anisa.


" Ti,,tidak seperti itu mba ." Anisa mulai menangis sambil memegangi pipinya yang terasa begitu panas dan kebas.


Fahri yang terbangun ketika mendengar teriakan Dewi.


" Dewi ..!" Fahri langsung terduduk di sisi ranjang, Ia memijit pelipisnya menetralkan rasa pusingnya.


" Apa yang sudah kamu kasih pada Mas Fahri ?" Dewi menuduh Anisa melakukan sesuatu pada Fahri.


" Ti,,tidak , mba tadi Ka Fahri ...."


" Aaawww,, sakit mba ." Anisa meringis ketika Dewi menjambak rambut Anisa dengan menarik hijap yang di kenakan Anisa.


" Pintar sekali kau menggoda mas Fahri dengan paras lugu mu itu, Apa kau begitu licik dengan memberi sesuatu pada minuman agar mas Fahri mau menyentuh mu ,,haaahh."


" Ti,, tidak mba ,," Anisa menggeleng-gelengkan kepalanya . Masih dengan derai air mata dan tangisnya.


" Apa kau sudah tahu jika mas Fahri tidak ingin menyentuh mu karena jijik, Sehingga kau menggunakan cara menjijikan seperti ini." Dengan tatapan mengejek Dewi ke pada Anisa .


" Cukup Dewi ,,,!!" Bentak Fahri yang merasa ucapan dari Dewi sangat berlebihan.


Fahri menatap iba pada Anisa yang terduduk sambil menangis dengan hijab yang sudah berantakan di kepalanya.


" Kenapa mas !! , apa kamu membela wanita aneh ini." Dewi pun tak kalah membentak pada Fahri.

__ADS_1


Suasana seperti ini sungguh membuat Anisa ketakutan . Tubuh nya gemetar hebat.


Fahri hendak berdiri untuk membantu Anisa, namun keadaan tubuhnya saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja , karena efek terlalu banyak meminum minuman beralkohol.


" Pergi sana wanita aneh, dan jangan pernah lagi kau mencoba menyentuh mas Fahri." Hardik Dewi pada Anisa.


Anisa pun keluar dari kamar Fahri , dengan derai air mata yang terus saja mengalir. Hatinya begitu sakit menerima tuduhan istri pertama suaminya itu.


Menjelang pagi Anisa masih saja menangis ,meratapi cobaan hidupnya yang tidak pernah berhenti. Ia segera berwudhu , Ia ingin mengadukan semuanya kepada Sang Pencipta.


"Maah maafkan Aku, jika mengecewakan Mamah dan Papah.


" Bu , aku sudah tidak kuat lagi ." Anisa pun kembali menangis.


" Apakah ini saatnya ?." Anisa berkata pada dirinya sendiri.


***


Sudah Pukul 6 pagi Anisa belum juga keluar dari dari kamar nya.


Mbok Minah pun merasa curiga ,karena biasanya Anisa lah yang bangun lebih dulu.


Tokk


Tokk


Tokk


Mbok Minah pun memberanikan diri membuka pintu kamar Anisa.


Mbok Minah tak melihat Anisa di kamarnya, dia memeriksa kamar mandi tidak ada juga ,lalu Ia pergi ke belakang tempat di mana Anisa biasanya sedang mencuci tak juga terlihat di sana.


" Duuh di mana sih neng ," Mbok Minah kebingungan. Ia pun kembali ke kamar Anisa.


Dan benar saja dugaan Mbok Minah kalau Anisa kabur dari rumah, karena sebagian pakaian Anisa tidak berada di tempatnya.


" Ya Allah neng , pergi kemana sih neng, kenapa jadi nekat begini." Mbok Minah merasa khawatir karena setaunya Anisa tidak mempunyai kerabat di sini. Karena semua keluarganya berada di kampung.


Mbok Minah pun kembali ke dapur untuk membuatkan sarapan majikanya. Masih dngan rasa khawatir karena memikirkan keberadaan Anisa.


Mbok Minah mentata makanan di atas meja. Tak berselang lama , Fahri dan Dewi menuruni anak tangga dengan saling bergandengan tangan mesra ,seolah olah tidak terjadi apa-apa semalam.


Sejenak Fahri mengedarkan pandangannya . Yaah dia mencari seseorang yang biasa menyiapkan sarapan untuk nya. " Kemana dia ? ,apa dia baik-baik saja ." Fahri bergumam dalam hati . Karena merasa khawatir dengan kejadian semalam , Dia melihat Anisa begitu ketakutan , padahal ini bukan salahnya.

__ADS_1


Pandangan Fahri tak luput dari penglihatan istrinya yang ada di samping nya.


" Eheem,, Dewi membuyarkan lamunan suaminya itu.


Fahri pun tersadar , Ia langsung menyantap sarapannya ,yang terasa hambar tidak seperti biasanya.


" Mas nanti sore kita ke Mall yah ?, ada launching tas terbaru ,itu limited Edition loh Mas." Dengan manja Dewi berbicara pada Fahri.


" Bukan kah bulan Lalu kamu baru saja membeli tas Dew.." jawab Fahri datar.


Dewi pun menatap tajam suaminya. Kali ini Ia terlihat kesal bukan karena keinginan nya tidak di penuhi , namun karena suaminya itu memanggilnya dengan nama nya. Tidak seperti biasanya ,Fahri selalu memanggilnya dengan sebutan sayang.


Fahri pun menyadari itu, tetapi Ia tetap fokus pada sarapannya , tanpa memperdulikan tatapan dari Dewi.


Dewi yang kesal pun bangkit dari duduknya dan melangkah meninggalkan Fahri menuju kamarnya.


Fahri menghela nafasnya kasar, Ia pun langsung keluar menuju garasi mobil dan berangkat ke kantornya, Ia selalu di buat pusing oleh tingkah laku Dewi. belum lagi perlakuan Dewi semalam terhadap Anisa yang sudah keterlaluan .


Dan pagi ini juga Ia belum melihat Anisa , itu juga yang menambah kegelisahan Fahri hari ini.


Setahun lebih dirinya menjadi suami Anisa belum pernah sekalipun Ia mengajaknya keluar . Bahkan dirinya selalu mengabaikannya.


***


" Jadi berapa perbulannya pak ?"


" 400 ribu neng, tapi kamar mandi nya di luar, tuh ." Lelaki paruh baya itu menunjuk 2 bilik kecil , yang bertuliskan , Kamar mandi dan WC di sebelahnya.


" Maaf Pak sepertinya aku kurang cocok."


" Mau nya yang gimana neng ?"


" Yang kamar mandinya ada di dalam Pak ."


" Oh kalau yang kaya Gitu, 4 hari yang lalu ada yang kosong neng ,di gang sebelah . Cuma ga tahu masih kosong atau tidak kalau sekarang ." Bapak itu memberitahu kan.


" Terimakasih banyak Pak, aku coba ke sana dulu ."


" Iya neng sama-sama."


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa like ,dan Comen nya, love nya jangan lupa 😍😍. sampai ketemu di episode selanjutnya😘, Trimakasih πŸ˜‡πŸ˜‡


__ADS_2