Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 54


__ADS_3

Hari ini untuk pertama kalinya Anisa pergi berdua dengan suaminya ke tempat umum , Suaminya itu membawa Anisa berjalan-jalan ke sebuah Mall terbesar di kota itu .


" Sayang ,mengapa wajahmu masih di teluk seperti itu ." Fahri berkata jongkok di hadapan istrinya.


" Ka , aku malu ."


" Malu kenapa sayang ."


" Mengapa aku harus menggunakan ini ." Anisa kesal dengan kelakuan suaminya ini . ia menyuruh Anisa duduk di kursi roda khusus ibu hamil . ia jadi merasa seperti orang sakit .


" Sayang ,aku hanya tidak ingin kamu lelah ." Jawab Fahri santai .


Anisa hanya diam saja .dan membuang pandangannya tak ingin melihat suaminya.


" Huufff,,,Baiklah ." Fahri pun mengalah ,ia tak mau membuat mood istrinya itu buruk . Fahri memerintahkan supirnya untuk mengambil kursi rodanya .


Mereka berjalan sambil bergandengan . " Ka , aku senang sekali bisa jalan-jalan dengan mu ." Ucap Anisa dengan wajah ceria .


" Iya sayang , kita akan pergi ke mana pun yang kamu mau ."


" Benarkah ? ." Tanya Anisa dengan antusias .


"Iya sayang ."


Mereka pun mengelilingi Mall. Fahri mengajak istrinya masuk ke salah satu toko Tas terkenal . Ia akan membelikan apapun yang istrinya mau .


" Sayang , pilihlah apapun yang kamu mau ."


Anisa pun tersenyum dan melihat-lihat jejeran tas .


" Ka ,ini bagus deh ." Anisa menunjuk salah satu tas berukuran kecil dengan tali .


" Astagfirullah , ini harganya ga salah ." Anisa di buat terkejut dengan harga tas kecil yang hanya lebih sedikit dari jengkal tanganya , namun harganya hampir seharga 1buah motor .


" Ambil lah sayang jika kamu suka ." Fahri melihat Anisa terus memandangi tas kecil itu .


" Tidak Ka , aku hanya melihatnya saja ." Anisa menaruh kembali tas itu .


" Sayang kenapa di taruh lagi ."


" Aku tidak suka Ka ."


Fahri menatap istrinya. Padahal jelas-jelas tadi dia terlihat menyukai tas itu .


Padahal dulu jika bersama Dewi Ia bisa menghabiskan puluhan juta sekali belanja ke Mall . Tapi dengan Anisa sudah hampir satu jam lebih belum ada satupun barang yang dia beli.


" Ka , kita ke tempat yang lain yuuk ." Ajak Anisa .


Fahri hanya mengangguk dan mengikuti langkah istrinya .


Anisa melihat toko perlengkapan bayi . ia pun mengajak suaminya masuk ke dalam toko itu . Anisa begitu antusias melihat baju-baju bayi lucu-lucu .


" Sayang bukankah kita belum tahu apa jenis kelamin anak kita."


" Iya Ka , karena itu kita membeli nya hanya sedikit saja dulu , itu pun yang warna netral saja bisa untuk perempuan juga lelaki ." Jawab Anisa sambil memilih-milih pakaian bayi yang ada di hadapannya .


" Kita beli ini saja dulu yah Ka ." Anisa memperlihatkan beberapa baju bayi yang Ia masukkan ke dalam keranjang .

__ADS_1


Fahri menatap beberapa baju yang ada di keranjang yang Ia pegang .


" Ka , kenapa ? , apa terlalu banyak ." Anisa melihat reaksi suaminya .


" Sayang , ini terlalu sedikit ."


Fahri pun manggil penjaga toko itu .


" Mbak tolong siap kan semua perlengkapan bayi mulai dari bayi baru lahir hingga usia 5 bulan sekarang ." Perintah Fahri pada penjaga toko itu .


" Baik Pak , untuk adiknya yah , Kaka nya baik banget yah ." Penjaga toko itu mencoba bersikap ramah .


" Dia ISTRI saya !! ." Fahri menegaskan kata istri pada penjaga toko itu . Jelas sekali raut tidak suka yang Fahri perlihatkan .


" Ma,,maaf pak , saya kira mbak ini adik nya , tunggu sebentar pak ,Bu biar saya siapkan dulu ." Ucap penjaga toko itu dengan gugup .


" Ka , kita duduk dulu di situ yuk ." Anisa menunjuk kursi tunggu yang ada di toko itu .


" Maaf sayang kamu lelah yah ." Fahri masih memikirkan ucapan penjaga tadi .


" Ka , ada apa ? ." Anisa bertanya pada suaminya yang terlihat berbeda .


" Sayang , apa kamu tetap mencintaiku walaupun aku sudah tua ."


Anisa yang mendengar apa yang di ucapkan suaminya itu pun menjadi tertawa .


" Ka , Kaka bicara apa sih ." Ucap Anisa sambil menahan tawanya .


" Umur kita berbeda jauh sayang , kamu masih terlihat cantik hingga orang lain mengira kamu adalah adikku , sedang kan aku ." Fahri menjadi tidak percaya diri setelah mendengar perkataan pelayan tadi . Yah ia akui Anisa walaupun sedang hamil namun wajahnya terlihat sangat cantik dan lebih Muda .


" Ka , kemarilah ." Anisa memberi kode agar suaminya itu mendekatkan wajahnya.


" Benarkah ." Fahri terlihat merona ketika mendapatkan pujian dari istrinya .


" Tentu saja itu benar Ka ." Jawab Anisa


" Trimakasih sayang , aku juga mencintaimu istri imut ku ." Fahri memeluk istrinya dari samping .


" Ka , lepas , malu di lihat orang ."


" Biarkan saja , biar mereka tahu kalau wanita imut di samping ku ini adalah istri ku , bukan adik ku." Jawab Fahri masih memeluk istrinya.


" Eehheemm , permisi pak , ini pesanannya ,semua sudah komplit termasuk juga dengan peralatan mandi ." Ucap pelayan itu .


Fahri pun melepaskan pelukannya dan menatap pelayan itu datar . Ia menyodorkan kartu pada pelayan itu


" Tolong antar ke alamat ini ." Fahri juga memberikan alamat Apartemen nya .


" Baik Pak ,di tunggu sebentar ."


Anisa pun kaget di buatnya , 6 godybag besar kini ada di hadapannya, entah apa itu isinya .


" Ka , apa ini tidak terlalu berlebihan ." Anisa merasa ini terlalu banyak .


" Tidak sayang , jika ada yang ingin kamu beli lagi ,ambil lah ."


" Tidak Ka , ini sudah lebih dari cukup ."

__ADS_1


Setelah Fahri menerima kartu nya kembali mereka pun keluar dari toko itu .


" Sayang , kamu mau makan apa ? ."


" Hemmm... apa yah ." Anisa mencoba berfikir .


" Aku ingin makan sushi Ka ." Ia memang belum pernah mencoba nya hanya ia sering dengar kata-kata makanan itu .


" Baiklah ,ayo kita makan ." Fahri membawa istrinya mencari Restoran sushi yang ada di dalam Mall itu.


Saat sedang berjalan langkah Anisa tiba-tiba berhenti .


" Sayang ada apa , apa kamu lelah ." Tanya Fahri .


" Ka , aku ingin makan nasi Padang saja ." Tiba-tiba Anisa menginginkan rendang .


" Sayang ,di sini tidak ada nasi Padang ."


" Masa Mall sebesar ini tidak ada nasi Padang , aku ingin makan rendang Ka ." Ucap Anisa dengan wajah memelas , agar suaminya itu menurutinya .


" Kita makan stik saja yah , kan sama-sama daging ." Fahri mencoba bernegosiasi .


" Ka ." Anisa menatap suaminya dengan sendu , dengan mata yang sudah mulai berair .


" Hemmm,, Baiklah ." Fahri mengalah ,ia tidak ingin istrinya ini bersedih . Padahal ia enggan sekali , tapi mau bagaimana lagi .


Anisa tersenyum kecil ,mereka pun berjalan ke luar Mall .


" Ka , kita makan di mana sih ? ." Anisa kesal suaminya ini sudah melewatkan beberapa rumah makan Padang .


" Kita cari yang tempat nya lebih besar sayang , dan tidak terlalu banyak orang ."


Jawab Fahri santai.


" Ka , kalau tempat nya lebih besar sudah pasti lebih banyak orang nya ."


" Yah , paling tidak bisa bernafas lebih luas ." Entahlah apa itu maksudnya .


" Kita pulang saja ." Anisa jadi kesal .


Fahri menepikan mobilnya di sisi jalan .


" Sayang , kenapa tidak jadi ? ."


" Sudah tidak berselera ." Jawab Anisa ketus.


" Ya sudah ,nanti kita pesan saja yah ."


" Terserah ."


Fahri tahu kalau istrinya ini sedang ngambek .


-


-


-

__ADS_1


Trimakasih untuk like dan comenya , terutama untuk yang sudah memberikan vote 😍😍.


__ADS_2