
Hari ini untuk pertama kalinya Anisa pergi berdua dengan suaminya ke tempat umum , Suaminya itu membawa Anisa berjalan-jalan ke sebuah Mall terbesar di kota itu .
" Sayang ,mengapa wajahmu masih di teluk seperti itu ." Fahri berkata jongkok di hadapan istrinya.
" Ka , aku malu ."
" Malu kenapa sayang ."
" Mengapa aku harus menggunakan ini ." Anisa kesal dengan kelakuan suaminya ini . ia menyuruh Anisa duduk di kursi roda khusus ibu hamil . ia jadi merasa seperti orang sakit .
" Sayang ,aku hanya tidak ingin kamu lelah ." Jawab Fahri santai .
Anisa hanya diam saja .dan membuang pandangannya tak ingin melihat suaminya.
" Huufff,,,Baiklah ." Fahri pun mengalah ,ia tak mau membuat mood istrinya itu buruk . Fahri memerintahkan supirnya untuk mengambil kursi rodanya .
Mereka berjalan sambil bergandengan . " Ka , aku senang sekali bisa jalan-jalan dengan mu ." Ucap Anisa dengan wajah ceria .
" Iya sayang , kita akan pergi ke mana pun yang kamu mau ."
" Benarkah ? ." Tanya Anisa dengan antusias .
"Iya sayang ."
Mereka pun mengelilingi Mall. Fahri mengajak istrinya masuk ke salah satu toko Tas terkenal . Ia akan membelikan apapun yang istrinya mau .
" Sayang , pilihlah apapun yang kamu mau ."
Anisa pun tersenyum dan melihat-lihat jejeran tas .
" Ka ,ini bagus deh ." Anisa menunjuk salah satu tas berukuran kecil dengan tali .
" Astagfirullah , ini harganya ga salah ." Anisa di buat terkejut dengan harga tas kecil yang hanya lebih sedikit dari jengkal tanganya , namun harganya hampir seharga 1buah motor .
" Ambil lah sayang jika kamu suka ." Fahri melihat Anisa terus memandangi tas kecil itu .
" Tidak Ka , aku hanya melihatnya saja ." Anisa menaruh kembali tas itu .
" Sayang kenapa di taruh lagi ."
" Aku tidak suka Ka ."
Fahri menatap istrinya. Padahal jelas-jelas tadi dia terlihat menyukai tas itu .
Padahal dulu jika bersama Dewi Ia bisa menghabiskan puluhan juta sekali belanja ke Mall . Tapi dengan Anisa sudah hampir satu jam lebih belum ada satupun barang yang dia beli.
" Ka , kita ke tempat yang lain yuuk ." Ajak Anisa .
Fahri hanya mengangguk dan mengikuti langkah istrinya .
Anisa melihat toko perlengkapan bayi . ia pun mengajak suaminya masuk ke dalam toko itu . Anisa begitu antusias melihat baju-baju bayi lucu-lucu .
" Sayang bukankah kita belum tahu apa jenis kelamin anak kita."
" Iya Ka , karena itu kita membeli nya hanya sedikit saja dulu , itu pun yang warna netral saja bisa untuk perempuan juga lelaki ." Jawab Anisa sambil memilih-milih pakaian bayi yang ada di hadapannya .
" Kita beli ini saja dulu yah Ka ." Anisa memperlihatkan beberapa baju bayi yang Ia masukkan ke dalam keranjang .
__ADS_1
Fahri menatap beberapa baju yang ada di keranjang yang Ia pegang .
" Ka , kenapa ? , apa terlalu banyak ." Anisa melihat reaksi suaminya .
" Sayang , ini terlalu sedikit ."
Fahri pun manggil penjaga toko itu .
" Mbak tolong siap kan semua perlengkapan bayi mulai dari bayi baru lahir hingga usia 5 bulan sekarang ." Perintah Fahri pada penjaga toko itu .
" Baik Pak , untuk adiknya yah , Kaka nya baik banget yah ." Penjaga toko itu mencoba bersikap ramah .
" Dia ISTRI saya !! ." Fahri menegaskan kata istri pada penjaga toko itu . Jelas sekali raut tidak suka yang Fahri perlihatkan .
" Ma,,maaf pak , saya kira mbak ini adik nya , tunggu sebentar pak ,Bu biar saya siapkan dulu ." Ucap penjaga toko itu dengan gugup .
" Ka , kita duduk dulu di situ yuk ." Anisa menunjuk kursi tunggu yang ada di toko itu .
" Maaf sayang kamu lelah yah ." Fahri masih memikirkan ucapan penjaga tadi .
" Ka , ada apa ? ." Anisa bertanya pada suaminya yang terlihat berbeda .
" Sayang , apa kamu tetap mencintaiku walaupun aku sudah tua ."
Anisa yang mendengar apa yang di ucapkan suaminya itu pun menjadi tertawa .
" Ka , Kaka bicara apa sih ." Ucap Anisa sambil menahan tawanya .
" Umur kita berbeda jauh sayang , kamu masih terlihat cantik hingga orang lain mengira kamu adalah adikku , sedang kan aku ." Fahri menjadi tidak percaya diri setelah mendengar perkataan pelayan tadi . Yah ia akui Anisa walaupun sedang hamil namun wajahnya terlihat sangat cantik dan lebih Muda .
" Ka , kemarilah ." Anisa memberi kode agar suaminya itu mendekatkan wajahnya.
" Benarkah ." Fahri terlihat merona ketika mendapatkan pujian dari istrinya .
" Tentu saja itu benar Ka ." Jawab Anisa
" Trimakasih sayang , aku juga mencintaimu istri imut ku ." Fahri memeluk istrinya dari samping .
" Ka , lepas , malu di lihat orang ."
" Biarkan saja , biar mereka tahu kalau wanita imut di samping ku ini adalah istri ku , bukan adik ku." Jawab Fahri masih memeluk istrinya.
" Eehheemm , permisi pak , ini pesanannya ,semua sudah komplit termasuk juga dengan peralatan mandi ." Ucap pelayan itu .
Fahri pun melepaskan pelukannya dan menatap pelayan itu datar . Ia menyodorkan kartu pada pelayan itu
" Tolong antar ke alamat ini ." Fahri juga memberikan alamat Apartemen nya .
" Baik Pak ,di tunggu sebentar ."
Anisa pun kaget di buatnya , 6 godybag besar kini ada di hadapannya, entah apa itu isinya .
" Ka , apa ini tidak terlalu berlebihan ." Anisa merasa ini terlalu banyak .
" Tidak sayang , jika ada yang ingin kamu beli lagi ,ambil lah ."
" Tidak Ka , ini sudah lebih dari cukup ."
__ADS_1
Setelah Fahri menerima kartu nya kembali mereka pun keluar dari toko itu .
" Sayang , kamu mau makan apa ? ."
" Hemmm... apa yah ." Anisa mencoba berfikir .
" Aku ingin makan sushi Ka ." Ia memang belum pernah mencoba nya hanya ia sering dengar kata-kata makanan itu .
" Baiklah ,ayo kita makan ." Fahri membawa istrinya mencari Restoran sushi yang ada di dalam Mall itu.
Saat sedang berjalan langkah Anisa tiba-tiba berhenti .
" Sayang ada apa , apa kamu lelah ." Tanya Fahri .
" Ka , aku ingin makan nasi Padang saja ." Tiba-tiba Anisa menginginkan rendang .
" Sayang ,di sini tidak ada nasi Padang ."
" Masa Mall sebesar ini tidak ada nasi Padang , aku ingin makan rendang Ka ." Ucap Anisa dengan wajah memelas , agar suaminya itu menurutinya .
" Kita makan stik saja yah , kan sama-sama daging ." Fahri mencoba bernegosiasi .
" Ka ." Anisa menatap suaminya dengan sendu , dengan mata yang sudah mulai berair .
" Hemmm,, Baiklah ." Fahri mengalah ,ia tidak ingin istrinya ini bersedih . Padahal ia enggan sekali , tapi mau bagaimana lagi .
Anisa tersenyum kecil ,mereka pun berjalan ke luar Mall .
" Ka , kita makan di mana sih ? ." Anisa kesal suaminya ini sudah melewatkan beberapa rumah makan Padang .
" Kita cari yang tempat nya lebih besar sayang , dan tidak terlalu banyak orang ."
Jawab Fahri santai.
" Ka , kalau tempat nya lebih besar sudah pasti lebih banyak orang nya ."
" Yah , paling tidak bisa bernafas lebih luas ." Entahlah apa itu maksudnya .
" Kita pulang saja ." Anisa jadi kesal .
Fahri menepikan mobilnya di sisi jalan .
" Sayang , kenapa tidak jadi ? ."
" Sudah tidak berselera ." Jawab Anisa ketus.
" Ya sudah ,nanti kita pesan saja yah ."
" Terserah ."
Fahri tahu kalau istrinya ini sedang ngambek .
-
-
-
__ADS_1
Trimakasih untuk like dan comenya , terutama untuk yang sudah memberikan vote 😍😍.