
Fahri terlihat uring-uringan di rumah , semenjak pulang dari rumah Anisa ,sampai saat ini Anisa belum juga bisa di hubungi , begitu juga dengan anak buahnya yang Ia suruh menjaga Anisa .
" Sayang , baju-baju mu sudah aku Packing dalam koper . apa kah ada lagi yang akan di bawa ? ." Dewi sedang mempersiapkan keperluan mereka untuk berlibur .
" Sayang ? ." Dewi melihat Fahri sibuk dengan ponselnya , sampai-sampai mengabaikan pertanyaan dari nya.
" Mas kamu kenapa sih ? ." Dewi kesal karena Fahri mengabaikan nya .
" Kamu atur lah sendiri , saya keluar sebentar ." Fahri langsung keluar dari kamar .
" Maaaas ." Dewi menghentak kan kaki nya kesal .
***
Fahri bergegas menuju Apartemen nya , dengan kecepatan lebih dari biasanya . Perasaanya sungguh tidak enak kali ini . Setelah sampai di lobi Fahri langsung berlari ke dalam , alangkah terkejutnya ketika Fahri melihat pintu Apartemennya dalam keadaan sedikit terbuka .
" Sayang ." Fahri memanggil Anisa sambil berlari menuju kamar yang ada di lantai atas .
Ia membuka pintu kamar namun tidak menemukan Anisa , di kamar mandi pun tidak ada , Fahri pun panik bukan kepalang karena tidak menemukan Anisa di dalam Apartemen nya . Lalu Ia pun mencoba menghubungi ponsel Anisa ,suara ponsel Anisa terdengar berada di kamar , Fahri melihat ponsel Anisa tergeletak di ranjang. Makin bertambah lah kecemasan Fahri ,Ia juga mengkhawatirkan kandungan istrinya itu .
" Sayang ,kamu di mana sih , kenapa tidak membawa ponsel mu ." Fahri mengacak-acak rambutnya. Lalu Ia membalikkan badannya menuju almari Anisa terlihat masih tertata rapih . Ini sungguh aneh jika anisa kabur mungkin Ia akan membawa sebagian pakaian nya . Ia pun bergegas keluar dari kamarnya menuju lantai bawah , saat Ia hendak keluar dari Apartemen nya ,Ia melihat ada beberapa bercak darah tidak jauh dari pintu .
Deg, deg,deg .
Seketika jantung Fahri berdetak hebat , tubuhnya menjadi kaku, seketika fikiran buruk melintas di otaknya Ia sungguh sangat takut jika terjadi sesuatu pada Anisa dan kandungannya .
" Bodoh sekali ,kenapa saya tidak memeriksa cctv ." Fahri langsung membuka ponselnya yang juga terhubung dengan cctv di rumahnya .
" Kenapa seperti ini ." Fahri tidak melihat gambar apapun . Sepertinya ada yang dengan sengaja mematikan cctv di Apartemen nya .
Lalu Ia pun memanggil petugas keamanan Apartemen nya .Ada 4 petugas yang masuk ke dalam Apartemen Fahri . Mereka semua terlihat kebingungan ,karena tumben sekali mereka di kumpulkan seperti ini.
" Saya ingin meminta rekaman cctv Apartemen ini ,mulai dari lorong ,lobi ,juga parkiran , dan semua rekaman cctv yang mengarah ke luar dari Apartemen ini , Saya ingin mencari istri saya yang hilang dari Apartemen ." Fahri berbicara dengan dingin , Tatapan nya tajam pada mereka hingga membuat mereka merinding ngeri .
" Ba baik Tuan ." Ucap salah satu dari mereka .
Salah satu dari mereka pun keluar ,guna mengambil rekaman itu .
Tidak lama kemudian petugas itu masuk dengan membawa sebuah laptop , namun dengan wajah pucat ketakutan .
__ADS_1
" Berikan itu ." Fahri menunjuk petugas keamanan yang membawa laptop itu agar menyerahkannya.
" Maaf tuan , tapi ..." Ucapan petugas terhenti .
" Berikan ." Fahri mengulanginya lagi .
Dengan terpaksa petugas keamanan itu meyerahkan laptop itu pada Fahri .
Fahri pun geram , Ia lalu membanting laptop itu ke lantai , semua orang yang ada di dalam pun menjadi ketakutan melihat kemarahan dari Fahri . Salah satu pemilik Apartemen ini.
" Kenapa Apartemen semewah ini ,bisa dengan mudahnya seseorang menyabotase cctv di sini , apa saja kerja kalian selama ini ." Fahri sungguh murka , karena tidak bisa menemukan jejak di mana keberadaan istrinya .
" Pergi kalian , tidak berguna ." Fahri membentak para petugas itu .
Dengan ketakutan petugas itu langsung keluar dari Apartemen Fahri .
Fahri terduduk di sofa , Fikiranya sungguh kacau saat ini , Ia sangat merindukan Anisa , Ia menyesal mengapa Ia meninggalkannya saat itu , padahal Anisa tidak dalam keadaan baik-baik saja .
" Sayang , kamu di mana , saya mohon di manapun kamu berada jaga anak kita , dan saya pasti akan menemukanmu ." Fahri berbicara pada dirinya sendiri . Tanpa terasa air mata nya menetes , baru saja ia merasakan kebahagiaan dengan sekejap pula berubah menjadi kesedihan .
" Mungkin ini balasan untuk saya ,karena selama ini selalu menyakitimu ." gumam Fahri.
Fahri memutuskan untuk menginap di Apartemen nya , dengan harapan bahwa Anisa akan pulang malam ini. Fahri juga memilih istirahat di sofa saja agar Ia bisa melihat ketika Anisa pulang.
" Ka , sakit , tolong aku Ka ."
" Kami menunggu mu Ka ."
" Jauhkan itu dari ku Ka ."
" Ka, Ka Fahri dia akan mengambil anak kita Ka ."
" Nis , Nis , tunggu saya Nis , Anisaaa ." Fahri berteriak dan terbangun dari mimpi buruknya .Keringat membasahi baju nya , Ia merasa ketakutan dengan mimpinya itu .
" Nis Kamu di mana ." Ucap Fahri lemah.
Ia belum pernah merasakan berada di titik lemah saat ini .Ia tidak bisa melakukan apapun saat ini selain menunggu kabar dari orang suruhannya .selain itu apa yang harus Ia katakan dengan orang tuanya juga orang tua Anisa nanti . Padahal Ia akan memberitahu kan orang tuanya jika anisa sedang hamil .Namun takdir berkata lain saat ini .
Fahri pun berjalan menuju kamar mandi , Ia mengambil air wudhu .Semenjak Ia sering tinggal dengan Anisa Fahri sedikit berubah . Ia pun melakukan ibadah yang sering di lakukan Anisa saat tengah malam. Hatinya menjadi lebih tenang saat ini .
__ADS_1
" Kekuatan inikah yang membuatmu kuat menghadapi cobaan dalam hidup mu Nis ."
***
Dewi sungguh kesal dengan Fahri , sedari tadi tidak juga mengangkat telfonya , padahal esok mereka akan pergi berlibur.
" Pasti dia menemui perempuan bodoh itu ." batin Dewi .
Dewi pun mencoba menelfon seseorang .
" Bagaimana , apa semuanya sudah beres ? ."
" Bagus ,paling tidak jangan sampai ada barang bukti ."
" Nanti aku akan menghubungi kamu lagi ." Dewi pun menutup telfonya dengan tersenyum puas .
***
" Baiklah ini bagianmu ."
" Terimakasih bos , Ini jauh lebih banyak dari yang di berikan bos kita yang lama yah ." Ucap dua orang lelaki itu .
" Tentu saja , saya menghargai kerja kalian ." Senyum angkuhnya terlihat .
" Tapi bos ,entah siapa yang membawa perempuan itu pergi ."
" Sudah biarkan saja , yang penting dia sudah tidak ada di Apartemen itu lagi ."
" Pergilah kalian dari kota ini , jangan sampai mereka menemukan keberadaan kalian ."
" Baik Bos ,kami permisi ."
" Saya akan melakukan apapun yang bisa membuat mu senang Dew ."
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa like nya Kaka 😍, Di usahakan up setiap hati . Terimakasih 😇😇.