Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 14


__ADS_3

Aku sungguh muak mendengar omelan Dina di rumah, ia terus saja membahas soal surat-surat berharga yang di bawa oleh Ita.


"Bagaimana sih mas?"


"Bagaimana apanya sayang?"


"Iya itu surat-surat nya ko enggak ketemu sih? terus mobil sama motor juga pake di bawa lari sama si Ita itu."


"Ya aku juga bingung sayang."


"Kita lapor saja ke polisi mas, dia kan bawa barang-barang berharga tuh."


"Engga bisa gitu sayang."


"Kenapa?"


"Semua atas nama dia," ucap ku berbohong.


Bagaimana bisa aku melaporkan Ita ke polisi, karena membayar itu semua menggunakan uang milik Ita. Sebagian lagi menggunakan uang hasil warisan ayah nya.


"Dasar b0d0h! Niat hati menikah dengan mu karena ingin merasakan hidup nyaman, tapi ini malah sengsara terus sekarang kamu mau makan pakai apa?"


"Aku kan masih bekerja di perusahaan lama sayang, gaji ku yang lima juta itu cukup ko."


"Apa lima juta?"


"I-iya."


Aku lupa jika Dina tidak mengetahui berapa banyak gaji yang ku terima, selama ini ia hanya menerima uang satu juta. Dan Ita lima ratus ribu, itupun kalau aku sedang berbaik hati biasanya ia hanya di beri dua ratus ribu.


"Jadi selama ini kamu menerima gaji sebanyak lima juta? Dan kamu memberiku hanya satu juta? Kemana sisa nya? Apa di berikan pada istri mu itu? Ingat mas, aku juga istri mu sekarang jadi kamu harus adil dong." Omel Dina panjang lebar, memang ia sangat berbeda jauh dengan Ita yang selalu sabar tanpa banyak bicara.


Dina hanya masalalu ku yang ku kira masih sama seperti dulu, tetapi ternyata aku salah. Hati ku memang mencintai Dina tapi jika soal kenyamanan. Ita lah pemenang nya, bukan hanya cantik dan jago masak ia juga pandai merawat ku sedangkan Dina? Ia kaya raya tapi ia jarang sekali masak, ia lebih suka pakai go food yang katanya lebih praktis.


"Kenapa diam?"


"Uang nya aku tabung sayang."


"Kalau begitu mulai sekarang aku yang pegang gaji mu, bulan depan kamu gajian kan?"

__ADS_1


"Iya."


"Ya sudah mulai bulan depan gaji mu semua aku yang pegang, ingat ya mas. Kalau pun aku kata raya tapi itu semua uang ku sendiri sedangkan kamu? Kamu itu suami dan uang suami itu uang istri, paham?"


"Iya dek." Aku beranjak dari duduk ku dan berniat keluar rumah, aku ingin mencari ketenangan. Dan secara kebetulan Anton sahabat ku menelfon mengajak pergi ke club' malam.


kringgg ... kringgg ... kringgg ...


"Ya nton?"


"Lo dimana?"


"Di rumah nih, kenapa?"


"Club' yuk, banyak cewek cantik bro."


"Tapi ..."


"Sudah jangan tapi-tapian, Lo abis dapat bonus kan? Udah sih ayok pergi saja."


"Oke gue otw ya."


"Oke-oke."


Aku masuk kembali ke dalam rumah dan mencari keberadaan Dina, namun tidak di temukan. Aku masuk ke dalam kamar dan rupanya ia sedang memakai cream wajah.


"Sayang, mas harus keluar ada pekerjaan mendadak dari kantor. Kamu tidak apa kan tidur sendiri?"


"Pekerjaan apa mas?"


"Kata nya ada masalah sebentar."


"Pulang nya kapan? Kamu tidak sedang berbohong kan?"


"Astaga sayang, kapan aku berbohong pada mu?"


"Ya sudah kalau begitu hati-hati."


"Oke sayang, assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumssalam."


Aku pergi dengan sumringah, Tidak lupa aku memakai mobil milik Dina. Karena ia yang menyuruh ku untuk memakai nya, katanya malu di lihat orang jika suaminya tiba-tiba menjadi miskin.


Aku pergi menuju club' yang di maksud oleh Anton, setelah tiga puluh menit perjalanan akhirnya aku sampai di tujuan.


Banyak sekali wanita cantik di dalam nya, jujur saja ini baru pertama kali aku masuk ke dalam club' malam seperti ini.


"Dan ..." Teriak Anton.


"Woi, rame banget dan banyak cewek sexy juga."


"Bisa keluar juga Lo, kenapa bini baru lo enggak bolehin keluar?"


"Alah biasalah."


"Ya udah ni kenal kan bella, bella kamu temani dia ya."


"Oke." Ucap perempuan yang bernama bela.


Singkat cerita aku dan dia pergi ke sebuah hotel yang agak jauh dari kota ku, aku sengaja agar aku ada alasan pada Dina karena pulang keesokan harinya. Atau mungkin beberapa hari kedepan, Bella sungguh wanita yang sangat cantik dan tentu nya masih muda.


Ia memberikan ku servis yang luar biasa, tidak pernah ku temukan dari Dina. Meskipun ia sangat jago di ranjang tapi ia kalah dengan Bella. Mungkin karena Bella masih muda jadi berenergi.


"Om gimana suka?"


"Jangan panggil om dong."


"Lalu panggil apa?"


"Panggil mas aja."


"Oke deh mas."


"Kita keluar yuk, aku bosan berada di dalam kamar."


"Mau kemana sayang?"


"Aku mau ke ..."

__ADS_1


__ADS_2