
Aku kaget saat Dani tiba-tiba membawa wanita baru lagi masuk ke dalam rumah ini, bahkan ia jauh lebih muda dari Dina dan Bella.
Baru seminggu lalu Dani memberitahu ku bahwa ia sudah menikah siri dengan Bella, gadis yang bekerja menjadi wanita malam itu dan kini ia sedang hamil. Aku syok bukan main saat mengetahui hal itu, karena selama ini aku tahu hanya lah Dina.
Belum selesai masalah Dina selingkuh dengan Yoga dan juga pak RT di sana, kini hadir lagi masalah baru. Bahkan secara diam-diam Dina telah menjual rumah ku yang di kota ini semua gara-gara Dani yang main tandatangan sebelum membaca nya terlebih dahulu.
Aku tidak menyangka jika Dina dulu nya juga bekerja sebagai wanita malam di Bangkok, pantas saja ia banyak uang dengan mudah karena tidak mungkin jika hanya menjaga ibu dari majikan nya bisa membeli rumah dan membuka toko secara bersamaan.
Banyak sekali ibu-ibu di kampung ini yang sering melihat Dina ke hotel bersama laki-laki, dan mungkin laki-laki yang di maksud adalah ketua RT di sana.
Dan kini anakku Dani membawa wanita baru lagi masuk ke dalam rumah ini, aku kaget saat mendengar perkataan Dani bahwa mereka menikah karena kepergok sedang berselingkuh di dalam kosan berdua.
Bahkan yang jauh lebih mengkaget kan aku bahwa Dani juga di ceraikan dalam bersamaan oleh Dina dan Bella hanya karena ulah Dani yang doyan selingkuh.
Aku masih diam di ruang tamu mendengar kan pertikaian antara Dani dan Ria di dalam kamar, sungguh kasihan sekali anakku itu.
Aku menyesal telah mendukung tindakan Dani untuk berselingkuh dengan Dina dari Ita, ia menantu ku yang lumayan baik dan bisa di manfaatkan kan bahkan ia juga bucin terhadap anak ku.
Tok ... Tok ... Tok ...
Permisi paket ...
Ucap seseorang di luar sana, dan secara bersamaan pula Ria keluar dari dalam kamar Dani.
"Apa yang kamu beli itu?"
"Makanan bu, untuk ku dan mas Dani!"
"Untuk ibu mana?"
"Ibu beli saja sendiri, aku tidak tahu selera ibu seperti apa karena kita baru saja bertemu sekarang!"
"Mana bisa seperti itu, kamu beli kan lah lagi makanan untuk ibu. Ayam geprek di depan rumah pun tidak masalah karena rasanya juga tak kalah enak."
"Ibu beli saja lah, ini uang nya ibu beli sendiri." Ia menyodor kan uang sebesar lima puluh ribu dan berlalu masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Aku mengusap dada ku melihat tingkah nya itu, padahal aku hanya berpura-pura karena aku sudah memasak untuk diri ku sendiri.
Semenjak kepergian Yoga, aku menjadi tinggal sendirian di rumah ini aku rindu anakku itu aku tidak tahu ia berada di mana sekarang! Ia pergi begitu saja setelah di usir oleh Dani.
Keesokan harinya ...
Aku sedang berbelanja di tukang sayur keliling, dan ternyata banyak ibu-ibu yang melihat Dani membawa wanit itu masuk ke dalam rumah ku.
"Bu Ida, siapa wanita yang di bawa Dani kemarin?" Tanya bu Kokom.
"Yehh emang nya kamu nggak tahu Kom, Dani kan sudah bercerai dengan istri kedua nya itu."
"Eh bu Ina jangan asal ngomong loh, nanti jatuh nya fitnah pula."
"Aku tidak asal ngomong bu, wong aku tepat di samping kamar Dani. Ia bicara sangat keras pada istri baru nya itu!"
Deg
Jadi bu Ina juga mendengar nya? Memang rumah ku bertetanggaan dengan dia dan bahkan ia juga dapat mendengar suara Dani saat bertengkar dengan Ria.
"Ha I-iya Dani sudah bercerai dengan Dina!"
"Tuh kan bener apa kata ku."
"G*l* ya si Dani hobby nya kawin cerai, dulu dia cerai sama Ita juga karena selingkuh lah sekarang cerai dengan Dina juga selingkuh. Emang g*l* s*l*n*k*n**n dia itu." Ucap bu Kokom sinis.
Aku tidak kuat mendengar cemoohan mereka langsung mempercepat belanja ku, aku hanya berbanja sedikit saja. Hanya untukku seorang karena biasa nya ia akan membeli online jadi untuk apa aku memasakkan nya juga.
Setelah belanja aku berlalu masuk dan langsung ke dapur, aku melihat dia sedang bermain hp di depan tv. Bahkan aku melihat Dani yang sedang duduk minum kopi di dapur, aku heran kenapa ia tidak bekerja?
"Dani, kenapa kamu tidak bekerja?"
"Aku di pecat bu kemarin."
"Hah di pecat?"
__ADS_1
"Iya."
"Ya ampun Dani, kenapa bisa di cepat?"
"Aku tidak masuk kerja selama empat hari, dan aku juga ketahuan selingkuh bos yang baru ini tidak suka dengan orang yang berselingkuh."
"Astaga, kamu sih kenapa pula main selingkuh. Lalu sekarang apa?"
"Ya aku menganggur bu."
"Cari kerja lah sana Dani, jujur ibu tidak bisa menafkahi mu karena ibu juga tidak bekerja. Kamu suruh saja istri muda mu itu bekerja lagi, bukan kah ia wanita malam?"
"I-ibu tahu dari mana?"
"Feeling seorang ibu tidak pernah salah nak, ibu tidak akan membantu mu dalam urusan ekonomi karena ibu juga tidak memiliki banyak uang. Rumah yang di kota pun sudah di jual oleh Dina mantan istri mu itu, bahkan warung serta rumah yang di sini pun sudah di jual nya."
"Benar kah?"
"Ya, itu semua benar! Ibu menyesal telah merestui mu dengan Dina, hingga membuat mu bertengkar dengan adik bungsu mu itu. Ibu sendirian di rumah ini, hanya Yoga yang selalu ada dengan ibu. Tapi kamu malah mengusir nya dan membela j4 l4 n6 itu bukan adik mu."
"Tapi bu bukan seperti itu maksud Dani ..."
"Sudah lah Dani, besok atau lusa pergi lah mencari kontrakan ibu tidak mau menampung mu di rumah ini jika masih bersama wanita itu."
"Ibu malu," sambung ku berlalu masuk ke dalam kamar setelah memasak sayuran yang ku beli tadi. Lalu membawa nya masuk ke dalam kamar.
Bukan aku tidak tega melihat nya seperti ini, tapi ini semua karena ulah nya sendiri yang sudah berselingkuh berkali-kali.
Ku dengar Dani berteriak memanggil nama ku, namun aku tidak menghiraukan nya dan mengunci pintu kamar ku.
Bahkan aku juga mendengar ia menampar pipi Ria berulang kali, mereka bertengkar di dalam kamar nya. Aku tidak peduli dengan tanggapan para tetangga dengan rumah tangga anakku itu.
Aku tidak mampu menahan rasa menyesal dan malu, aku malu dengan menantu ku Ita karena saat bertemu dengan nya waktu itu di restoran aku sangat bangga memamerkan Dina pada nya.
Bahkan aku di kaget kan dengan kesuksesan nya yang begitu pesat, bahkan ia juga semakin cantik setelah cerai dari Dani. Apa ia masih single? Jika iya mungkin masih ada celah untuk Dani kembali pada nya lagi.
__ADS_1