
Aku terkejut saat melihat mas Dani membawa wanita itu masuk ke dalam rumah ini.
"Mau apa kalian kemari?"
"Bella, aku yang menyuruh nya ikut ke sini untuk menjelas kan semua nya."
"Apa yang mau di jelaskan? Semua sudah jelas."
"Tidak sayang, semua itu tidak benar ada nya!"
"Tapi mas bukan nya kata mu saat di Surabaya bilang jika kamu sedang malas dengan istri mu yang sedang hamil, berarti mbak Bella ini ya?" Ceroros nya.
Mata ku membulat sempurna mendengar penuturan nya itu, bisa-bisa nya mas Dani bicara seperti itu pada wanita lain. Padahal aku begini juga karena ulah nya juga.
"Diam kamu Ria, aku bawa kamu ke sini bukan untuk memperkeruh suasana tapi untuk membantu ku menjelas kan semua nya."
"Tapi apa yang aku kata kan benar mas."
"Kamu itu ya ..."
Aku diam memperhatikan mereka yang bertengkar di depan mata ku.
"Begini sayang, aku datang ke kosan nya itu hanya untuk menagih uang ku yang ada di dia. Tapi dia malah menggoda ku, ku mohon percaya lah sayang pada ku."
"Enak aja, orang kamu yang datang sendiri ko. Kamu juga yang transfer aku kata nya untuk jajan aku selama di kota ini."
"Kamu itu yah cerewet sekali jadi perempuan."
"Sudah-sudah, lebih baik kalian pergi dari rumah ku dan jangan kembali lagi. Untuk mu mas, kamu tidak perlu repot-repot menjelaskan semua nya karena aku sudah tahu apa yang terjadi aku sudah membaca semua pesan mu dengan wanita itu dan satu lagi. Aku juga tahu jika wanita mu itu masih anak kuliahan, hmm mungkin jika aku melaporkan kasus ini pada polisi atau pihak kampus kamu bakalan di keluarkan. Dan satu lagi, apa orang tua mu tahu pekerjaaan mu menjadi wanita malam?"
"Jangan bawa-bawa orang tua ku mbak, mereka tidak tahu apa-apa soal ini semua jadi jangan libatkan mereka."
"Oh begitu ya, kalau begitu silahkan pergi dari rumah ku sekarang juga atau aku akan benar-benar melaporkan mu" ancam ku. Seketika wajah nya berubah memerah mungkin ia takut jika aku benar-benar melaporkan nya pada kedua orang wanita itu.
"Jangan seenaknya kaya gitu dong mbak, aku juga tahu jika mbak itu hanya istri sirih jadi terserah mas Dani dong mau dengan siapa juga. Lagian sekarang kamu sudah menikah kemarin, jadi kita adalah madu so berarti rumah ini juga rumah ku. Karena mas Dani bilang jika rumah ini di beli menggunakan uang nya. Namun, dengan tidak tahu diri nya mbak mengganti nama nya menjadi nama mbak. Aku berhak dong tinggal di sini karena aku juga istri mas Dani."
__ADS_1
"Heyy anak kecil tahu apa soal pernikahan? Dan satu lagi, kamu itu masih kecil ko udah jadi pelakor sih? Ya memang benar ini di beli menggunakan uang mas Dani dan benar juga jika rumah ini di atas nama kan ku dan sekarang berubah menjadi nama bapak ku. Dan satu hal yang perlu kamu tahu, jika aku menikah dengan mas Dani tidak karena kepergok berz1 n4 di kosan. Kami menikah atas dasar cinta."
"Kalau mas Dani cinta sama mbak, enggak mungkin dia berselingkuh dengan ku?"
"Ria, aku bilang diam ya diam. Dari tadi kamu itu bicara terus jangan memperkeruh suasana bisa kan?"
"Sudah kalian pergi saja dari rumah ku ini, mang Ujang ..."
"saya non?"
"Tolong seret mereka, kalau mereka tidak mau keluar panggil saja polisi untuk membawa mereka langsung masuk ke dalam penjara."
"Baik non."
Mang Ujang berlalu menuju arah mas Dani dan wanita itu, mas Dani memberontak tidak ingin keluar dari rumah ini.
Jujur saja sedih rasanya hati ku ini melihat semua yang terjadi dalam rumah tangga kami yang singkat ini.
"Bella, aku akan kembali lagi ke sini nanti. Kamu tunggu mas ya!"
"Mang tolong ganti kunci rumah ini, dan jangan sampai mas Dani bisa masuk ke dalam rumah lagi."
"Baik non."
Aku masuk ke dalam kamar, aku kembali menangis dengan semua ini. Rasanya hati ku perih sekali melihat keadaan rumah tangga ku.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Neng, ada ibu dan bapak datang."
"Iya bi ..."
Aku keluar kamar menghampiri ibu dan bapak di sana, aku berlari ke dalam pelukan ibu. Aku menangis sejadi-jadinya di sana.
"Sudah nak sudah, jangan menangis lagi mungkin ini semua cobaan dari tuhan untuk mu dan juga anak mu."
__ADS_1
"Bu ... Apa kah ini karma untuk ku karena aku sudah mengambil mas Dani dari mbak Dina?"
"Tidak nak, tidak ada karma di dunia ini. Ini semua hanya lah takdir dari tuhan, tuhan sayang dengan mu maka itu lah ia menunjukkan bagaimana Dani sebenarnya."
"Benar kata ibu mu nak, kamu jangan bersedih lagi kasihan anak mu. Kamu harus bangkit dan membesarkan anak mu buat ia merasa bangga mempunyai ibu kuat seperti mu. Maaf kan bapak karena sudah merestui mu dengan Dani."
"Ini semua salah ku pak ..."
Malam hari nya kami makan bersama, sejujurnya aku tidak nafsu untuk makan tapi mengingat perkataan bapak dan ibu, aku paksakan untuk makan hingga habis.
Kini aku tidur bersama ibu, sedang kan bapak tidur di kamar sebelah ku. Ibu banyak bercerita tentang masa lalu nya dengan bapak ternyata ibu juga istri kedua bapak. Tetapi beda nya ibu di mintai langsung oleh istri pertama nya untuk mengganti kan ia saat ia sudah meninggal dunia.
Tanpa terasa aku terlelap di dalam pelukan ibu, aku sangat bahagia di setiap kondisi ku kedua orang tua ku selalu ada bersama aku.
Keesokan harinya ...
Aku bertemu dengan seorang notaris untuk menjual rumah ini, aku akan segera pindah dari sini agar tidak bisa di ganggu lagi oleh mas Dani.
"Jadi kenapa Bu Bella ingin sekali menjual rumah ini?"
"Saya hanya ingin membuang semua kenangan bersama mantan suami saya, maka nya saya jual ini rumah."
"Baik lah kalau begitu, saya akan segera cari kan orang untuk membeli rumah bu Bella dengan harga yang sudah di patok sejak awal."
"Tolongs segera ya pak, karena proses persidangan juga sebentar lagi akan berakhir."
"Apa ibu dan pak Dani menikah resmi? Maksud saya ..."
"Ya kami baru meresmikan nya kemarin saat mas Dani mencerai kan mbak Dina, tapi saya memutuskan bercerai kembali karena lain hal."
"Maaf jika saya lancang, kalau begitu saya permisi dulu bu."
"Ya."
Rasa kecewa yang menusuk hati ku membuat aku semakin mantap untuk menjual rumah ini, aku tidak bisa membayang kan betapa sakit nya hati mbak Ita dulu saat mas Dani berselingkuh dengan sang mantan bahkan mereka bertetangga dengan sangat baik.
__ADS_1
"Kamu harus kuat ya anak ibu."