
Mantan ibu mertua mendatangi restoran ku dan membuat keonaran di sana, aku merasa geram karena tingkah nya seperti anak kecil saja.
Saat aku sedang di butik tiba-tiba saja pegawai ku memberitahukan bahwa di restoran ada kekacauan yang di buat oleh mantan ibu mertua ku.
Aku dan mas Wahyu bergegas pergi menuju restosan untuk melihat apa yang terjadi secara langsung, meskipun aku sudah melihat nya di layar cctv yang langsung terhubung dengan hp ku.
"Kamu tenang sayang, jangan emosi dan kelepasan. Mungkin itu trik agar kamu mau kembali dengan anak nya jadi kamu harus menjaga emosi mu" ucap mas Wahyu mencoba untun membuat ku tenang.
"Aku sangat geram dengan kelakuan ibu, mas. Aku sudah kata kan jika aku tidak akan kembali pada mas Dani, karena aku sudah akan menikah dengan mu nanti!" Ucap ku dengan prasaan yang geram.
Setelah beberapa saat perjalanan kini kami sampai di restosan ku, ternyata ia membuat tidak nyaman pengunjung dengan berteriak-teriak di dalam sana.
"Sejak kapan ia berada di sini?" Tanya ku pada salah satu pegawai.
"Sejak tadi bu." Jawab nya gugup.
"Bagaimana ia bisa seperti itu sih?"
"Awal nya ibu itu makan seperti biasa, namun ia mencoba untuk kabur dan kami menahan nya agar ia membayar lebih dulu karena makanan yang ia makan cukup banyak. Lalu ibu itu berteriak-teriak bilang jika ibu itu istri yang tidak tahu terimakasih, istri durhaka yang doyan selingkuh!" jelas nya.
Sungguh miris melihat ibu mertua melakukan itu semua, kini aku sudah berada berhadapan dengan ibu mertua. Ia terkejut saat melihat ku datang dengan mas Wahyu.
"Ibu berhenti atau saya panggil kan polisi untuk membuat ibu berhenti!" Gertak ku.
"Berani kamu membawa polisi untuk ibu?"
"Apa sih yang ibu lakukan itu hah?" Ucap ku geram. Mas Wahyu memegang tangan ku agar aku tidak terlalu emosi dalam menghadapi masalah dengan ibu mertua.
"Sudah ibu bilang, ibu akan melakukan apapun agar kamu kembali dengan Dani anakku dan bukan dengan dia. Dia siapa? Laki-laki yang hanya menginginkan harta mu saja, dia laki-laki benalu."
"Siapa yang benalu? Justru ibu dan anak ibu yang benalu, apa ibu lupa jika dulu siapa yang memberikan nafkah untuk keluarga ibu? Siapa yang membayar semua tagihan di rumah ibu? Meskipun ibu tahu jika mas Dani hanya memberikan uang sebesar dua ratus ribu, dan ibu menikmati semua hasil kerja mas Dani!" Geram ku. Seketika wajah ibu memerah menahan malu mendengar ucapan ku barusan.
"Maaf ibu, lebih baik ibu pergi dari restoran istri saya karena jika tidak ..."
"Kamu bukan siapa-siapa kami, jadi kamu tidak berhak untuk ikut campur dengan urusan kami!" Potong ibu.
__ADS_1
"Saya suami Ita yang sekarang jadi saya berhak untuk ikut campur semua urusan yang menyangkut istri saya!"
"Alah kalian itu pasti selingkuh makanya kalian mau menikah!"
"Apa ibu tidak malu dengan ucapan ibu barusan? Yang selingkuh duluan itu mas Dani dan langsung menikah pun mas Dani, tapi kenapa ibu menyalahkan aku setelah sekian lama ibu menghilang. Bukan kah ibu bahagia memiliki menantu seperti Dina?"
"I-itu ..."
"Lebih baik ibu segera pergi sebelum saya panggil kan polisi, dan saya akan tetap melaporkan semua ini karena ibu sudah membuat istri saya mengalami kerugian baik secara materi maupun non materi akibat ulah ibu ini!" Jelas mas Wahyu panjang lebar.
"Jaga mulut mu itu, kamu pasti karyawan biasa berbeda dengan anakku Dani ia manajer di perusahaan nya!"
"Oh ya, perusahaan apa itu?"
"Anu ... E ..." Ibu gelagapan menjawab pertanyaan mas Wahyu.
Hingga akhirnya ibu pergi meninggalkan restosan ku yang sudah berantakan akibat ulah ibu, bahkan ibu juga memviral kan restosan ku dengan menyebut kan aku menantu tidak tahu malu.
"Mas, bagaimana ini?" Tanya ku pada mas Wahyu.
"Baik lah mas."
Akhirnya aku menutup restosan ku dan menyuruh karyawan ku bekerja lembur untuk memberes kan kekacauan yang terjadi.
Setelah selesai membuat laporan aku dan mas Wahyu kembali ke restoran untuk melihat perkembangan nya, saat sampai di sana ternyata semua sudah beres dan restosan pun kemblai di buka.
Kami pulang menuju rumah ku dan menceritakan semua nya pada ibu, ibu menjadi geram dengan tingkah mantan besan nya itu.
"Mau apa lagi sih dia tuh, ta?" Tanya ibu.
"Ibu meminta ku untuk kembali dengan mas Dani, bu."
"Lah ... Siapa suruh dulu anak nya menyakiti mu."
"Sudah lah bu, tinggal beberapa hari lagi aku dan mas Wahyu menikah. Mungkin ini semua cobaan menjelang menikah!"
__ADS_1
"Kamu yang sabar ya nak, Wahyu sabar yah! Ibu juga tidak menyangka jika mantan besan ibu seperti itu tingkah nya. Beruntung Ita sudah berpisah dengan Dani, coba kalau belum? Bisa di bayangkan seperti apa jadi nya!"
"Iya bu, ingin rasanya aku maju kan acara nikah nya menjadi besok agar aku lebih leluasa menjaga Ita!"
"Kamu ini ada-ada saja loh!"
"Aku srius sayang, aku tidak ingin jika kamu terhasut lagi oleh mantan mertua mu itu. Dan kembali dengan Dani, aku sudah menyayangi Tiara seperti anak kandung ku sendiri."
"Makasih ya mas."
"Tentu saja aku harus seperti itu, karena aku tidak boleh hanya mencintai ibu nya saja tapi harus dengan anak nya juga dong!"
Kami semua terharu mendengar penuturan mas Wahyu, aku merasa ada yang aneh di dalam hati ku ini. Karena aku selama ini tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh mas Dani.
Malam hari nya ...
Kami makan bersama di meja makan, Tiara selalu menanyakan tentang mas Wahyu karena memang selam sini mereka sudah sangat dekat sekali.
"Bu, apa ibu menyangi papah?"
"Tentu saja sayang, kenapa?"
"Jika nanti aku memiliki adik, apa ibu masih sayang dengan ku?"
"Kenapa sayang? Ada apa?"
"Aku mendengar cerita teman ku yang menikah lagi dengan orang lain, dan ibu nya lebih sayang dengan adik tiri nya di banding kan dia" terlihat raut wajah Tiara sedih.
"Ibu akan tetap menyayangi kedua anak ibu, tidak akan ada yang di bedakan. Kamu jangan khawatir sayang, ibu akan tetap sayang dengan mu maupun dengan adik tiri mu. Tapi kamu juga harus sayang dengan adik tiri mu itu ya karena kalian tetap sama di hati ibu!" Jelas ku pada Tiara.
"Iya bu, maakasih banyak!"
"Iya sayang."
Aku tahu bagaimana kekhwatiran anak ku itu, ia merasa takut jika aku lebih sayang dengan adik tiri nya di banding kan dengan dia.
__ADS_1