
Dina yang mendengar itu pun seketika mematung, bagaimana kalau ibu-ibu di sini bawa ia adalah pelakor itu? pasti mereka akan menghajar Dina habis-habisan. Belum lagi mengenai scandal nya dengan ketus RT di komplek itu.
"Ah kalau mas Dani dengan pelakor gampang saja bu ibu, aku akan meminta cerai dan mengambil harta goni gini. Karena semua yang mas Dani miliki adalah atas nama ku."
"Wahh enak kalau begitu tidak perlu khawatir lagi dong," ucap bu endang.
"Tapi ya mbak Dina alangkah lebih baik pakaian mbak Dina lebih tertutup sedikit, karena bukan apa ya ibu-ibu. Kami agak risih melihat nya, di sini kan banyak anak bujang dan bapak-bapak selalu nongkrong di pos ronda sana jadi tidak baik di lihat mereka, itu aurat" ucap Bu RT panjang lebar.
"Oh, maaf saya terlalu biasa membawa kehidupan di luar negeri. Maklum lah saya sudah lama tinggal di Bangkok."
"Ngapain di Bangkok? Ngelonte ya mbak?" Tanya ibu-ibu yang lain.
"Shuttt jangan bicara sembarangan, siapa tahu mbak Dina di sana kerja halal. Iya kan mbak?"
"Ha a ... i-iya lah pasti nya halal, saya di sana kerja dengan majikan saya menjaga ibu nya yang sudah tua" bohong Dina.
"Oh begitu ya."
"Berapa ini mang?"
"Ayam setengah, ikan kembung sekilo, ceker nya satu setengah kilo, bayam, kangkung, tempe, tahu, kol, wortel, tomat, terong ungu terong hijau, timun dan cabe rawit ya mbak?"
"Iya hitung semua nya."
"Semua nya jadi dua ratus lima puluh ribu."
"Ini," ucap Dina sambil memberikan uang tiga lembar berwarna merah.
"Aduh belum ada kembalian ini, beli kan saja lagi apa kek."
"Ya sudah belikan saja buat kerupuk, dan bumbu lain atau sayuran lain. Pas kan uang nya."
"Oke, ini mbak."
"Makasih mang, mari ibu-ibu."
__ADS_1
Aku melangkah masuk ke dalam rumah, saat di dalam rumah ia mengambil hp nya dan ternyata sudah ada pesan masuk dari nomor baru pak RT yang khusus komunitas dengan nya.
["Suami kamu pergi berapa lama, Din?"]
["Seminggu kata nya pak"] send.
Ting!
["Kalau begitu bisa dong kita bermain sebentar, daripada kamu main sama terong, timun dan wortel."]
"Sial RT satu ini, tahu saja rencana ku," gunam Dina.
Ting!
["Tadi saya dengar kamu pernah kerja di Bangkok kan? Saya tidak percaya jika kamu bekerja hanya menjaga ibu majikan mu, saya tahu kehidupan di Bangkok seperti apa. Jadi jangan ada yang di sembunyikan dari ku."]
["Ya sudah mau di mana?"] send.
Ting!
["Besok saya akan pergi keluar kota, saya mau kita ketemu di hotel dekat perbatasan sana. Saya tunggu kamu jam tujuh malam ya."]
Aku kembali merebahkan badan ku di atas kasur, aku merasa mas Dani seperti ada yang ia sembunyikan dari ku. Bahkan aku merasa jika yang di kata kan ibu-ibu tadi benar.
Meskipun tak ku pungkiri bahwa aku juga seorang pelakor, tapi aku tidak rela jika suami ku di rebut oleh pelakor gatal mana pun itu.
Ketika aku sedang menonton film kesukaan ku, tiba-tiba hp ku berdering dan saat ku lihat ternyata mas Dani menelfon ku.
Kringgg ... Kringgg ... Kringgg ...
"Hallo dek."
"Iya mas?"
"Aku sudah sampai di penginapan, apa kamu baik-baik saja di rumah seorang diri?"
__ADS_1
"Aku baik-baik saja ko mas."
"Kalau kamu merasa kesepian, kamu minta teman kan saja sama adikku si Yoga."
"Nanti jika aku mau di teman kan aku akan menghubungi nya mas, kamu dengan siapa di penginapan itu?"
"Dengan pak Riki dan Sintia sekretaris nya pak Riki."
"Apa kalian satu tempat tidur?"
"Ha ha ha jangan bercanda sayang, kami memesan tiga kamar tidur. Kamu tenang saja, oh ya. Apa bekal dari mas itu cukup?"
"Cukup ko mas, kan cuman belanja untuk makan ku saja."
"Aku khawatir dengan mu dek, aku telfon kan Yoga ya biar teman kan kamu di sana."
"Besok saja mas suruh dia teman kan aku, malam ini aku bisa ko tidur sendirian."
"Ya sudah kalau begitu, mas kerja dulu ya."
"Dah sayang, semangat kerja nya ya. Pulang bawa uang yang banyak."
"Pasti cinta ku, dah love you." Tuttt
Belum sempat Dina menjawab nya, namun sudah di putuskan sepihak oleh Dani. Ia mengirimkan pesan pada pak RT untuk memajukan pertemuan mereka karena besok akan ada adik ipar Dina yang menginap.
Entah apa yang akan terjadi antara Dina dan sang adik ipar, mengingat Dina mantan wanita malam besar kemungkinannya bahwa Yoga pun akan menjadi mangsa berikut nya.
Setelah pukul satu malam dan keadaan komplek sudah sepi, pak RT mendatangi Dina. Memang mereka sudah membuat janji untuk bertemu malam itu.
"Hai cantik sudah lama menunggu?"
"Tidak pak, ayok masuk ke kamar saja."
"Kamu semakin cantik saja, apa pak Dani tidak menyesal meninggal istri nya yang cantik ini sendirian?"
__ADS_1
"Saya tidak masalah pak kalau di tinggal mencari uang, asal tidak di tinggal tidur dengan pelakor saja."
Beberapa menit kemudian mereka memulai semua nya dengan sangat bergairah, hingga setengah dua berlalu pak RT kembali ke rumah nya. Karena setiap jam tiga subuh Bu RT selalu bangun untuk bersiap sholat subuh.