Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 21


__ADS_3

Hari ini aku akan menikah dengan Bella, wanita muda yang semula menjadi wanita sewaan ku malam itu.


Satu malam bersama Bella membuat ku terlena, bahkan aku sampai rela memberikan apapun demi wanita itu. Aku rela membohongi Dina istri kedua ku demi melindungi dan menikmati setiap inci tubuh Bella.


Mungkin karena Bella masih muda karena itu sebab nya ia sungguh berenergi saat melayani ku.


"Ayok mas kita masuk," ajak Bella saat kami sampai di depan rumah nya itu.


"Apa tidak masalah jika ayah dan ibu mu tahu aku akan menikahi mu?"


"Tentu saja tidak, yang ada mereka akan merasa senang. Karena setelah ini aku akan berhenti menjadi wanita malam dan akan di nafkahi kamu mas. Bukan begitu?"


"Ya kamu benar sayang."


Akhirnya aku dan kedua orang tua nya Bella sepakat untuk melaksanakan pernikahan di KUA hari itu juga. Beruntung pak penghulu nya sedang kosong jadi kami bisa menikah cepat.


"Jadi nak Bella ini akan menikah dengan nak Dani?" Tanya penghulu.


"Benar pak."


"Apa sudah yakin?"


"Maksud bapak apa? Apa saya terlihat tidak mampu untuk membiayai Bella?"


"Mas sabar, ini hanya pertanyaan umum jika akan menikah. Ya, saya yakin bahkan sangat yakin pak."


"Baik lah jika sudah yakin, maaf tadi saya hanya memastikan saja. Nak Dani ikuti ucapan saya ya."


"Saya nikahkan dan kawin kan engkau Dani Ramdhani binti Abdul dengan Bella Saphira binti Rojak dengan maskawim seperangkat alat sholat dan uang tunai senilai lima juta rupiah di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawin nya Bella Saphira binti Rojak dengan maskawim tersebut di bayar tunai."


"Bagaimana?"


"Sah."


"Sah."


Ucap mereka serempak yang menyaksikan pernikahan kami.


Setelah selesai kami hanya makan-makan biasa di rumah, dengan makanan catering yang ku pesan tadi. Semua serba mendadak, hingga bermunculan cibiran para tetangga yang menganggap jika Bella hamil di luar nikah.


"Alah paling si Bella itu hamil di luar nikah, makanya langsung di nikahi sama tuh cowo nya."


"Iya bener, kita tahu sendiri kan kalau si Bella selama di kota itu jadi wanita malam."


Aku dan keluarga Bella hanya diam mendengarkan semua nya, memang mungkin saja Bella sebentar lagi akan hamil. Karena pada malam itu entah berapa kali aku mengeluarkan larva di dalam rahim nya.


Setelah semua selesai, malam ini aku tidur di kamar milik Bella. Kamar yang cukup sederhana namun nyaman untuk di tempati.

__ADS_1


"Mas, maaf jika kamar ini mungkin tidak sebesar kamar di rumah mu."


"Tidak masalah sayang, yang penting malam ini kamu layani ku lagi dengan luar biasa lebih dari malam itu. Karena sekarang aku adalah suami sah mu."


"Apa pun yang suami ku inginkan, tapi jangan lupa mobil dan rumah nya ya."


"Gampang itu sayang, besok kita ke sorum mobil ya."


Kami mulai melakukan ritual wajib, lagi-lagi Bella membuat ku terlena dan lupa dengan segala nya. Ia benar-benar melayani ku dengan sangat luar biasa nikmat.


Saat kami tengah asyik berulang kali hp ku berdering, hingga kami terganggu.


"Kenapa berhenti sayang?"


"Lihat siapa yang menelfon mu mas."


"Alah biarkan saja."


"Tapi itu mengganggu ku yang bekerja, bagaimana jika aku tidak memberikan hasil maksimal untuk suami ku di malam pertama ini?"


"Baik lah, akan ku silent terlebih dahulu hp ku. Agar tidak menggangu kita."


Kuraih hp ku di atas nakas dekat kasur, saat ku lihat ternyata Dina yang sedari tadi menghubungi ku tiada henti nya.


Bahkan ia mengirimkan pesan berulang kali, aku membiarkan nya tanpa berniat membalas atau menjawab telfon dari nya.


Kami melanjutkan aktivitas kami yang sempat terhenti tadi, hingga menjelang subuh tiba kami baru berhenti. Bella terlihat sangat kelelahan akibat melayani ku dengan sangat lincah.


"Mas."


"Ya sayang?"


"Apa kamu mau lagi? Aku masih kuat ko."


"Istirahat lah sayang, kamu sudah melayani ku dengan sangat baik."


"Tapi di pagi hari katanya bagus untuk pembuahan, apa kamu tidak ingin memiliki anak cepat dari rahim ku?"


Aku diam sejenak, bingung antara meniyakan dan menolak. Tetapi jika aku menolak nya itu sama saja aku menolak rezeki dari tuhan.


"Baik lah sayang, tapi pelan-pelan saja ya, kasihan kamu kelelahan" iya mengangguk dan bangkit dari tidur nya.


Kami mulai melakukan aktivitas kembali, hingga adzan subuh berkumandang. Terdengar suara ketukan pintu dari luar yang membangun kan kami.


Tok ... Tok ... Tok ...


"Bella, Dani ... Apa kalian sudah bangun?" Suara sang ibu.


"Biarkan saja lah bu, mereka kan pengantin baru mungkin kelelahan. Apa ibu tidak mendengar nya tadi malam hingga tadi sebelum subuh?" Tanya Abah bella.

__ADS_1


Deg


Apa semalam terdengar suara kami hingga keluar? Jika memang benar betapa malu nya aku nanti, Bella yang melihat kekhawatiran di wajah ku pun akhirnya bersuara.


"Tenang saja mas, Abah hanya bercanda. Kamar ini kedap suara ko."


"Benar kah?"


"Ya benar mas."


"Syukur lah, apa kamu tidak kesakitan?"


"Sedikit, tapi aku bahagia."


"Kenapa?"


"Karena aku melayani suami ku, bukan suami orang lain yang menyewa ku."


"Terimakasih banyak sayang, kalau begitu mas mandi dulu ya. Setelah pagi tiba kita akan berangkat mencari mobil baru untuk mu. Tapi beli yang murah saja dulu ya, karena mas belum gajihan."


"Tidak masalah mas, mandi lah dulu. Aku akan memakai pakaian setelah itu akan menyiapkan sarapan pagi untuk suami ku tercinta."


Kami keluar bersama dan melihat ibu dan Abah bella senyum-senyum melihat kami yang baru saja bangun.


"Ya ampun pengantin baru, baru bangun!"


"Iya nih bu."


"Sampe anak ibu jalan nya seperti itu ha ha ha" ledek nya.


"Ah si ibu kaya yang enggak pernah aja, apa ibu lupa? Dulu juga ibu kaya gitu bahkan same enggak bisa jalan ha ha ha."


"Ih si Abah buka kartu, ya sudah kalian mandi saja dulu."


"Mandi bareng bu?" Tanya ku polos. Karena selama aku menikah dengan Dina dan Ita tidak pernah melakukan itu.


"Iya, itu Sunnah loh."


"Lain waktu saja bu, kasihan istri ku kesakitan."


"Apa kamu sakit nduk?"


"Tidak bu."


"Ya sudah ajak suami mu mandi bersama."


"Ayok mas."


Mau tidak mau aku pun menurut saja, karena ini kenikmatan yang tiada tara dan tidak boleh di sia-sia kan.

__ADS_1


Setelah selesai semua aku dan Bella berpamitan untuk mencari mobil baru dan rumah baru untuk Bella.


Bella meminta rumah bertenggaan dengan ku dan Dina. Tetapi aku tidak langsung mengiyakan karena mengingat Dina itu sangat buas. Tetapi itu juga akan membuat ku hemat biaya untuk mengunjungi kedua nya.


__ADS_2