Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 43


__ADS_3

Setelah berulang kali meminta Bella membuka kan pintu namun tak kunjung di buka kan, aku langsung pergi menuju kosan Ria aku akan membawa nya untuk bicara dengan Bella di rumah agar aku tidak bercerai dengan nya.


Aku tidak ingin dalam sekali langsung bercerai dua, sungguh tidak bisa aku bayang kan jika hal itu terjadi.


"Loh mas sejak kapan di sana? Ayokk masuk, pasti kamu kangen ya sama aku. Secara aku kan jauh lebih muda dari istri ketiga kamu itu."


"Diam kamu, cepat bersiap lah kita ke rumah Bella sekarang!"


"Apa sekarang? Secepat ini mas?"


"Sudah ayok cepat."


Setelah menunggu lima belas menit kemudian, aku dan Ria pergi menuju rumah Bella di jalan mawar.


Saat di mobil aku menyuruh nya untuk bicara tentang semua itu tidak benar dan ia lah yang menggoda ku, bahkan aku juga menjanjikan memberikan uang senilai seratus juta untuk nya jika ia mau melakukan itu semua.


"Seratus juta mas?"


"Iya, bagaimana?"


"Oke aku setuju."


Kami menelusuri jalanan yang macet ini, sudah empat hari aku tidak masuk kerja dan sebenarnya aku sudah di berikan sanksi oleh bos ku yang baru.


Bos ku yang lama telah di ganti kan oleh yang baru dan ia pun di cerai kan oleh istri pertama nya, ternyata itu semua harta milik sang istri.


Sungguh laki-laki mokondo. Setelah beberapa saat perjalanan akhirnya kami sampai di depan rumah yang ku beli untuk Bella.


"G1 l4 mas rumah nya bagus sekali, ini beneran rumah istri mu? Pasti ia sangat kaya raya, pantas saja kamu tidak ingin bercerai dengan nya."


"Ini rumah yang ku berikan pada nya sebagai kado pernikahan kami, dan sekarang sudah ia ganti menjadi nama orang tua nya."


"Wahh banyak juga duit mu itu mas."


"Sudah ayok masuk."


Aku melangkah masuk ke dalam rumah, aku melihat pekerja baru di rumah ini yang tidak pernah ada sebelumnya karena selama ini hanya ada bi inem di rumah ini.


"Bi, tolong panggil kan ibu untuk datang ke sini."


"Baik tuan," bi inem langsung pergi menuju arah kamar kami.


Ria terus memperhatikan rumah ini dengan takjub bahkan sesekali ia memfoto isi rumah ini. Selang beberapa menit Bella turun ke bawah dan ia sangat terkejut melihat ku membawa Ria datang ke rumah ini.


Kami mengobrol bersama hingga sampai Ria mengacau kan semua nya, ia berbicara semua pembicaraan kami saat di Surabaya dan di jalan. Bahkan ia juga dengan tidak sadar diri nya menghardik istri ku yang cantik ini.


Bella begitu marah saat mendengar semua itu hingga ia memanggil mang Ujang untuk mengusir kami, padahal niat ku membawa Ria datang ke sini untuk membuat nya bicara bahwa kami akan bercerai dengan semua ini tidak benar.


Dengan sedikit paksaan aku keluar dan membawa Bella ke kosan nya hingga sampai di sana ternyata barang-barang milik Bella sudah berada di luar kamar nya itu.


"Loh ko, ini siapa yang melakukan nya?"

__ADS_1


"Tadi ibu dan bapak kos yang melakukan itu semua, mereka tidak ingin menampung pelakor seperti mu di sini," ucap salah satu penghuni di sana.


"Tapi saya sudah membayar semua nya sampai tiga bulan lunas."


"Oh ya, ini juga ada titipan dari bu kos untuk mbak Ria."


Dan saat di buka ternyata uang kos milik Ria selama dua bulan sisa nya, ia melirik ke arah ku dan meminta aku untuk membawa nya pulang.


Di saat bersamaan aku menerima telfon dari kantor dan ternyata ...


"Hallo pak Dani."


"Iya saya, kenapa Lusi?"


"Pak Berto menyuruh saya bertanya pada bapak, kenapa bapak tidak masuk-masuk ke kantor?"


"Anu ... E ... Saya sedang mengurus sidang saya bersama mantan istri."


"Pak Berto menyuruh saya menyampai kan juga, tapi maaf sebelumnya ya pak. Jika bapak besok diminta untuk tidak usah datang lagi ke kantor karena bapak sudah di pecat secara tidak hormat oleh pak Berto."


Deg


Aku kaget mendengar penuturan Lusi, bahwa aku di pecat secara tidak hormat. Sungguh aku terkejut luar biasa aku tidak menyangka jika aku akan di pecat seperti ini oleh bos ku yang baru itu.


"Kenapa mas?"


"Tidak, sudah bawa semua barang mu dan masukkan ke dalam mobil kita pergi ke rumah ibu ku."


Aku menyewa mobil dengan niat untuk pulang pergi ke kantor, tapi jika begini jadi nya. Aku tidak tahu harus seperti apa lagi?


Mobil ku selama ini sudah di ambil oleh Dina dan Bella sedang kan mobil yang lama di jual oleh Ita. Sungguh ingin pecah rasanya kepala ku ini


Akhirnya kami sampai di rumah ibu, Ria terkejut saat melihat keadaan rumah ibu karena tidak sebesar rumah milik Bella.


Karena rumah yang besar sudah di jual tanpa sepengetahuan ku oleh Dina, dan sekarang wanita itu pergi entah kemana.


"Dani ..." Ucap ibu terkejut, melihat ku membawa wanita lain selain Bella dan Dina.


"Bu, aku mau tidur di sini."


"Dani, dia siapa?"


"Dia istri baru Dani, bu."


"Astaga Dani, kenapa kamu hoby nya menikah sih? Lalu si Dina dan si Bella kemana?"


"Mereka sudah menggugat cerai Dani."


"Secara bersamaan?"


"Ya, aku kepergok bermesraan dengan Ria di kosan nya. Jadi kami di nikah kan saat itu juga, dan itu adalah ulah Bella."

__ADS_1


"Ulah Bella?"


Aku menceritakan semua pada ibu tanpa terkecuali, aku memang salah sudah berselingkuh ke sana kemari.


Ibu syok mendengar semua itu bahkan ia hampir terjatuh ke lantai.


"Jangan sentuh ibu, ibu sebenarnya sudah malu dengan tetangga melihat mu terus menerus menikah dan bercerai. Ibu harap ini terakhir kali nya kamu menikah, di tambah lagi karena pernikahan mu dengan Dina membuat mu dan adik mu harus bertengkar hingga sekarang ibu tidak tahu keberadaan Yoga dimana," Ucap ibu sedih.


Memang semenjak pertengkaran saat itu, Yoga memutuskan untuk pergi tanpa memberitahu kami kemana ia akan pergi.


Aku sudah sempat mencari nya kemana-mana namun hasil nya nihil, Yoga tidak ku temukan.


Aku dan Ria masuk ke dalam kamar ku, kamar pertama kali aku mencetak Tiara dengan Ita. Kamar saksi bisu antara aku dan Ita.


"Mas ini kamar mu?"


"Iya kenapa?"


"Tidak apa."


Aku merebahkan tubuh ku di atas kasur begitu juga dengan Ria, ia ikut berbaring di samping ku.


Aku menerawang jauh, menyesali semua perbuatan ku pada ketiga istri ku itu. Aku merindukan Ita istri pertama ku yang memberikan ku semangat hingga aku mendapatkan pekerjaan yang layak. Saat dengan kedua istri ku yang lain aku masih merasa sombong karena uang bisa dengan mudah ku dapat kan.


Tapi sekarang? Sungguh aku sial aku di cerai kan oleh kedua istri ku sekaligus, dan aku juga di pecat die perusahaan.


Entah setelah ini bagaimana aku hidup, aku tidak memiliki pekerjaan yang lain selain di kantor.


"Mas, aku lapar. Kita sejak tadi belum makan!"


"Cari saja sana di dapur."


"Ish pesan online saja lah."


"Pesan kan juga untuk ibuku."


"Pesan aja sendiri."


"Hei j4 l4 n6, apa kamu lupa jika uang mu itu dari siapa?"


"Hei uang istri ya uang istri, bukan uang suami!" Jawab nya tak kalau lantang dari ku.


"Durhaka kamu seperti itu pada suami."


"Biarin saja lah! Ngapain harus patuh sama suami yang doyan celup sana celup sini."


"Jaga ucapanmu itu Ria."


"Sudah lah, aku mau makan. Makanan ku sudah sampai, kamu mau makan atau tidak?"


"Kamu saja."

__ADS_1


Sungguh aku tidak menyangka jika sifat asli dari wanita itu seperti ini ada nya. Berbeda dengan Bella ia sangat lembut dan penyayang tidak pernah ia berteriak seperti itu padaku. Kecuali tadi saat bertengkar dengan ku karena ulah Ria.


__ADS_2