
Sudah hampir senja tetapi mas Dani belum juga pulang, sungguh aku menjadi khwatir dengan nya.
Ku putuskan untuk menghubungi nya lebih dulu, wajar saja bukan jika seorang istri khawatir dengan suami nya? Meskipun itu suami hasil rampasan dari wanita lain.
Tutttt ... Tuttt ... Tutt ...
"Ya ampun mas Dani kemana sih? Ko telfon ku tidak di jawab sama sekali?"
Dina terus menghubungi nya hingga akhir telfon pun di jawab oleh Dani.
"Ha-Hallo sayang" suara Dani dengan sedikit ngos-ngosan karena permainan nya dengan sang istri muda.
"Mas, kamu sedang ngapain? Ko kaya habis lari kaya gitu."
"Iya nih dek, mas lagi cape banget tadi mas naik ke lantai sepuluh dengan menggunakan tangga darurat marena lift nya sedang rusak," ucap Dani berbohong. Padahal saat itu juga ia sedang bermain api dengan Bella istri muda nya itu.
"Ya sudah, mas hari ini pulang kan? Aku rindu dengan mas. Karena kita baru saja bertemu tadi dan mas malah pergi lagi."
"Ya ... Ahhh ..." Tanpa sengaja Dani m3n D3 s4h karena kenikmatan yang di berikan oleh Bella.
__ADS_1
"Mas kenapa?"
"Ah tidak sayang, mas tadi makan rujak dari teman yang sedang mengidam rasanya sangat pedas tapi enak sayang."
"Oh ya sudah kalau begitu, selamat bekerja lagi ya mas."
"I-iya sayang dah love you muach."
"Dah sayang." Tuttt
Panggilan di matikan oleh Dina, sungguh saat ini Dina merasa curiga dengan sang suami karena suara ******* nya tadi.
Andai saja Dani tidak mengeluarkan suara itu, mungkin saja Dina tidak akan curiga dengan nya.
Karena ia cantik dan selalu memberikan pelayanan yang sangat maksimal, bahkan setiap Dani pulang ke rumah. Ia selalu berpakaian sexy agar Dani betah berada di dalam rumah dan hanya melakukan nya dengan Dina.
Namun, bukan Dani namanya jika ia puas dengan satu wanita saja.
Di sisi lain, Dani dan Bella sedang asyik bermain dengan cara yang tidak bisa. Dani mencapai kenikmatan berulang kali, bahkan dengan sedikit paksaan akhirnya Bella memberikan apa yang Dani ingin kan padahal ia sedang berhalangan.
__ADS_1
Sungguh Dani yang kurang ajar, ia tidak mau mengerti dengan keadaan sang istri. Ia semakin menajdi hingga adzan Maghrib tiba mereka baru menyudahi semua nya.
"Sayang, bersih-bersih lah dulu. Setelah ini mas harus pulang ke rumah Dina. Kamu tidak masalah bukan jika di rumah sendiri?"
"Tidak masalah mas."
"Ini uang untuk mu, belanja lah sesuka hati mu sayang."
"Terimakasih sayang."
"Sama-sama, mas mau mandi dulu setelah itu mas pulang."
Setelah selesai Dani langsung menancap gas menuju rumah Dina, Dina yang setia menunggu di rumah yang sudah berpakaian dinas. tidak menyangka jika sang suami menolak bermain dengan nya.
Bagaimana mau main lagi? Dia saja sudah sangat kelelahan akibat dengan Bella.
Namun, meskipun merasa sangat kelelahan jiwa lelaki Dani tetap saja berontak bahkan si Joni sudah dengan anteng nya berdiri tegak.
"Ya sudah ayok sayang, tapi sekali saja ya! Mas sedang kelelahan" Dina hanya mengangguk dan melayani Dani dengan senang hati.
__ADS_1
Dani yang sudah sangat lelah hanya bisa berbaring dan akhirnya tertidur.
"Huf dasar. Biasanya mas Dani paling semangat kalau soal jatah tapi ko sekarang kalau kaya gini? Apa ia bermain api di belakang ku? Dan tadi mas Dani ngos-ngosan itu bukan karena naik tangga darurat tapi karena ..."