Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 67


__ADS_3

Beberpa bulan berlalu Bella memilih untuk mengakhiri hidup nya lagi, dan kali ini ia memutuskan untuk terjun dari jembatan yang menghubungkan antar dua kota.


Namun, sebelum itu ia menulis sepucuk surat terlebih dahulu untuk orang-orang yang ia tinggal kan termasuk untuk Dina sang mantan Kaka madu nya itu.


"*Maaf kan aku semua nya, karena aku sudah terlalu banyak menoreh kan luka di hati kalian semua terutama maafkan aku mbak Dina, ibu dan bapak.


Aku terlalu banyak menyusahkan ibu dan bapak untuk itu aku akan membawa kembali anakku menyusul mas Dani tolong ucapkan kata maaf ku untuk mbak Dina dan mbak Ita.


Terimakasih banyak ibu dan bapak karena sudah mau menerima kembali anakmu yang nakal ini*."


Usai menulis kan surat tersebut Bella memang berpamitan kepada kedua orang tua nya, namun Bella pamit untuk berjalan-jalan saja dengan sang buah hati.


Namun, siapa sangka ternyata Bella pamit untuk selama-lamanya. Kegundahan yang di rasakan sang ibu ketika anak dan cucu nya tak kunjung pulang karena hari sudah semakin gelap menjadi awal sebuah firasat yang buruk untuk mereka berdua.


"Pak, cari lah Bella dan cucu kita pak!" Ucap sang ibu.


"Bapak harus cari kemana bu? Lagian Bella kan sudah besar dia bisa jaga diri nya baik-baik. Ibu tenang saja jangan parno begini."


"Masalah nya prasaan ibu tidak enak sejak tadi pak, ayok lah pak kita cari anak kita. Biarpun dia sudah besar dan tua tapi dia tetap anak perempuan kita pak!"

__ADS_1


"Ya sudah ayok!"


Akhirnya sang bapak pun mau menemani sang ibu untuk mencari keberadaan Bella dan juga sang cucu, namun sayang sudah hampir tengah malam mereka tak kunjung mendapatkan apapun.


Dengan prasaan putus asa kedua orang tua Bella melaporkan berita kehilangan kepada pihak kepolisian untuk di bantu mencari tahu dimana keberadaan mereka berdua.


Keesokan harinya ...


Tok ... Tok ... Tok ...


"Siapa?" Teriak sang ibu dari dalam.


Ceklek


"Begini kita langsung saja ya bu, ibu di minta untuk ikut kami ke jembatan penghubung antara kota BD dan kota CJ" ucap polisi wanita itu.


"Memang nya ada apa ya bu?"


"Mari bu ikut kami saja, sudah ada bapak di sana!"

__ADS_1


"Oh begitu ya, ya sudah saya ambil tas dulu di dalam."


Hanya butuh waktu tiga puluh menit perjalanan untuk sampai ke jembatan itu, terlihat dari kejauhan bahwa di sana sudah sangat ramai bahkan ada Ita dan juga sang suami baru nya.


"Pak ada apa ini?" Tanya nya pada sang suami.


"Bu anak dan cucu kita ..."


"Kenapa mereka pak? Dan siapa itu yang si bungkus kain oren ko ada dua?"


"Anak kita sudah tiada bu ..."


"Tidak mungkin pak! Bella dan cucu kita hanya jalan-jalan saja."


"Sabar bu sabar!"


"Tapi pak ..." Sang istri melepaskan pelukan sang suami dan menghampiri jenazah anak dan cucu nya.


Seketika itu juga tangis nya kembali pecah, ia tidak menyangka jika Bella kembali memilih jalan pintas untuk mengakhiri semua ini.

__ADS_1


Ia tidak terima jika sang anak memilih pergi meninggalkan nya sangat cepat, bahkan ia belum bisa melihat sang cucu tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik."


"Ini semua hanya mimpi kan pak?"


__ADS_2