
"Ita dengar sini! Aku tidak akan mengizinkan Tiara untuk bersekolah di luar negeri jika hanya seorang diri. Kecuali kamu membiar kan aku hidup di sana dengan Tiara, jelas aku dengan senang hati akan melakukan hal itu" Ucap Dani tanpa tahu malu.
Ita yang mendengar hal itu pun hanya bisa menggeleng kan kepala, ia merasa malu dengan tingkah mantan suami nya itu.
Dani melangkah menuju meja tempat nya makan tadi, ia tersenyum sumringah karena mendapatkan uang yang banyak akibat perbuatan nya tadi pada sang mantan istri.
"Ayok kita pulang" Ajak Dani pada kedua wanita itu.
"Iya ..."
Semenjak saat itu ia menjadi sering mengganggu Ita, ia selalu saja datang ke restoran milik nya hanya sekedar merecoki dan akhirnya makan gratis.
Namun hari itu, hari Dani mendapatkan s*a* bukan Ita yang ia jumpai melainkan Wahyu yang sudah menjebloskan nya ke dalam penjara tempo hari.
"Dimana pemilik restoran ini?" Tanya Dani.
"Aduh mas Dani ini benar-benar enggak tahu malu ya" Ucap Dini.
"Jangan belagu kamu Din, kamu itu hanya penjaga kasir di restoran istri saya!"
"Ya tuhan mas, sadar diri kenapa? Bu Ita itu sudah jadi istri nya pak Wahyu."
"Sampai kapanpun ia tetap istri saya."
"Dih dasar orang g*l* ..."
"Jaga ucapan mu itu ya Dini, atau aku adukan pada ibu mu di kampung!"
"Adukan saja mas, lagian ibu juga sudah tahu ko dan sudah aku ceritakan juga semua tingkah mas Dani yang bikin malu itu."
"Ada apa ini ribut-ribut?" Suara briton milik Wahyu mengkaget kan mereka berdua.
"Ini pak, mas Dani selalu saja datang ke sini hanya untuk membuat keributan dengan bu Ita, agar dia bisa makan gratis. Karena bu Ita malas meladeni orang g*l* seperti dia!" Ucap Dini panjang lebar.
"Dini tidak baik bicara seperti itu!"
"Maaf pak!"
Lalu Wahyu menatap ku dengan tatapan tajam, seperti tatapan yang saat menjebloskan ku ke penjara.
"Apa sudah puas makan nya?" Tanya nya.
"Hah? I-iya lah masakan istri ku itu enak pasti aku habis kan."
"Oke, Dini berapa jumlah yang ia makan?"
"Satu juta lima ratus pak!"
"Apa mas Dani sudah membayar nya?" Tanya nya lagi.
"Ya belum lah pak, dia kan nunggu ketemu bu Ita dan membuat bu Ita malu lalu membiarkan nya tidak bayar!"
__ADS_1
"Suruh dia cuci piring di belakang, dan suruh bodyguard di depan mengawasi nya! Pastikan ia mencuci dengan bersih." Titah Wahyu sambil berlalu pergi.
Dani hanya bisa mendengus kesal dengan apa yang di lakukan Wahyu pada nya.
Jauh di dalam lubuk hati Dani mengutuk apa yang di lakukan Wahyu pada nya.
"Ayok mas cuci piring, itu sudah banyak menumpuk di belakang!" Titah Dini.
"Diam kamu! Awas aja kamu ceritakan sama orang kampung dan membuat ku malu!"
"Yehh terserah aku dong mau cerita ke siapa aja, apa urusan nya dengan mu?"
"Dasar anak tukang ayam geprek."
"Dasar laki-laki lembek!"
Dani mulai mencuci piring yang ada di belakang, piring yang begitu banyak dan berbagai ukuran.
Piring kotor selalu datang silih berganti tanpa henti.
Setelah sekian lama akhirnya ia selesai juga, kini ia bisa pulang namun dengan tidak malu nya Dani meminta bayaran pada Wahyu yang kebetulan ada di sana.
"Mana bayaran ku?"
"Bayaran apa?"
"Apa kamu sedang bercanda? Aku sudah bekerja mencuci piring dengan sangat banyak."
"Aku tidak bercanda, dan itu lah akibat nya karena kamu tidak mau membayar makanan di sini. Dan setelah di hitung-hitungan kamu sudah membuat saya rugi sebesar lima juta."
"Oh jelas dong, kan itu duit bukan daun."
"Sudah lah sini berikan upah ku karena sudah mencuci piring di sini! Kalau tidak akan aku viral kan sebuah restoran mahal setara dengan bintang lima tidak membayar karyawan nya."
"Silahkan jika kamu mau masuk ke dalam penjara lagi."
"Arghhhhh ... Dasar orang kaya pelit."
"Enggak pelit enggak kaya."
Aku pergi meninggalkan restoran itu dengan prasaan dongkol karena tidak mendapatkan apa yang aku ingin kan.
Sepanjang perjalanan aku terus mengumpat Wahyu dan juga Ita, sesampainya di rumah aku di sambut dengan wajah masam Ria karena membawa mobil nya cukup lama.
"CK dasar tidak tahu malu main bawa kabur mobil orang saja." Ucap nya sambil berdecak pinggang.
"Apa sih? Aku tidak membawa kabur mobil mu, aku hanya pergi jalan-jalan."
"CK emang nya punya duit?"
"Ya jalan-jalan enggak harus pake duit dong!"
__ADS_1
"Sini kunci mobil ku," ucap nya lagi sambil merebut paksa di tangan ku.
Ia keluar rumah dan masuk ke dalam mobil nya, tak berselang lama ia keluar lagi menghampiri ku dengan nafas memburu.
"Dasar tidak tahu malu, udah pake mobil orang sembarangan terus tidak di isikan bensin lagi! Dimana urat malu mu itu sih mas?"
"Yang penting aku tidak selingkuh."
"Aku lebih baik kamu selingkuh mas, dari pada membuat ku sakit kepala tiap hari. Sudah pengangguran nyusahin pula."
"Dani ... Dani ..." Terdengar teriakan ibu dari luar.
Aduhh apa lagi ini kenapa banyak sekali masalah yang datang dalam waktu bersamaan?
"Ada apa bu?"
"Kenapa kamu membuat malu ibu sih?"
"Maksud ibu?"
"Tadi bu Kokom cerita kata nya kamu mengemis makan enak di restoran Ita."
"APA?"
"Benar-benar ya mas kamu itu bikin aku malu saja, kalau begitu kita bercerai saja lah mas!"
"Tunggu-tunggu, ini bukan jalan yang terbaik jangan bercerai!"
"Lagian kenapa sih kamu masih saja mengharapkan mantan istri mu itu hah? Lalu aku ini apa fungsi nya? Hanya ATM mu saja begitu?"
"Bu-bukan begitu dek! Aduhh gimana ini?"
"Sudah lah mas, mulai sekarang kamu urus semua sendiri. Aku sudah tidak ingin lagi ikut campur dengan semua urusan mu itu."
Setelah mengucap kan itu, Ria masuk ke dalam kamar dan mengemasi semua barang-barang nya. Termasuk semua aksesoris yang ia punya, aku berusaha merebut nya agar ia tidak membawa semua emas dan benda berharga agar aku bisa menjual semua itu. Namun, sayang ia mengigit tangan ku hingga aku melepaskan benda itu di tangan Ria.
Ria pergi dengan mobil milik nya, aku diam menatap kepergian istri ku itu. Lagi-lagi aku di cerai kan oleh istri ku sendiri. Malu rasanya karena aku di cerai kan terus menerus.
"Jadi bagaimana ini Dani? Ibu tidak memiliki tabungan, Ria sudah pergi lalu siapa lagi yang akan memberikan nafkah untuk kita?"
"Lagian ibu kenapa sih bicara seperti itu di depan Ria? Jadi dia pergi bahkan mencerai kan aku. Aku malu bu, aku di ceraikan terus oleh istri-istri ku sendiri."
"Sudah lah, ibu tidak mau tahu pokoknya kamu harus mencari cara agar mendapatkan uang!"
"Ibu saja yang bekerja."
"Mau jadi anak durhaka kamu?"
"Iya-iya nanti aku cari kerja biar dapat uang."
Aku masuk ke dalam kamar dan bermain hp, hanya hp ini yang ku miliki saat ini. Hp mata tiga bekas di beli kan Bella dulu meskipun menggunakan uang ku sendiri.
__ADS_1
Tapi rasanya aku sayang jika harus menjual hp ini, lalu aku akan pakai apa untuk mencari wanita-wanita cantik di luar sana? aku sangat bingung sekali. Masalah selalu datang bersamaan.
"Arghhhhh ..."