Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 50


__ADS_3

Semua orang menoleh ke arah Tiara begitu pun aku, aku tidak menyangka bahwa putri ku akan berkata demikian.


"Nak, apa yang kamu kata kan?" Tanya ku.


"Apa ayah tuli? Aku membenci ayah!"


Deg


"Apa ini yang di ajarkan ibu mu hah? Ita apa ini yang kamu ajarkan pada putri ku? Mulai sekarang ia akan ikut dengan ku."


"Ibu tidak mengajarkan apapun pada ku, ibu selalu mengajarkan aku cara menghormati orang yang lebih dewasa dari ku. Tapi ayah? Ayah lupa jika ayah dulu meninggal kan kami begitu saja namun setelah ibu sukses dan memiliki beberapa usaha dan sekarang ibu sukses. Ayah hadir lagi dalam kehidupan kami! Aku malu memiliki ayah seperti mu!" Lantang anakku.


Plakkkk


Aku menampar nya di depan semua orang, sontak saja yang ada di dalam nya menjadi riuh kaget melihat perlakuan ku pada Tiara.


Wahyu menyuruj pada bodyguard nya untuk menahan ku. Agar aku, ibu dan lidya tidak kabur.


Semua para tamu undangan di bubar kan karena keadaan tidak kondusif, Wahyu mengajak putri ku entah kemana. Pikiran ini melayang tidak karuan bahkan Ita dan mantan mertua ku hanya diam saja melihat wahyu membawa putri ku.


Seolah tahu akan di bawa kemana, Ita menatap ku dengan tajam meskipun mata nya kini di penuhi dengan air mata akibat ulah ku. Tetapi mata nya tetap tajam dan mematikan.


"Kenapa kamu hadir lagi dalam hidup kami, mas? Apa mau kamu hah? Uang?" Tanya Ita lantang.


Ingin sekali aku menampar mulut nya yang lancang itu namun apa lah daya, aku tidak ingin memperkeruh suasana di dalam sini.


"Heh janda gatel, emang nya kenapa kalau kami menginginkan uang mu? Apa kamu akan memberikan nya?" Tanya ibu.


"CK ... Ibu dan anak sama-sama tidak tahu malu!" Celetuk ibu-ibu yang sedikit berumur.


"Diam kamu nenek-nenek, ikut-ikutan aja!" Hardik ku.


"Ini semua gara-gara kamu, aku jadi di bawa ke sini!" Celetuk wanita bernama Lidya.


"Lah kan kamu sendiri yang bilang kalau Wahyu itu hamilin kamu, eh rupanya kamu hamil anak orang lain. CK kamu sama mu r4 h4 n nya dengan Ita!"


Ita masih menatap ku tajam tanpa mengeluar kan sepatah kata lagi, ia hanya diam tidak bergeming meskipun aku melihat air mata masih berjatuhan dari kelopak mata nya itu.


Tak berselang lama terdengar suara deru mobil dari luar dan muncul Tiara dengan Wahyu.

__ADS_1


"Ibu sama anak sama-sama mu r4 h4 n," Ucap ibu nyaring.


"Jaga ucapan nenek ya, yang mu r4 h4 n itu ayah. Aku malu menjadi keturunan keluarga kalian!" Lalu putri ku melengos masuk ke dalam.


Tok ... Tok ... Tok ...


"Permisi ..."


"Masuk saja pak dan bawa mereka bertiga!"


Apa? Apa Wahyu melaporkan kami? Tapi apa salah kami pada nya?


"Hei tunggu-tunggu, kamu jangan main lapor aja dong! Emang nya salah kami apa?" Tanya ku melotot.


"Iya mas, aku salah apa? Kan yang menampar anak mu itu dia, bukan aku! Tapi kenapa aku di seret juga?" Tanya Lidya.


"Kalian semua sudah melakukan pencemaran nama baik, dan juga kekerasan pada putri ku! Dengar sini meskipun aku bukan ayah kandung Tiara tetapi aku jauh lebih menyayangi nya daripada kamu. Alangkah lebih baik lagi jika kamu mengurus ketiga istri mu itu, yang kabar nya bernama Bella kembali terjun kedunia malam dalam keadaan hamil anak mu. CK suami dan ayah macam apa ini?" Jelas nya.


Apa? Bella ...! Istri ku ia kembali menjadi dunia malam? Dalam keadaan hamil? Seketika dunia ku hancur mendengar hal itu. Semenjak bercerai dengan nya, aku sudah tidak pernah lagi mendapatkan kabar apapun dari dia.


Bahkan aku sudah mencari kemana-mana, namun tetap tidak ku temu kan wanita itu. Kami di bawa menuju kantor polisi setempat, ibu dan Lidya tak henti nya menyalah kan ku dengan apa yang terjadi.


Padahal ini semua juga ide ibu dan ulah wanita itu.


"CK apa tidak malu sudah menyia-nyiakan tapi kembali lagi dengan alasan cinta, hoekkk ..." Sindir nya balik.


Memang kurang 4 j 4 r wanita ini, ia seperti ulah sawah yang licin saat di tangkap. Kini kami berada di dalam sel, aku cemas dengan ibu karena kami berbeda sel.


Keesokan harinya ...


Kami mendapat kan kunjungan yang entah dari siapa, karena selama di sini kami tidak pernah memberitahu siapapun.


"Kalian ..."


"Kalian mau ngapain ke sini? Mau mengejek ku? Atau mau membuat ku malu? Atau mau membuat ku semakin di penjara?"


"Diam lah ..." Ucap Lidya dan ibu barengan.


Waw keren sekali mereka, baru satu hari di dalam sel bersama. Mereka sudah sangat akrab seperti itu.

__ADS_1


"Apa kamu tidak kapok mas?" Tanya Ita lembut.


"Kapok?"


"Kami melakukan ini semua agae kamu kapok, mas. Udah di pecat dari perusahaan lalu di cerai kan oleh dua istri sekaligus. Nikah karena ketauan z1 n4."


Deg


Aku kaget saat mendengar Ita berbicara seperti itu, dari mana ia tahu semua itu? Karena selama ini yang tahu hanya lah aku dan ibu.


Apa ia bertemu dengan ketiga istri ku? Tapi untuk apa?


"Jangan kaget seperti itu mas!"


"Kamu sudah berhasil membuat anakku membenci mu, sekali lagi!"


"Apa maksud mu?"


"Tiara membenci mu mas, apa kamu lupa?"


"Anak kurang 4 j 4 r itu, kamu mengajar kan nya tidak benar!"


"Aku?"


"Jelas kamu lah, kamu yang selama ini bersama nya sejak kecil ya masa aku!"


"Kamu mengakui nya secara tidak langsung, kamu mengakui jika kamu sudah menelantarkan anak dan istri mu."


"Aku tidak menelantarkan kalian berdua, hanya saja dulu ..." Aku melirik ke arah ibu yang sedang makan, makanan yang di bawa oleh Ita.


Ita masih saja baik dengan membawa kan kamu makanan, meskipun kami sudah menyakiti nya berulang kali dan hal ini lah yang aku suka dari nya.


Itu sebab nya aku ingin kembali pada Ita, bukan hanya karena kebaikan nya saja. Melain kan karena ia juga sudah semakin kaya raya!


Bahkan aku melihat mobil berjejer di depan rumah nya, aku yakin ia banyak uang nya. Aku heran kenapa ia memilih menikah dengan si Wahyu ketimbang kembali pada ku! Aku tahu jika si Wahyu itu juga menginginkan harta milik Ita.


"Kamu sadar Ita, jika suami mu yang sekarang itu hanya menginginkan harta mu saja!"


"Jangan asal bicara kamu mas, apa kamu lupa jika kalian masuk ke dalam sel karena mas Wahyu!"

__ADS_1


"CK Wahyu itu sangat kaya raya, ia CEO di perusahaan terbesar di kota ini. Dan ia juga CEO di perusahaan mebel, itu lah sebab nya aku tetap mengejar nya" celetuk Lidya.


"Apa? Jadi?" Ucapanku seperti tercekal mendengar semua itu.


__ADS_2