
Bella sudah berkumpul dengan keluarga besar nya, ia berkata jujur dengan ibu dan bapak bahwa ia tidak kuat untuk menjalani semua ini itulah sebab nya ia memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan membawa serta anaknya itu.
Ia ingin menyusul Dani di alam sana ia berpikir tidak akan ada lagi laki-laki yang mau menjalin hubungan dengan nya, namun siapa sangka! Takdir berkata lain satu bulan ia di Australia ia bertemu dengan Kiki laki-laki blasteran Indonesia-Belanda.
Mereka menjalin hubungan cukup lama hingga akhir nya mereka memutuskan untuk menikah, Kiki bukan orang sembarangan ia memiliki banyak cabang perusahaan di Indonesia dan di luar negri.
Bahkan ia juga di beritahu semua kekurangan Bella begitu juga dengan Kiki, beruntung nya Bella di terima dengan lapang dada oleh keluarga laki-laki.
Sedang kan Dina! Ia masih menjadi simpanan om-om di luar sana, ia juga masih menyimpan dendam untuk Bella. Berulang kali ia datangi rumah Bella yang lama namun tidak ada pencerahan sama sekali.
Rumah itu menjadi rumah kosong tidak terawat dan bahkan sudah di penuhi rumput liar, keluarga Bella bukan tidak mau pulang ke Indonesia melainkan mereka tekut jika Eka berhasil bertemu kembali dengan Bella.
Apa lagi sekarang Kanza sudah beranjak remaja, anak cantik itu kini menjadi gadis populer di sekolah nya.
Meskipun ia tinggal di luar negeri tetapi ia bersekolah yang berisi anak-anak Indonesia semua.
"Mamah, boleh aku bertanya?" Tanya Kanza.
"Boleh dong sayang, kenapa?"
"Siapa ayah ku?"
"Ayah mu ya papa Kiki, kenapa memang nya?"
"Apa mamah tidak sedang berbohong?"
"Jelas aja tidak, kenapa nak? Cerita lah!"
"E ..."
"Kenapa sayang?"
"Aku mendengar dari teman-teman ku, kata mereka bilang kalau aku bukan anak papa Kiki."
"Siapa yang bilang seperti itu?" Tanya mas Kiki tiba-tiba.
"Papah ..." Ucap kami serempak.
"Siapa nak?"
__ADS_1
"Teman ku pah, dia bercerita jika papah tidak tahu siapa karena aku anak yang lahir di luar pernikahan!"
Deg
Aku bingung siapa yang membuat cerita bohong seperti ini? Kenapa ia begitu tega melakukan itu semua?
"Semua itu tidak benar nak!"
"Tapi kenapa aku tidak mirip dengan papah atau mamah?"
"Kamu mirip ko!" Ucap ku menenangkan nya!
"Mamah bohong, aku sudah remaja dan aku berhak tahu semua nya mah, pah!"
"Baik lah, besok kita pulang ke Indonesia!" Ucap suamiku.
"Mas ... Apa kamu serius? Bahkan aku tidak ada keinginan untuk pulang ke sana."
"Tapi Kanza benar, ia harus sudah tahu tentang semua ini mah. Tenang saja! Bukan kah kamu sudah mengganti identitas mu? Jadi untuk apa lagi kamu takut?"
"Ya sudah kalau begitu, tapi kita harus bilang dulu dengan bapak dan ibu!"
"Oke lah."
"Jadi besok kita pulang?" Tanya Kanza memastikan.
"Iya sayang, besok kita pulang. Malam ini papah akan menyuruh om Burhan untuk mempersiapkan semua nya! Sekarang kamu tidur lah dulu agar besok terasa segar."
"Baik pah."
Di saat bersamaan Ita yang kini sudah memiliki empat anak ini berencana untuk pergi berlibur ke Bali, karena besok adalah hari libur namun siapa sangka Bella maupun Ita bertemu di bandara.
Lebih tepat nya saat Bella menuju parkiran dan Ita baru saja turun menuju arah bandara.
Ita sempat syok dengan kehadiran Bella yang dengan identitas baru, Bella memanfaatkan situasi itu untuk meminta maaf pada Ita.
Kehidupan Ita berbanding terbalik dengan kehidupan keluarga Dani, saat Ita menemui mereka.
Mereka semua sedang mengemis di jalanan, karena Ita merasa sangat iba terhadap mereka semua, ia memberikan sebuah rumah dan sawah untuk bapak nya Dani dengan atas izin dari sang suami.
__ADS_1
Ita memilih mantan bapak mertua karena sang ibu mertua sangat lah matre, bagi dia uang adalah segala nya ia tidak peduli dengan apa yang terjadi pada mereka semua.
* * * *
Eka yang baru saja keluar dari penjara kini ia bekerja sebagai buruh, karena uang yang ia miliki habis untuk berobat sang ibu.
Sang ibu mengalami penyakit jantung dan stroke akibat ia terkejut karena mendapati kabar bahwa Bella dan cucu kesayangannya meninggal dunia, ia juga merasa tidak berguna karena sudah gagal mendidik anak satu-satunya itu.
Sudah berulang kali pihak Eka meminta damai dengan keluarga Bella, namun sang ibu mertua menolak jika harus berdamai dengan Eka yang sudah membuat masa depan Bella hancur seketika.
Saat ia berjalan ke arah makam ia tidak senjata melihat sekelebat bayangan Bella tetapi dengan satu orang laki-laki dewasa dan seorang perempuan yang sangat yakin.
Eka dengan sangat yakin nya memanggil Bella, namun Bella tidak kunjung menghiraukan panggilan dari Eka.
"Oh s*i* aku sangat yakin sekali bahwa itu adalah Bella, karena ia memiliki wajah yang sangat cantik. Jika itu Bella berarti yang meninggal selama ini siapa?" Tanya nya dalam hati.
Laki-laki itu terus memperhatikan Bella dan keluarga ya itu, ada sedikit nyeri di hati Eka saat melihat Bella bahagia dengan orang lain.
Di tempat lain ...
Kini Ita sudah sampai di Bali dan mereka memilih hotel yang sangat mewah, bukan tanpa sebab sang suami menginginkan jika Ita sangat nyaman dengan semua ini.
Saat pagi hari dengan rasa penasaran Ita mengecek tespek dan hasil nya ...
"Ya Allah ya tuhan ku! Aku hamil lagi?" Ucap nya lirih.
Ya Ita hamil lagi karena sudah hampir lima bulan Ita tidak datang bulan, itu sebab itulah Ita memberanikan diri untuk mengecek semua nya.
"Menantu, biar aku saja! kamu duduk saja di sana bersama anak dan suami mu, kamu tidak boleh kecapean karena anak yang ada di dalam perut mu itu masih sangat rawan" ucap ibu mertua pada Ita.
Sungguh Ita merasa bahagia bukan main karena ia bisa mendapatkan suami sebaik dan sangat sayang pada nya.
Bahkan ia juga menerima semua kekurangan dan kelebihan Ita saat itu, ia sudah menyukai Ita sejak lama tetapi Ita terus saja menolak dengan mengatakan jika ia tidak ingin menikah lagi.
Tiara kini ia sudah menjadi sarjana dan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Tiara sudah di tawari untuk mengganti kan sang papah bekerja namun ia menolak dengan tegas.
Aku mendengar semua perkataan demi perkataan, karena ia tidak ingin merasa terbeban kan oleh nya.
Ita merasa bangga karena sang anak hanya menajdi ibu rumah tangga ku.
__ADS_1
Saat perpisahan tiba, Eka yang barusan hanya liat seperti belur sawah di luar sana meski pun sebenarnya aku sangat lah marah pada nya itu.