Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 7


__ADS_3

Setelah beberapa hari aku diam di rumah ibu, akhirnya aku pulang ke rumah dan saat aku pulang betapa kaget nya aku mendapati suamiku bersama dengan wanita lain di dalam rumah berduaan.


Dengan cepat aku menyuruh Tiara untuk pergi ke dalam kamar nya di lantai atas. Aku tidak ingin Tiara melihat semua ini karena ia terlalu kecil untuk mengetahui masalah sepelik ini.


"Astaga mas."


"I-ita ..." ucap nya gugup.


"Apa yang kalian perbuat mas? dan siapa wanita ini?"


"Mas lebih baik aku pulang dulu saja, kamu selesai urusan mu dengan dia," ucap wanita itu sambil menunjuk ku.


"Ita, mas bisa jelaskan semuanya ayok kita duduk dulu di kursi. Jangan terbawa emosi yah."


"Apa mas?"


"Sayang, kamu jangan salah paham kaya gini. Dia hanya teman lama mas sejak SMA dulu."


"Tapi ..."


"Sudah, kamu pasti cape kan? Lebih baik kamu istirahat saja dulu di kamar, jangan pikirkan tentang apa yang kamu lihat tadi."


Aku menuruti mas Dani, padahal jelas-jelas tadi aku melihat nya berc1 um4n di dalam kamar kami. Sungguh aku melihat nya dengan jelas.


Apa jangan-jangan suami ku berselingkuh dengan wanita tadi?


"Tadi ibu menanyakan mau mas."


"Ada apa?"

__ADS_1


"Kenapa kamu tadi tidak menjemput ku dengan Tiara?"


"oh itu maaf kan aku sayang, tadi temanku itu minta tolong untuk menyiapkan berkas karena dia akan pindah perusahaan dan akan menjadi asisten ku nanti di perusahaan tempat ku bekerja."


"Asisten?"


"Ya."


"Tapi apakah kepala keuangan memerlukan asisten?"


"Sangat perlu sayang."


"Oh."


Sungguh aku tidak tahu mengenai perkembangan perusahaan jaman sekarang, karena setahu ku kepala keuangan tidak memerlukan yang namanya asisten. Sebab mereka beramai-ramai bekerja bukan hanya perorangan seperti hal nya yang di bicarakan mas Dani.


Aku istirahat sejenak di kamar ku, namun aku mencium bau parfum yang asing di hidung ku. Ya ini bukan parfum milik ku.


drtttt ... drtttt ... drtttt ...


"Hallo sayang, apakah istrimu itu marah padamu? Jika ia marah, sudah lupakan saja dia dan kita hidup bahagia. Aku juga ingin tinggal di rumah mu yang tingkat itu sayang, meskipun kamu sudah membelikan aku rumah di komplek sebelah."


"Sayang, kenapa diam saja?"


Hati ku sungguh sakit mendengar ucapan yang di lontar kan wanita itu, berarti memang benar kalau suami ku ada main gila dengan prempuan lain di belakang ku.


"Sebenar nya apa salah ku hingga mas Dani tega melakukan itu?" Tanya ku dalam hati.


Ku letakan kembali hp milik mas Dani di atas nakas, aku keluar untuk membuat makan malam bersama. Namun, aku memasak makanan seadanya saja. Jujur aku masih merasa sakit hati jika mengingat ucapan wanita murahan tadi.

__ADS_1


"Hai ibu, ibu masak apa?"


"Ibu hanya masak ikan saja sayang, tidak apa kan?"


"Tidak masalah ibu, maaf aku tidak membantu ibu."


"Tidak apa, sekarang kamu mandi dulu setelah itu kita makan bersama."


"Apakah kita akan makan bersama ayah?"


"Ya, tentu saja sayang. Memang nya kenapa?"


"Aku kakak nanti saja bu, ibu dan ayah duluan saja."


Setelah mengucapkan itu, Tiara kembali masuk ke dalam kamar nya. Apa anakku melihat nya juga?


Tak lama suami ku keluar kamar dengan muka memerah.


"Kenapa kamu lancang membuka hp ku,Ta?"


"Hah?"


"Kenapa kamu membuka hp ku tanpa izin?"


"Kenapa mas tiba-tiba marah?"


"Argh ..."


Ia pergi meninggalkan ku di rumah, aku tahu pasti wanita tadi sudah mengadu dengan suamiku hingga ia begitu marah padaku seperti itu.

__ADS_1


Memang nya kenapa jika aku membukanya? Itu kan suamiku dan aku berhak atas suamiku itu.


__ADS_2