Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 45


__ADS_3

Aku kaget saat ibu bilang bawa ia tahu semua nya, bahkan aku tidak pernah bercerita sedetail itu pada nya. Aku hanya bercerita sebagian tetapi aneh nya ibu tahu semua seluk beluk nya.


Yang tambah bikin kaget ibu mengusir ku secara halus agar aku keluar dari rumah ini, ibu juga bercerita jika ia sedih karena di tinggal kan oleh Yoga adikku.


Memang salah ku juga karena telah mengusir nya dari rumah ini, padahal aku sendiri tahu jika setelah aku bekerja aku jarang sekali singgah ke rumah ibu.


Bahkan Ita juga takut jika ia pergi seorang diri ke rumah ibu, karena ia tidak pernah di sapa ramah oleh ibu. Dulu ibu pernah bilang pada ku bahwa ia tidak menyukai Ita karena Ita anak orang miskin.


Tetapi baru-baru ini ibu bilang pada ku kalau Ita sudah semakin sukses dan ia juga memiliki warisan yang banyak.


Setelah mengobrol dengan ibu, aku langsung ke depan dan menyeret Ria yang sedang bermain hp di rumah tamu.


"Ayok ikut aku masuk ke dalam kamar, aku mau bicara pada mu."


"Apa sih mas? Jangan kasar dong, aku juga bisa jalan sendiri."


"Sudah jangan banyak bicara."


"Apa?"


Jederrr


Aku membanting pintu kamar dengan sangat kuat, aku tidak peduli terdengar oleh tetangga atau tidak.


"Aku mau kita bercerai."


"Apa? Tidak bisa begitu dong mas! Kita baru saja menikah."


"Aku tidak peduli itu."


"Tapi kenapa? Apa kamu mau kembali lagi dengan mantan istri mu itu mas?"


"Bukan urusan mu."


"Tapi itu jadi urusan ku karena aku sekarang istri mu."


"Aku mau kita bercerai karena aku tidak sanggup menanggung biaya hidup mu, kembali lah ke Surabaya ke rumah ibu bapak mu di sana."


"Aku tidak mungkin kembali ke rumah ibu dan bapak, mereka sudah mengusir ku mas!"


"Aku tidak peduli, karena sekarang aku sudah tidak memiliki uang untuk menampung mu. Dan ibu juga tidak mau kamu berada di rumah ini. Jadi pergi lah sebelum aku sangat marah pada mu."


"Mas ini rumah tangga kita, bukan rumah tangga ibu mu yang sudah bau tanah itu."


Plakkkk


"Jaga ucapanmu itu Ria, dia ibu ku dia yang sudah membesarkan aku."


"Tapi memang benar kan dia itu sudah bau tanah masih aja milih-milih menantu."


Plakkkk

__ADS_1


"Sekali lagi kamu bicara yang bukan-bukan tentang ibu ku, aku tidak akan segan-segan untuk membuat mu menyesal Ria."


"Apa? Apa yang akan kamu lakukan mas? Aku tidak takut dan tidak akan pernah takut dengan itu semua. Aku bicara apa adanya jika ibu mu itu sudah bau tanah masih saja belagu, kamu juga kenapa tidak bekerja? Apa sekarang kamu sudah jatuh miskin? Aku menyesal telah menikah dengan mu jika benar kamu sudah miskin."


Plakkkk


Plakkkk


Aku menampar nya berulang kali hingga ia oleng dan jatuh ke atas kasur, aku tidak memperdulikan nya dan langsung menghujami nya dengan rudal ku.


Ia menangis berontak kesakitan karena aku memasukkan nya dengan paksa.


"Mas su-sudah ber-berhenti."


"Aku tidak akan berhenti jika kamu tidak mau menuruti kemauan ku, dan menarik semua ucapan mu tentang ibu ku!"


"Aku minta maaf, aku akan menuruti semua kemauan mu mas. Tapi tolong berhenti ini sakit sekali."


"Aku tidak peduli."


Aku terus memaksa nya hingga ia jatuh pingsan, setelah selesai aku keluar kamar dan membiarkan nya seperti itu di sana.


Aku akan mencari Yoga nanti jika ia sudah sadar, aku duduk di kursi dapur setelah beberapa kali mencari makanan namun tidak ku temukan juga.


Padahal aku tadi melihat ibu masak dengan lauk yang enak-enak, aku mengetuk pintu kamar ibu ku untuk menanyakan dimana lauk untuk makan.


Tok ... Tok ... Tok ...


"Bu, buka pintu nya Bu. Dani lapar!"


Namun, tidak ada jawaban dari dalam sana. Ibu hening seolah tidak terjadi apa-apa di rumah ini.


Aku berjalan keluar rumah dan pergi ke warung geprek di depan sana, aku membeli satu ayam untuk ku makan.


"Eh Dani, kenapa ko lesu kaya gitu?" Tanya nya.


"Tidak apa bu."


"Gimana enggak lesu wong si Dani abis ehem-ehem sama bini muda nya sampe kedengaran loh ke samping rumah saya saking asyik nya."


"Ya tidak masalah dong bu, kan itu rumah ibu saya dan saya juga melakukan nya dengan istri saya. Kecuali saya melakukan nya dengan ibu. Emang nya kenapa? Ibu sirik ya? Pasti karena suami ibu tidak bisa membuat ibu seperti istri saya, keenakan dengan pelayanan yang saya berikan. Itu lah sebab nya saya doyan nikah cerai!" Seketika wajah ibu tadi memerah menahan malu. Aku tidak peduli dan langsung pulang ketika ayam ku sudah selesai


Saat aku sampai di rumah ternyata Ria belum sadar juga, tapi ia sudah berubah posisi kini ia sudah menggunakan selimut dan berpindah menjadi dekat tembok.


Aku makan dengan lahap, terdengar suara pintu di buka ternyata ibu memberikan sayur untuk ku tanpa bicara ia langsung pergi masuk kembali ke dalam kamar.


Aku merasa salah tingkah jika di diam kan seperti ini oleh ibu.


Malam hari nya ...


Aku melihat Ria sudah bersih dan mandi, bekas tamparan di pipi nya masih terpangpang nyata. Bahkan memar-memar di tubuh putih nya itu masih terlihat jelas.

__ADS_1


Tapi aku tidak mempermasalahkan itu lagi, aku sudah memberikan nya pelajaran karena sudah berani bicara macam-macam tentang ibu ku.


"Mas ..." panggil nya lirih. Karena aku sejak tadi mendiami nya.


"Kenapa?"


"Aku minta maaf, aku akan menuruti kemauan mu tapi jangan cerai kan aku."


"Ya."


"Aku akan bekerja, tapi aku tidak tahu harus bekerja apa? Karena ijazah ku berada di Surabaya semua."


"Jadi wanita malam saja, karena itu kan kemahiran mu!"


"Apa?"


"Terserah kamu saja lah."


Aku keluar kamar di susul oleh nya, di sana juga ada ibu yang tengah menonton tv. Namun, saat aku datang ibu langsung bangkit dan pergi masuk ke dalam kamar.


Ibu masih mendiami ku seperti ini, ibu tidak ingin bicara dengan ku.


"Bu, aku sudah menyuruh Ria untuk bekerja dan dia mau. Ibu jangan mengusir kami dari rumah ini, karena kami tidak memiliki uang bu." Ucap ku di balik pintu.


Tetapi tidak ada jawaban dari ibu, aku putuskan untuk tidur di dalam kamar bersama Ria.


"Mas, aku bingung harus mulai dari mana? Aku baru di tempat ini. Apa tidak ada pekerjaan yang layak selain itu?"


"Memang nya kamu mau bekerja apa?"


"Apa saja yang penting halal, lagian apa mas tega melihat istri mas di jamah oleh orang lain?"


"Biasa saja, karena sebelum dengan ku pun. Kamu sudah terbiasa melakukan itu semua."


"Tapi itu berbeda mas, itu saat kita belum menikah. Dan kini kita sudah menikah."


"Apa beda nya? Jika sekarang aku suami mu, itu hanya status saja. Lagian semua itu sama saja. Kamu sama-sama melayani kedua nya."


"Tapi mas, aku ..."


"Apa lagi sih? Kalau kamu mau ya silahkan tapi kalau tidak ya bodoamat."


"Aku mau ko mas. Asal jangan cerai kan aku."


"Ya. Lusa kita cari kontrakan. Karena ibu tidak ingin menampung kita di rumah ini."


"Kenapa mas? Apa ibu tidak suka dengan ku?"


"Ya kamu benar, ibu tidak menyukai nya. Bahkan membenci mu karena kamu sudah membuat hidup anak nya hancur. Di mulai perceraian ku dengan Bella dan aku di pecat oleh kantor karena berselingkuh dengan mu. Jadi kamu harus bertanggung jawab dengan semua ini."


"Apa? Kenapa aku?"

__ADS_1


"Ya karena semua permasalahan ini semua bersumber dari mu. paham?"


"Tapi mas, semua juga karena ulahmu."


__ADS_2