
Aku sudah membuat surat pindah untuk Tiara dan juga sudah membuat gugatan cerai dengan mas Dani. Semoga saja setelah ini aku tidak akan lagi bertemu dengan nya.
Pertemuan kemarin di hotel sudah cukup jelas, jika ia selalu dan akan terus berselingkuh di belakang istrinya. Aku tidak tahu pasti siapa wanita yang bernama nya itu, ia terlihat lebih muda dari ku.
Bahkan Dina saja tidak begitu muda nya, aku heran dengan mas Dani kenapa ia begitu mudah nya berselingkuh? Padahal dulu saja ia memberikan ku nafkah tidak sebanding dengan gaji nya.
Setelah dari pengadilan, aku langsung mencari rumah untuk ku dan ibu tempati nanti nya. Tentu saja yang tidak terlalu jauh dengan sekolah Tiara juga, karena aku tidak ingin mengambil resiko jika suatu saat mas Dani berhasil menemui kami dan membawa Tiara pergi.
"Hallo, apa ini dengan pak Sanusi pemilik rumah di jalan karet?"
"Ya benar. Ini saya, ada apa ya bu?"
"Begini pak, tadi saya kebetulan lewat depan rumah yang bapak jual itu. Dan saya sepertinya tertarik dengan rumah bapak. Apa bisa kita bertemu untuk melihat-lihat dulu pa?"
"Oh tentu saja bisa Bu, kapan ibu mau bertemu dan melihat-lihat?"
"Sekarang juga boleh pak. Kebetulan saya masih di caffe di jalan karet."
"Oh baik bu, saya segera ke sana. Di sana juga ada pak Ujang satpam di rumah itu."
"Baik pak, saya tunggu ya assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumssalam."
Setelah selesai menelfon pemilik rumah itu, aku mengirimkan pesan pada putri ku dan memberinya kabar.
["Sayang, mungkin ibu akan telat pulang. Jika kamu lapar jangan keluar kamar pesan saja pada resepsionis lewat telfon ya nak"] Send.
Ting!
["Aku sudah makan bu, tadi nenek masak telur balado enak loh! Memang nya ibu masih dimana?"]
["Syukur lah kalau begitu, ibu masih di luar sayang. Lagi lihat-lihat rumah baru untuk kita"] Send.
Ting!
["Iya sayang, tapi jangan dulu bilang nenek biar nanti ibu saja yang memberitahukan nya. Ya sudah ibu mau lanjut lagi, dah sayang love you."]
Ting!
["Oke bu, dah love you to."]
Tidak berselang lama, pak Sanusi datang dari arah rumah yang tidak terlalu jauh.
__ADS_1
"Bu Ita ya?"
"Iya betul pak."
"Oh ayok mari bu kita masuk ke dalam."
"Mari pak."
Aku mengikuti nya dari belakang masuk ke dalam rumah, rumah yang menurut ku cukup besar untuk kami bertiga.
Pak Sanusi menjual nya beserta dengan isi nya, alasan nya menjual rumah ini karena rumah nya yang baru sudah selesai di bangun.
"Ini rumah saya di jamin terawat bu, karena ada mang Ujang dan bi Neneng. Mereka yang merawat nya hingga terlihat selalu bersih dan rapih."
"Jika nanti ibu ingin memberhentikan atau tetap mempekerjakan mereka itu hak ibu."
"Kalau begitu saya akan membawa anak beserta ibu saya dulu ya pak, saya ingin mereka melihat nya juga. Saya pribadi sih suka dengan rumah ini nyaman dan kelihatan nya kompleks ini pun aman karena tadi di depan juga saya sudah bertanya pada satpam komplek."
"Betul sekali bu, itulah sebab nya saya percayakan pada kedua pekerja saya itu."
"Baik pak, jika nanti saya sudah membawa ibu dan anak saya. Saya hubungi bapak lagi, kalau begitu saya permisi ya pak."
__ADS_1
"Oh ya bu, silahkan."
Aku berjalan keluar rumah menuju mobil ku, rumah yang cukup besar dan sedikit murah ini aku merasa cocok tinggal di sini. Aku akan membawa ibu dan Tiara besok ke sini, agar mereka melihat nya juga. Aku harap mereka juga menyukai rumah ini sama dengan ku.