
"Maaf kan aku bu, aku pergi tanpa memberitahu keberadaan ku pada ibu!"
"Ibu senang kamu kembali ke rumah ini nak, jangan pergi lagi ya sayang!"
"Aku pulang hanya ingin melihat ibu saja bu, apakah ibu sehat atau bahkan tidak terurus oleh ..." Aku melirik mas Dani yang baru muncul dari arah dapur.
Dia terpaku melihat ku sekarang ada di depan mata nya, aku memandang nya dengan tatapan tajam.
Aku masih ingat betul bagaimana dia memukul ku dan menghakimi ku atas perbuatan istri nya itu, ia berjalan semakin mendekat ke arah ku. Namun, saat dia semakin dekat ibu menghalangi kami agar tidak terjadi pertengkaran lagi.
Aku melihat ibu semakin kurus tidak seperti saat sedang bersama ku dulu, apa mas Dani tidak pernah mengurus ibu? Aku heran dengan nya, ia anak kesayangan ibu tetapi ia membiar kan ibu semakin kurus seperti ini.
"Apa lihat-lihat?" Kata ku.
"CK dasar anak kecil."
"Bu, apa ibu selama ini di urus dengan benar oleh manusia itu?" Tanya ku sambil menunjuk mas Dani.
"Hei jangan tunjuk aku seperti itu!" Bela nya.
"Ibu baik-baik saja nak, kamu tinggal saja di sini lagi! Jangan tinggal kan bu lagi."
"Tidak bisa bu."
"Kenapa nak?"
"Aku ..."
"Alah paling dia ingin bebas keluar masuk pusaka wanita."
"Jaga ucapanmu itu ya mas!" Bentak ku pada mas Dani.
"Lalu apa?"
"Aku bukan kamu yang nikah cerai nikah cerai, apaan kaya gitu."
"Ya terserah aku dong, aku mampu makanya aku bisa kaya gitu! Memang nya kamu, maen embat punya Kaka sendiri."
"CK dasar tidak tahu diri!"
"Kamu yang tidak tahu diri, sudah ku sekolah kan dengan benar. Di kuliah kan sampai tinggi. Masih saja minim akhlak."
"Oh jadi tidak ihklas kamu menyekolahkan ku mas? Bukan nya ibu yang menyekolahkan ku, dari uang hasil pensiunan bapak. Lagian uang kuliah itu kamu hanya memberikan ku uang sebesar dua juta, itu pun kamu bilang hanya meminjam kan."
"A-apa ... E .. Aku ..."
"Ini dua juta, dan jangan menganggap ku remeh lagi mas!" Ucap ku sambil menyerah kan uang sebesar dua juta pada nya.
"Dapat dari mana kamu uang sebanyak itu? Nyuri ya kamu?" Tanya nya.
"Aku bekerja, emang nya kamu mas! Yang hanya menumpang hidup dengan istri-istri mu saja!"
__ADS_1
"Aku tidak ..."
"Apa kamu tahu jika mbak Bella sudah melahirkan? Sayang nya pasti tidak karena laki-laki macam mas Dani ini kan tidak akan pernah peduli, toh Tiara yang kuliah sampe keluar negeri pun mbak Ita yang biaya kan. Pake sok-sokan mau ambil hak asuh Tiara! Tiada itu sudah besar mas, dia bisa memilih dan melihat apa yang terjadi antara ibu dan ayah nya!"
"Lebih baik cepat kata kan, kamu pulang ke rumah ibu mau apa?"
"Aku mau membawa ibu pergi dari rumah ini."
"Tidak bisa begitu dong, kalau ibu pergi lalu siapa yang mau masakin aku? Yang mau menyucikan bajuku?"
"Oh jadi seperti itu kamu memperlakukan ibu?"
Aku tidak menyangka jika ia memperlakukan ibu seperti pembantu bagi nya.
"Sudah-sudah kenapa jadi bertengkar? Dani cepat sana pergi ke warung Aisyah dan beli kan ibu gula, Yoga ayok masuk nak. Istirahat lah di dalam kamar mu! Ibu selalu membersihkan nya karena ibu tahu jika kamu pasti akan kembali lagi ke rumah ini."
"Iya bu."
Aku masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam dan tidak lupa aku memasukkan motor ku ke dalam garasi, dan mengunci nya dengan kunci ganda. Karena aku tahu sifat mas Dani seperti apa, dan aku pun tidak ingin mas Dani memakai kendaraan ku!
Terpaksa aku menginap di rumah ibu karena aku kasihan dengan nya, kami baru saja bertemu dan harus kembali berpisah!
Malam harinya aku makan malam bersama ibu tanpa mas Dani.
"Bu, mas Dani mana?"
"Ibu enggak tahu, tapi tadi dia nanyain kunci motor mu!"
Deg
"Lalu motor ku bagaimana?"
"Masih ada di salam garasi, ibu tidak tahu setelah itu mas mu agak marah dan ia pergi keluar begitu saja hingga saat ini ia belum juga pulang ke rumah!" Jelas ibu panjang lebar.
Setelah aku selesai makan, aku berpamitan dengan ibu dan melihat apa kah motor ku masih aman atau tidak.
Setelah ku pastikan motor ku yang ternyata masih sangat aman di sana, namun ada satu benda yang membuatku penasaran.
"Apa itu?" Tanyaku dalam hati.
Aku mendekat dan betapa terkejutnya aku saat melihat mas Dani tidak memakai apapun, bahkan ia sedang ... ahh sudah lah aku melihat nya dengan wanita lai di dalam garasi. Sungguh kapan ia taubat nya?
"Hei ... Sedang apa kalian?" Teriakku seketika mereka terkejut dan memandang ku seolah ...
"Ngapain kamu ke sini Yoga?"
"Lah seharusnya aku yang bertanya kalian ngapain di sini mana berduaan lagi, aku bilangin RT loh ya biar di nikahin."
"Jangan mas, aku mohon jangan tadi kami tidak sengaja dan ..." Ucap perempuan itu.
"Ibu ..." Teriakku memanggil ibu.
__ADS_1
Aku tidak peduli mereka mau bicara apa, sebelum ibu datang aku sudah video kan mereka berdua yang tengah asyik bermain kuda.
Tak lama kemudian ibu datang dari belakang, dengan tergopoh-gopoh memandang kaget pada arah mereka berdua.
"Astaga Dani ... Apa yang kamu lakukan itu?"
"Bu aku bisa jelaskan bu ..."
"Benar bu."
"Cepat pakai semua nya, dan masuk ke rumah! Ibu tunggu."
Aku heran kenapa ibu malah mengajak nya masuk ke dalam rumah? Meskipun ia terlihat sangat kaget saat melihat putra pertama nya itu.
Aku mengikuti ibu dari belakang punggung nya menuju rumah, di sana ibu masih termenung entah memikir kan apa.
Tak lama kemudian mereka muncul dari pintu menuju garasi, kini mereka sudah berpakaian lengkap tidak seperti tadi.
"Duduk kalian!" Titah ibu.
Lalu ibu memandang mereka satu persatu, sesekali ia memijat kening nya. Mungkin ibu pusing melihat kelakukan anak pertama nya itu yang tidak pernah mau berubah padahal sudah tua juga.
"Apa kalian sudah g*l*?" Tanya ibu.
"Bu maaf kan aku, ini semua tidak di rencanakan bu. Tadi dia menanyakan ibu ke garasi saat aku sedang ..."
"Mau mencuri motor ku, kamu Mas? CK dasar tidak modal!" Potong ku.
"Jaga mulut mu itu Yoga, makin ke sini makin kurang 4 j 4 r aja kamu." Ucap nya emosi.
"Lalu apa?"
"Sudah-sudah jangan ribut aja kalian ini. Lalu kenapa kalian bisa ...."
"Tadi dia tersandung dan tidak sengaja menyentuh punya ku bu, aku tidak bisa menahan nya jadi kami ..."
"Astaga bagaimana jika dia hamil? Kamu ... Mau apa kamu mencari ku?" Tanya ibu sambil memandang wanita itu.
"Aku ingin memberitahukan bahwa ibu di undang oleh ayah dan bunda di rumah, mereka bilang akan ada acara pengajian. Semua warga sudah tahu kecuali ibu karena ibu tidak ada keluar rumah terus jadi saya di suruh ke sini!" Jelas nya panjang lebar.
"Aku tidak bisa berkata apapun dengan kalian, kalian urus saja semua nya sendiri" Ibu bangkit dari duduk nya dan meninggalkan kami semua. Aku masih menyoroti wajah mereka satu persatu.
Wanita itu terus menunduk seolah takut dengan pertanyaan ibu tadi, lalu ia bicara dengan mas Dani.
"Mas bagaimana jika benar kata ibu jika aku hamil nanti?" Tanya nya.
"Ya g*g*r*a* saja lah apa susah nya?"
"G*l* kamu mas. Aku tidak mungkin melakukan itu semua, itu dosa dan di larang Allah."
"Lalu apa yang kita lakukan tadi tidak dosa? Dosa juga kan?"
__ADS_1
"Tapi ..."
Aku bangkit dari duduk ku dan berlalu menuju kamar, rasanya tidak ada gunanya aku menonton drama mereka berdua di sana.