Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 20


__ADS_3

Aku dan Ajeng menoleh ke sumber suara, ternyata mas Dani datang ke rumah ini. Kenapa bisa kebetulan seperti ini? Apa Bu RT yang memberitahukan nya?


"Ita akhir nya kamu kembali sayang," ucap nya dengan berusaha memeluk ku.


"Jangan peluk-peluk mas, kita bukan murhim."


"Pengadilan belum sah kan perceraian kita, ta. jadi kamu masih istri ku. Kamu akan pergi kemana? jangan pergi dek, aku janji aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, aku janji akan memberikan seluruh gaji ku pada mu. Aku janji tidak akan selingkuh lagi, bahkan aku janji akan mencerai kan Dina dan Bella asal kamu kembali padaku."


"Apa jadi mas Dani punya istri lain? Bahkan dua? Trus mas Dani juga tidak memberikan nafkah sama mbak Ita? Sungguh suami komondo" Reflek aku, mas Dani dan Ajeng menoleh ke sumber suara.


Ternyata bu RT yang bicara demikian, biar kan saja lah ia bicara seperti itu. Biar ia juga tahu alasan nya kenapa aku memilih bercerai dengan mas Dani.


"Eh bu RT sejak kapan di sana?"


"Anu eeee ..." Ucap nya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak fatal itu.


"Bagus lah Bu RT mendengar nya, jadi tidak perlu lagi menyalah kan saya karena memilih bercerai" ucap ku.


"Dek, mas mohon tarik lah gugatan cerai itu. Mas berjanji sayang, bahkan mas akan patuh pada mu. Dina tidak sebaik dirimu."

__ADS_1


"Jadi istri mu yang muda itu adalah gadis yang tempo hari kamu bawa ke dalam hotel?"


"Itu ..."


"Ah sudah lah dek, mas mohon jangan pergi tinggal kan mas lagi."


"Sudah lah mas. Mang Jajang tolong angkat ini dan masukkan ke dalam mobil."


Aku berjalan meninggalkan mas Dani yang masih duduk bersimpuh di lantai. Namun, langkah ku terhenti saat ia bicara lantang padaku.


"Kalau kamu tetap mau bercerai kembalikan semua nya padaku, dan Tiara harus ikut dengan ku. Kembali kan sertifikat rumah, tanah, sawah dan STNK kedua kendaraan itu."


"Ya ampun mas Dani, parah banget sih." Lagi-lagi Bu RT ikut berkomentar bahkan sekarang bukan cuman Bu RT dan Ajeng saja. Melainkan tetangga yang lain juga ikut menyaksikan nya.


"Lebih baik Bu RT dan yang lainnya pergi, ini urusan rumah tangga kami" usir mas Dani.


"Tidak perlu mas mengusir mereka, lagian aku juga akan pergi dari rumah ini. Dan satu lagi segera lah kemari pakaian dan barang-barang mu, karena aku akan menjual rumah ini. Kecuali kamu yang membelinya untuk kedua istri mu itu."


"Kamu ..." Ucap nya yang siap menampar ku.

__ADS_1


"Tampar saja."


"Mang ayok kita pulang."


"Baik Bu."


Aku dan mang Jajang pulang ke rumah baru, namun saat di perjalanan aku melihat mas Danu mengikuti mobil kami.


"Mang, kita belok saja ke tempat lain dulu ya."


"Baik bu, memang nya kenapa?"


"Itu sepertinya mantan suami saya mengikuti kita deh."


"Baik bu kalau begitu kita keliling saja dulu, hingga ke tempat yang ramai."


Aku menyetujui saran dari mang Jajang, hingga kami sampai di bundaran dan berhasil menghindari mas Dani.


Aku tidak menyangka mas Dani akan melakukan itu, aku menajadi takut jika suatu saat ia juga akan mengikuti ku di lain hari.

__ADS_1


__ADS_2