Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 65


__ADS_3

Saat aku dan suamiku sedang duduk menonton tv di lantai atas, aku mendengar suara yang begitu keras dari kamar Bella.


Secepat kilat aku berlari menuju kamar itu, namun ternyata pintu nya di kunci. Aku langsung memutar otak untuk mencari cara agar pintu bisa di buka.


Sampai aku baru teringat jika setiap pintu di rumah ini memiliki kunci cadangan yang ku simpan di dalam laci.


"Pak cepat pak ..." Ucap ku panik.


Ceklekkk


Akhirnya pintu kamar Bella bisa di buka juga, aku langsung menerobos masuk dan ...


"Astaga Bella ..." Teriak ku.


Suami ku langsung menghampiri Bella yang sudah menggantung di sana, beruntung nya belum lama Bella menggantung di atas sana.


Aku berlari menuju kasur Kanza dan melihat anak kecil itu sudah mulai pucat dan penuh dengan busa di mulut nya, aku langsung mengangkat tubuh mungil itu dan membawa serta Bella ke rumah sakit.


Aku sangat panik karena takut jika anak dan cucu ku meninggal, aku tidak tahu apa yang membuat Bella sampai nekad seperti ini.


Sesampainya di rumah sakit kedua orang itu langsung di tangani oleh beberapa dokter sekaligus, hingga beberapa jam penanganan akhirnya salah satu dokter keluar ruang penanganan pertama.


"Bagaimana anak saya dok?" Tanya ku.


"Alhamdulillah anak ibu bisa selamat."


"Kalau cucu saya?"


"Cucu ibu juga masih bisa di selamat kan, hanya saja kedua nya harus menerima perawatan yang sangat intensif. Rumah sakit kami tidak memiliki peralatan yang lengkap. Jadi saya saran kan ibu dan bapak segera membawa kedua pasien menuju rumah sakit besar di luar negeri."


"Lu ... Luar negeri?" Tanya ku. Dokter itu pun mengangguk dan memberikan beberapa pilihan lainnya.


Namun, dari semua pilihan yang ada hanya ada satu cara yaitu membawa Bella ke Singapura.


Terlebih lagi ternyata rahim Bella sudah rusak akibat beberapa tendangan dari Eka, dan kepala mengalami pengentalan darah.


Aku syok, aku marah dengan Eka karena ia telah memperlakukan anakku dengan sangat buruk sekali.


"Pak ..." Ucap ku lirih.


"Kita bawa anak dan cucu kita keluar negeri."

__ADS_1


"Tapi pak ..."


"Kita jual apa saja yang bisa di jual, lagian tabungan kita selama ini sudah lebih dari cukup."


"Bagaimana jika Eka mencari Bella dan Kanza?"


"Kita buat drama seolah Bella dan Kanza sudah meninggal, dan keluarga mereka tidak di ijin kan untuk melihat jasad anak dan cucu kita. Dengar sini, biar pun aku pernah selingkuh dan pergi selama enam bulan tapi aku masih tetap menyayangi anak kita dan kita sudah melewati semua nya bersama, jadi kita tidak perlu bingung sendiri."


"Bagaimana?" Sambung suami ku.


Dengan berat hati aku mengiyakan perkataan nya, aku juga tidak ingin membuat Eka dan Bella bersama kembali.


Aku akan melapor kan atas kasus penganiyaan kepada polisi, Eka harus mendapatkan balasan nya.


Sore itu aku meminta pihak rumah sakit untuk memeriksa bekas siksaan dari Eka dan membuat laporan untuk ke polisi.


Keesokan harinya ...


Aku dan bapak pergi ke kantor polisi sedangkan Bella dan Kanza sudah lebih dulu pergi ke Australia bersama orang kepercayaan kami.


Kami memang berasal dari keluarga miskin dulu nya , tetapi berkat Bella dan Dani akhirnya kami menjadi orang terkaya di kampung halaman kami.


"Baik pak, bu. Kami akan segera memproses laporan dari ibu," ucap polisi itu.


Aku pergi meninggalkan rumah yang banyak sekali kenangan nya, rumah pertama ku merasakan menjadi orang kaya sesungguhnya.


Kami terbang menuju Australia di saat semua orang masih terlelap karena aku tidak ingin membuat orang-orang banyak bertanya dengan ku.


Setelah beberapa jam penerbangan akhirnya kami sampai di rumah sakit, sebelum nya aku sudah menyewa kontrakan yang berukuran lumayan untuk ku dan suami ku serta Bella dan juga anaknya nanti.


Hari demi hari berlalu perkembangan Bella semakin pesat, bahkan Kanza sudah ikut pulang bersama kami.


Di saat bersamaan polisi pun mengabarkan jika Eka sudah di tangkap dan di masukkan ke penjara, aku merasa bahagia karena sebentar lagi Eka akan merasakan betapa sakit nya di siksa.


"Mas, kata polisi bilang Eka sudah di tahan!"


"Benar kah?"


"Ya, mas. Aku sangat bahagia mendengar ini semua."


"Syukur lah kalau begitu, Bella pasti akan ikut senang jika mendengar ini semua. Semoga anak kita cepat sadar dan sembuh agar kita bisa hidup bahagia bersama."

__ADS_1


"Aamiin mas."


Lalu aku menoleh ke arah Kanza yang sejak tadi menyimak percakapan ku dengan suami ku ini.


"Kanza, doain mamah mu ya. Supaya dia bisa sehat kembali dan bermain dengan Kanza."


Anak kecil itu hanya mengangguk saja, aku masuk ke dalam ruangan Bella dan memulai membacakan ayat suci agar ia cepat sadar.


Setelah selesai, aku memandang wajah putri ku yang sudah memucat itu.


"Nak, ibu punya kabar baik untuk mu! Kau tahu? Eka sudah di tahan oleh polisi dan satu lagi Kanza sudah besar, ia sudah mengerti dengan apa yang kita ucapkan. Cepat sadar nak! Kami menunggu mu di sini jangan terlalu lama kamu tidur di sana, cepat kembali kasihan Kanza, ia sangat kesepian karena mamah nya sakit!"


Setelah mengucapkan itu, aku keluar ruangan untuk beristirahat mengajak Kanza pulang ke kontrakan.


Saat kami sampai di kontrakan, aku di telfon oleh pihak rumah sakit memberikan kabar yang sangat membuat ku bahagia.


Kringgg ... Kringgg ...


"Hallo."


"Hallo bu, saya dari rumah sakit. Ingin mengabarkan bahwa pasien bernama Bella sudah sadar kan diri. Dan sekarang beliau sudah di pindah kan ke ruangan rawat biasa!"


"Be ... Benar kah?"


"Betul bu."


"Baik, suami saya akan segera ke sana! Karena saya harus menunggu cucu di sini!"


"Baik bu."


Tutttt ...


Aku langsung berteriak memanggil suami ku, dan memberikan kabar bahagia ini pada nya. Sungguh hari ini ku tiada henti nya mengucap syukur atas semua ini.


Aku sangat-sangat bahagia dengan semua kabar terbaru sekarang, aku menidurkan Kanza di kamar.


Beruntung nya anak itu tidak rewel dan sangat gampang saat di ajak tidur, jadi aku tidak kesulitan jika mengajak nya beristirahat.


Aku tidak tahu bagaimana Bella mendidik nya dulu hingga menjadi anak penurut seperti sekarang ini.


Setelah Kanza tidur aku langsung menelfon suami ku menanyakan bagaimana keadaan Bella.

__ADS_1


Dan benar saja ia sudah sehat dan bahkan sangat bugar, para dokter merasa heran karena perkembangan Bella yang begitu pesat.


"Oke-oke, bapak tidur saja di sana dengan Bella. Besok pagi ibu dan Kanza akan ke rumah sakit. Titip salam untuk anak ibu itu ya pak!"


__ADS_2