
"Dani, bagaimana ini sudah satu Minggu kita hanya makan telur saja. Ibu bosan jika terus makan itu itu saja!" Ucap sang ibu.
"Lalu aku harus bagaimana bu? Ibu kan tahu sendiri kalau aku tidak bekerja!"
"Ya cari lah Dani."
Sungguh saat itu Dani sedang tidak baik-baik saja, pasal nya semenjak Ria meninggalkan nya kehidupan Dani semakin menurun.
Bahkan ia dan sang ibu terkadang mengutang di warung hanya untuk sekedar makan, Dani menyesali semua perbuatannya di masa lalu.
Tapi kurang ajar nya Dani masih saja angkuh dan tidak mau mengakui semua kesalahan nya, ia masih bersikeras untuk mendapatkan Ita karena menurut Dani hanya Ita lah yang mampu membangun ekonomi mereka menjadi lebih baik.
"Aduh aku pusing bu, aku sudah mencari pekerjaan dimana-mana tetapi tak kunjung dapat."
"Pokoknya ibu tidak mau tahu, atau kamu jual saja hp mu itu dan beli kan hp yang biasa saja sisa nya untuk kebutuhan kita sehari-hari."
"Aduh sayang sekali aku sama hp ini, kenapa tidak emas ibu saja? Emas ibu kan banyak, apa lagi dulu pernah di belikan berlian oleh Ita, Ria, Dina dan Bella."
"Aduh Dani ... Nanti ibu tidak bisa pamer lagi dengan tetangga!"
"Ya sudah, ibu tinggal pilih saja mau mati kelaparan atau jual berlian ibu? Jika menjual hp ku sayang dong nanti aku tidak bisa mendapatkan informasi tentang kerja!"
"Alah kamu itu alasan saja, ya udah bentar ibu bawa dulu. Tapi yang bener ya jangan uang nya kamu simpen sendiri."
"Iya bu ..."
Dani menyeringai lebar ia berpikir akan makan enak dengan sang ibu, karena ia akan mendapatkan uang yang sangat banyak nanti nya.
Setelah beberapa saat kemudian ia sampai di toko emas terdekat ia menjual salah satu berlian sang ibu di sana.
"Wah ini berlian asli," ucap sang pemilik toko.
"Mau di jual laku berapa ya?"
"Paling hanya sepuluh juta saja!"
"Jangan menipu anda, ini saja harga nya hampir satu milyar masa di jual dengan harga sepuluh juta."
"Ya sudah kalau tidak mau."
"Ya sudah, saya pergi ke toko emas yang di kota saja karena toko ini penipu!" Mendengar hal itu pun sang pemilik toko tidak terima.
Lalu akhirnya Dani mendapatkan uang hampir satu milyar di bawa nya pulang sebesar lima ratus dan sisa nya ia simpan seorang diri untuk menyombongkan diri pada sang mantan.
"Nih uang hasil menjual berlian ibu." Ucap Dani sambil memberikan uang.
"Berapa ini semua dan?"
"Ada lima ratus juta!"
"Ko segitu?"
"Ya karena memang segitu harga nya!"
"Bukan itu."
__ADS_1
"Lalu?"
"Ibu saja membeli nya dengan Dina hanya sebesar sepuluh juta."
"Benar kah?"
"Iya."
"Wah untung lah kalau begitu kita bu."
"Kamu jual dimana?"
"Aku jual jauh dari kampung ini bu, kenapa?"
"Kamu pakai masker kan?"
"Iya lah, aku pakai masker tertutup semua wajah ku."
"Kalau begitu cepat kamu ganti baju dan bakar baju mu semua yang ini, agar tidak ada yang bisa menemukan mu jika suatu saat terjadi apa-apa."
"Baik bu."
Dani langsung menuruti apa yang di katakan sang ibu, setelah selesai ia kembali ke depan dan meminta sang ibu untuk belanja kebutuhan nya selama satu bulan karena ia takut jika uang yang mereka miliki segera habis.
"Dani, tadi saat ibu belanja ibu melihat Aisyah anak nya haji Sobirin. Kamu inget enggak?"
"Iya, kenapa dia?"
"Bagaimana jika kamu mendekati nya? Ya minimal menikah lah dengan dia, lalu kamu minta tuh sebagian harta nya. Dia anak tunggal pasti semua harta milik bapak nya jatuh ke tangan dia!"
"Alah jangan pake trauma-traumaan segala deh, ini juga demi masa depan kita Dani."
"Ishh ibu ini."
"Pokok nya kamu harus menjadi suami si Aisyah bagaimana pun caranya, ibu tidak peduli!"
"Ibu ..." Dani berteriak ada sang ibu karena ia tidak ingin menikahi Aisyah yang ia maksud kan.
Karena ia lebih tertarik untuk menggoda Ita mantan istri pertama nya, walupun dia tahu jika sekarang Ita sudah memiliki suami dan bahkan sekarang sedang hamil.
"Dani kemari nak!" Teriak sang ibu.
"Ada apa bu?"
"Tolong beli kan ibu ikan sama telur di warung nya ibu nya Aisyah!"
"Ibu beli lah sendiri."
"Eh orang tua minta tolong itu ya jangan ngebantah lah, sama cepat pergi. Siapa tahu Asiyah mau sama kamu kan lumayan tidak perlu capek-capek."
"Aku masih mau menunggu Ita menjada bu, hidup dengan dia enak kita tidak perlu capek-capek seperti ini."
"Heh bocah gendeng apa kamu lupa jika si Ita itu sedang hamil anak kedua? Bagaimana bisa mereka cerai?"
"Bisa saja bu, bukti nya aku bisa cerai dengan Ita walaupun sudah memiliki Tiara. Lalu aku juga bisa bercerai walau sudah mengahamili Bella."
__ADS_1
"Itu karena kamu nya aja yang g4 t3 l. Sudah sana cepat pergi."
"Iya-iya mana uang nya." Akhirnya mau tidak mau Dani pergi menuju warung ibu nya Aisyah.
"Beli ..." Teriak Dani.
"Beli apa mas?" Tanya Aisyah dengan lembut.
"Beli telur sekilo, sama ikan mujair setengah kilo."
"Oke sebentar ya mas."
"Iya."
Saat sedang menunggu tiba-tiba muncul beberapa ibu-ibu yang berniat untuk belanja. Namun, mereka bertemu dengan Dani yang sudah menduda sebanyak empat kali.
"Eh Dani ..." Ucap salah satu dari mereka.
"Iya bu."
"Belanja kamu dan?"
"Iya di suruh ibu belanja."
"Makanya Dani, kalau punya istri itu wong jangan selingkuh. Ini loh udah empat kali menduda masih aja tidak kapok."
"Jangan urusin hidup saya bu, urusa saja kehidupan ibu. Atau mungkin ibu mau jadi istri ke lima saya?"
"Dih ogah kalau pun di kasih uang banyak, aku tetep enggak mau."
"Ini mas belanjaan nya!" Ucap Aisyah.
"Berapa semuanya?"
"Seratus ribu pas."
"Ini." Ucap nya menyodor kan uang.
Setelah itu ia pergi tanpa berpamitan dengan para ibu-ibu di sana, sikap Dani semakin menjadi perbincangan ibu-ibu. Apa lagi bu Kokom yang tahu semua cerita Dani dari anak nya Dini.
Bu Kokom menyebar kan semua itu pada setiap ibu-ibu, dan hal itu membuat mereka semakin membicarakan keluarga bu Ida yang menumpang hidup pada setiap menantu nya.
"Bu ini belanjaan nya, lain kali ibu saja lah yang belanja. Malas aku bu!"
"Kenapa kamu? Pulang-pulang ko muka nya di tekuk kaya gitu sih!"
"Aku tidak suka saja jika di bicarakan para warga akibat aku menduda."
"Ya makanya menikah lah dengan Aisyah dan tidak perlu mencari wanita lain lagi, kalau perlu ibu bantu lamar kan kamu pada pak Sobirin."
"Ibu ini apa-apa sih."
Di tengah perdebatan mereka tiba-tiba saja dari luar terdengar orang yang memberi salam.
"Assalamualaikum."
__ADS_1