Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 60


__ADS_3

Setelah perceraian ku dengan mas Dani, aku kembali bekerja di caffe malam itu. Tetapi setelah beberapa hari di sana aku mendapatkan tawaran kerja menjadi asisten manager di salah satu perusahaan ternama di kota.


Dan di sana lah aku bertemu dengan suami ku sekarang, yaitu mas Eka! ia sangat baik dan perhatian pada ku bahkan ia memperbolehkan aku untuk bekerja yang ringan-ringan agar kandungan ku baik-baik saja.


Sebenar nya bisa saja mas Eka mencari pegawai lain yang sedang tidak hamil, tetapi entah kenapa ia malah memilih ku untuk mendampingi nya setiap hari.


"Jadi besok kamu hanya mengecek jadwal ku saja ya!" Ucap nya ramah.


"Baik pak."


Semua karyawan merasa iri pada ku karena mereka berpikir jika aku bekerja hanya duduk-duduk saja. Padahal aku pun duduk sama hal nya seperti mereka yaitu bekerja.


Apa lagi Melia, ia sangat membenci ku sampai ia berani memfitnah ku jika aku dan mas Eka bermain api di belakang.


Dan anak yang ada di dalam kandungan ku itu adalah anak mas Eka, aku tidak habis pikir dengan nya. Jika anak ini milik mas Eka untuk apa aku bersusah-susah bekerja?


Dan hal itu di dengar oleh mas Eka langsung, sontak saja membuat nya marah dan langsung menegur Melia.


Aku terkejut saat mendengar berita tentang kematian mas Dani suami ku, tetapi aku tidak ingin datang ke acara pemakaman nya saat itu.


Karena aku masih memiliki rasa marah dan dendam pada mas Dani, di tambah lagi suami ku yang sekarang tidak mengizinkan aku untuk pergi.


Ia tidak ingin aku kembali terluka oleh keluarga mereka, jauh sebelum aku menikah dengan mas Eka aku sudah menceritakan semua masa lalu ku pada nya.


"Kamu ngadu apa sama mas Eka?" Tanya nya sambil menggebrak meja.


Aku kaget bukan main dan minuman khusus ibu hamil ku pun terjatuh ke lantai, sungguh sangat di sayang kan karena air susu itu beli nya sangat mahal dan aku meminum nya hemat-hemat.


"Maksud mbak apa?"


"Alah jangan banyak tanya kamu, kamu pasti m3 n6 60 d4 mas Eka kan?"


"Hah?"


"Hah hih hah hih ..."


"Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang mbak ini bicara kan!"


"Sudah lah dasar j4 l4 n6."


Aku mengkerut kan kening ku heran melihat kelakuan nya, sungguh ia sangat aneh sekali.


Singkat cerita hubungan ku dengan mas Eka semakin membaik dan bahkan kami semakin dekat.

__ADS_1


Singkat cerita kini aku dan mas Eka resmi menjadi sepasang suami istri, bahkan keluarga mas Eka menerima ku dan juga anakku dengan sangat baik.


Mereka begitu menyayangi anak pertama ku ini, jauh sebelum kami menikah aku sudah menceritakan semuanya pada mereka agar suatu saat nanti tidak akan terjadi nya masalah bagi kami semua.


"Terimakasih sudah mau menjadi istri nya Eka!" ucap ibu mertua.


"Aku yang seharusnya berterimakasih karena telah sudi menerima ku dengan anakku di rumah ini menjadi bagian keluarga dari kalian semua."


"Ibu sangat senang karena sekarang ibu memiliki seorang cucu, tidak akan kesepian lagi," ucap nya lagi sambil menoleh ke arah istri pertama mas Eka.


Ya mas Eka sudah memiliki istri dan istri pertama mas Eka menolak untuk memiliki seorang anak karena baginya anak adalah beban yang tidasa kesudahan.


* * *


Seminggu berlalu ...


Aku di kaget kan dengan kabar berita jika mas Dani meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di jalan tol malam itu.


Padahal saat malam kejadian aku dan mas Eka melewati jalan yang sama, aku dengan mas Eka baru saja pulang dari tempat acara sahabat mas Eka yang melewati jalan tol itu.


Aku kaget bukan main, sedih? Jelas saja hati ku sedih melihat mas Dani meninggal secepat ini.


Aku tidak tahu harus bagaimana, aku diam di dalam kamar ku. Aku menagis sejadi-jadinya di sana, sedang kan anakku di asuh oleh sus Jamilah.


Saat aku sedang menangis tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan muncul lah sosok mas Eka di sana.


"Mas Dani, mas ..."


"Iya sayang iya, tapi maaf kan mas. Karena mas tidak akan mengizinkan mu untuk pergi ke pemakaman itu karena mas tidak ingin kamu terluka lagi oleh perbuatan keluarga Dani ..."


"Iya mas."


Tok ... Tok ... Tok ...


"Boleh aku masuk?" Ucap seseorang di luar sana.


"Masuk lah" Ucap mas Eka.


"Maaf aku lancang ikut campur urusan kalian, tapi aku ikut turut berdukacita atas meninggalnya mantan suami dari Bella," Jelas mbak Dinda.


"Terimakasih mbak!"


Kami berpelukan bersama di kamar, memang aku dan mbak Dinda berteman dengan baik meskipun kami seorang madu.

__ADS_1


Mas Eka tidak pernah membeda kan kami berdua, meskipun mbak Dinda tidak ingin memiliki seorang bayi tetapi ia menyayangi anakku.


Aku sangat berharap jika ia kelak akan memiliki seorang bayi yang sangat lucu.


Setelah seharian aku menagis di kamar, aku keluar dan berkumpul dengan sanak saudara mas Eka di bawah.


"Kamu tidak apa-apa nak?" Tanya ibu mertua.


"Aku baik-baik saja bu, hanya saja tadi sempat syok."


"Bagus kalau begitu, maaf kan kamu tidak mengizinkan mu hadir di sana. Mungkin Eka sudah memberitahu mu alasan nya."


"Iya bu, sudah."


Kami bercengkrama bersama hingga muncul sosok Melia, sang karyawan di kantor suami ku ini.


Aku heran kenapa ia bisa berada di rumah ini. Ada hubungan apa ia dengan keluarga suami ku?


"Melia ... Ada apa?" Tanya mas Eka.


"Aku hanya ingin memberitahukan pada pak Eka jika besok bapak harus meeting pagi,"


"Kenapa tidak menelfon saja? Kan bisa lewat telfon tanpa harus datang ke rumah saya!"


"Aduh pak. Saya dari tadi menelfon bapak cuman tidak ada jawaban sama sekali."


"Benar kah?"


"Iya ..."


"Kalau begitu terimakasih banyak, tapi sayang nya hp ku ada sama istri ku tuh!" Ucap nya menunjuk ku.


Seketika wajah Melia menegang kaget saat mendengar perkataan mas Eka barusan.


"Apa?"


Aku membaca nya dan betapa terkejut nya saat melihat pesan yang di kirim oleh Melia pada suami ku ini. Apa pantas seorang karyawan berbicara seperti ini pada atasan nya?


Aku memperhatikan wajah Melia dengan sangat lekat, aku yakin semua keluarga penasaran dengan apa yang aku baca barusan.


Begitu juga dengan mas Eka karena sejak tadi ia terus memandang ku bergantian dengan memandang Melia.


"Jadi meeting di hotel?" Ucap ku tiba-tiba.

__ADS_1


Seketika semua yang ada di sana menoleh ke arah Melia dengan tatapan heran.


"Apa benar begitu Melia?" Tanya mas Eka.


__ADS_2