Maduku Mantan Terindah Suamiku

Maduku Mantan Terindah Suamiku
Bab 56


__ADS_3

Setelah pertengkaran ku dengan mas Dani, aku pergi meninggalkan rumah aku meras sakit hati karena ucapan Kaka ku itu.


Ibu menangis saat melihat ku pergi dari rumah, sebenarnya aku tidak tega melihat ibu menangis seperti itu. Tetapi aku terlanjur sakit hati dengan mas Dani, ia tidak mau mendengar kan aku terlebih dahulu.


"Mas, kenapa kamu begitu marah pada ku?"


"Karena kamu sudah bermain api dengan istri ku!"


"Mas jangan buta seperti itu dong, mbak Dina juga bermain api dengan pak RT di sana kenapa mas hanya memarahi ku saja? Marahin juga dong pak RT dan para om-om lain nya, karena mereka juga m*n*i*i*i t*b*h mbak Dina!"


Plakkkk


Bugh


Aku di tampar dan di pukul oleh mas Dani, perih di tubuh ku ini tidak sebanding dengan perih di hati ku akibat mas Dani.


Semua ini karena ulah wanita itu, aku tidak tahu apa lagi yang ia bicarakan pada mas Dani hingga mas Dani memarahi ku seperti ini.


"Dani sudah cukup nak, jangan berkelahi. Apa kalian tidak kasian dengan ibu ini yang sudah semakin tua?" Ucap ibu terisak.


"Pergi kamu dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi!"


"Oke aku akan pergi, tapi jangan pernah menyesal setelah mengetahui betapa busuk nya istri mu itu!"


"PERGI!" Ucap nya lantang.


Aku keluar dengan langkah lesu, ibu mengikuti ku dari belakang ia menahan ku agar aku tidak pergi dari rumah, tetapi rasa sakit yang aku rasakan ini semakin perih jika aku masih berada di rumah ini.


"Ibu tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja! Nanti aku akan pulang kembali jika waktu nya sudah tiba!"


"Kamu mau kemana nak? Di sini rumah mu."


"Sudah ibu masuk lah ke dalam, nanti jika ibu terus begini akan membuat mas Dani semakin marah!"


Ibu masuk ke dalam rumah sedang kan aku masih bingung harus pergi kemana setelah ini, aku menyimpan dendam dengan mbak Dina.


Aku pergi menuju rumah mbak Dina dan membuat nya perhitungan, aku tahu saat ini ia sedang sendirian di rumah karena mas Dani ada di rumah ibu.


Sesampainya di depan rumah mbak Dina, aku memandangi ke dalam sana. Aku melihat ia sedang membereskan rumah nya dengan menggunakan daster yang minim.


"CK dasar m*r*h*n" Gunam ku.


Aku masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu dari dalam, seketika ia terkejut saat melihat ku menerobos masuk ke dalam.


"Kamu mau ngapain?" Tanya nya panik. Aku terus melangkah tanpa menjawab pertanyaan dari nya.


Saat sudah kami sudah berhadapan ...


Plakkkk


Aku menampar mbak Dina dengan kuat hingga membuat nya tersungkur di ke bawah.


"A-apa yang mau kamu lakukan Yog?"

__ADS_1


"Aku benci dengan mbak! Kenapa mas Dani bisa suka dengan mu mbak? Apa yang telah kamu berikan pada nya? Apa p*h*? Atau mungkin ..."


"Jaga bicaramu itu Yoga, aku ini Kaka ipar mu!"


"Alah jangan munafik mbak, Kaka ipar dari mana? Paling sebentar lagi juga bakalan bercerai."


"Mas Dani tidak akan mencerai kan aku, tapi aku yang akan mencerai kan nya."


"Sombong sekali kamu wanita m*r*h*n."


Dengan tanpa aba-aba aku langsung mengeluarkan kekesalan ku pada nya. Aku juga memberi kan ia sedikit pelajaran.


Setelah beberapa saat kemudian aku keluar dan membiar kan nya tergeletak tanpa b*s*n* di lantai.


Aku masih mengintip dari balik tempat santai di depan rumah mbak Dina, tak berselang lama muncul pak RT ke sana.


Setelah itu terdengar suara saling sahur menyahut antara pak RT dan mbak Dina.


"CK dasar ..." Gunam ku.


Aku mengumpulkan semua warga termasuk istri dan anak pak RT ada di sana.


"Mbak Dina sedang berbuat z*n* di dalam dengan pak RT!"


"Jangan fitnah suami ku, kamu ya!"


"Lihat saja kalau tidak percaya."


Aku tersenyum sinis pada mereka berdua, aku melihat wajah malu dari kedua nya. Aku senang karena sekali mendayung dua pulau terlampaui.


"Kami di jebak!" Ucap pak RT membela diri.


"Alah sudah lah mas, aku menyangka jika kamu serendah ini. Dan kamu ..."


Plakkkk


Plakkkk


Istri pak RT menampar wajah mbak Dina hingga ia tidak bisa melawan nya lagi, aku tertawa dalam hati melihat itu semua.


Aku buru-buru naik taxi online yang ku pesan sebelum nya, ia sudah datang di depan sana.


"Sesuai aplikasi ya mas!" Ucap sang supir.


Mobil yang ku tumpangi pun melesat pergi menuju alamat yang ku berikan, aku akan pergi ke rumah teman ku lebih dulu. Setelah di sana aku akan memikir kan mau kemana aku pergi.


Lima belas menit berlalu, aku sampai di kosan milik teman ku Harry. Ia tinggal di Surabaya tetapi sedang kuliah di kota ku ini. Kami bertemu karena tidak sengaja di sebuah caffe saat itu.


"Kau kenapa Yog?"


"Di usir sama Abang ku."


"Lah ko bisa?"

__ADS_1


"Ketauan lagi ... Ah paham saja lah!"


"G*l* aja kau main sama Kaka ipar sendiri, ya wajar lah Abang mu mengusir mu dari rumah! Wong adek nya modelan kaya gini."


"Aku numpang di sini dulu ya!"


"Oke silahkan."


Singkat cerita aku sudah seminggu di kosan milik Harry, ia tidak pernah keberatan aku tinggal bersama nya karena aku pun membantu nya membayar uang kosan.


Aku mengambil uang milik mbak Dina sebanyak dua puluh juta, lumayan untuk biaya hidup ku.


Saat Harry pulang kuliah ia langsung bercerita dengan ku, kalau ia bertemu dengan mas Dani yang menyebar kan selembaran wajah ku dengan tulisan orang hilang.


Padahal aku tidak hilang tapi aku di usir, aku tidak akan pulang dulu sebelum uang ku habis semua.


Setelah kejadian itu aku pindah kosan, lebih tepat nya pindah kota. Aku pindah ke Makassar dan memulai kehidupan yang baru.


Setelah beberapa bulan di Makassar, akhirnya aku mendapatkan kan pekerjaan di sana.


Aku bekerja sebagai barista di salah satu caffe di Makassar, setelah melihat postingan FB yang viral tentang ibu ku, aku langsung memutuskan untuk pulang.


Karena aku sudah terlalu lama meninggalkan ibu dengan mas Dani, aku takut jika ibu kekurangan dan mas Dani tidak bisa membiayai nya.


Setelah mendapatkan izin dari bos untuk pulang, aku langsung pulang menggunakan motor hasil kerja keras ku selama sini.


Setelah sampai di pelabuhan aku menaikkan motor ku di atas kapal, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ibu.


Setelah tiga hari dua malam terombang-ambing di lautan, akhirnya aku sampai di kota kelahiran ku.


Aku tidak langsung menuju rumah ibu melainkan mencari tempat untuk beristirahat, hingga akhirnya aku memesan sebuah hotel di sana.


Aku terbaring di atas kasur, tubuh ku yang sangat cape ini langsung terlelap seketika itu juga.


Keesokan harinya ...


Aku pulang menuju rumah ibu dengan menempuh perjalanan selama satu jam, rasa cape sudah tidak aku rasakan.


Aku sangat rindu dengan ibu ku, aku rindu masakan nya. Setelah beberapa saat akhirnya aku sampai di rumah ibu.


"Assalamualaikum ..." Ucap ku.


Lama tidak ada jawaban sampai aku mengulangi nya lagi. Dan akhirnya ibu keluar menemui ku.


"Astaga ... Yoga ..." Teriak ibu sambil terisak nangis saat melihat ku di depan mata nya.


"Kamu Yoga, anak ibu?" Tanya ibu meyakin kan.


"Iya ini aku Yoga."


"Kamu kemana saja nak? Ibu mencari mu selama ini." Tanya ibu masih menangis sambil memelukku.


"Aku ..."

__ADS_1


__ADS_2