
Satu jam berlalu, kini Bryan dan Sergio telah sampai di kediaman Bryan.
Bryan langsung menuju ke kamar gadis kesayanganya itu dan Sergio langsung menuju ke Kamar tamu di rumah itu.
Bryan membuka pintu kamar dengan sepelan mungkin, agar tidak menggangu tidur sang pemilik kamar. Dia berjalan pelan sambil menghampiri gadisnya itu yang terlihat sedang tertidur pulas di bawah selimutnya. Saat dia membuka selimut dia terkejut.
"mengapa hanya ada guling, kemana gadis itu" lalu ia berjalan menuju ke kamar mandi di kamar itu tetapi tidak ada seorang pun di situ lalu ia melirik ke arah balkon, ia langsung menghampiri Balkon yang terbuka itu.
"shitt, berani nya dia kabur. Tapi tunggu ia tak mungkin bisa membukanya kecuali ada orang yang membantunya dari depan.
" awas saja, aku tidak akan mengampunimu gadis bandel" ucap Bryan emosi dengan mengeraskan rahangnya, kedua tanganya di kepalkan dengan kuat terlihat pula kilatan amarah jelas di kedua matanya.
***
Di tempat lain..
"Ah akhirnya aku bisa kabur dan pergi dari sana" gumam Calista dalam hati.
"Call, bagaimana bisa kamu berada di sana ?"
"aku sebenarnya juga tidak tau rin, seingatku saat akan pulang kerja ban motorku bocor, tiba - tiba ada yang membekapku dari belakang. Dan tau - tau aku sudah ada di kamar rumah itu, kaki tanganku di ikat bahkan mata dan mulutku pun ikut di tutup juga sebelumnya"
__ADS_1
"rin, tapi aku bingung bagaimana dengan kerjaanku dan kalau nanti aku ketahuan bagaimana ? Aku tidak ingin kembali ke rumah itu lagi"
"kau tenang saja, aku sudah menyewakan tempat kost ini selama dua bulan untukmu bersembunyi sementara waktu. Arya tadi membelikanmu Handphone dan nomer baru aku sudah memasangkan nomernya sekalian. Tapi maaf aku hanya menyimpankan nomerku,arya dan ibumu maaf hanya 3 orang itu. Aku juga membelikanmu wig dan kaca mata untuk penyamaranmu. Dan kau juga harus mengganti nama panggilanmu call"
"wah benarkah, terimakasih Arini, Arya. Aku akan memakai nama belakangku saja. Aku pasti akan mengganti semua ini" sambil melihat ke arah Arini dan Arya dengan senyuman manisnya.
"tidak perlu call, itu sudah seharusnya kami lakukan. Dan kamu tidak perlu pusing bekerja di mana, di seberang kos di dekat gang ada toko bunga kebetulan pemilik tokonya sepupu arya sendiri, kau bisa langsung bekerja besok"
"wah, Sekali lagi makasih ya Arya, Arini. Aku tidak tau bagaimana jika tidak ada kalian berdua"
Ucap Calista terharu dengan kedua orang yang sangat ia sayangi setelah kedua orang tuanya.
Kembali ke kediaman Bryan..
Bryan langsung menelpon Sergio yang berada di kamar tamu.
"Sergio, cepat kau dateng ke kamar gadisku. SEKARANG!!! Aku tunggu" ucapnya langsung mematikan Handphonenya tanpa menunggu jawabanya dari Sergio.
"apalagi ini, baru juga aku akan tidur" gerutu Sergio
Sambil menunggu Sergio di kamar itu. Ia melihat ada sebuah tas di atas nakas. Lalu ia menghampiri dan menemukan ada Handphone di dalamnya.
__ADS_1
"****, mengapa aku kecolongan. Aku yakin ia pasti tadi meminta tolong orang lain untuk membantunya kabur dari sini" gumamku
"ada apa tuan? aku baru saja akan memejamkan mataku" gerutu Sergio setelah sampai di kamar yang di maksud Bryan.
"kau cek semua CCTV di rumah ini. Gadis itu berani sekali menelpon seseorang untuk membantunya kabur lewat balkon itu" seru nya dengan mata yang tajam, tanpa melihat ke arah Sergio dan tanpa menanggapi gerutuan dari Sergio.
"Apa tuan?" terkejut Sergio seketika kantuknya menjadi hilang.
"baiklah akan saya cek sekarang tuan. Permisi tuan"
*****
Beberapa saat kemudian Sergio telah kembali dan menunjukan rekaman CCTV taman di bagian samping rumah sampai ke Balkon kamar ini dan bahkan sampai keluar di bagian samping rumah ini.
"****, siapa yang membantunya kabur bahkan orang ini memakai penutup wajah dan Plat nomer nya pun di tutupin. Pasti mereka sudah merencanakanya. Sungguh perencanaan yang bagus. Kau sergio kerahkan seluruh anak buah kita untuk mencari gadis itu sekarang juga. Dan aku akan pergi ke markas lagi hingga esok pagi. Jangan mengganggu Ku dulu. Satu lagi ku harap besok malam kau sudah mendapatkanya. Jika tidak tamat riwayatmu" sambil mengeraskan rahangnya dan terlihat kilatan amarah dari kedua matanya.
Sergio menelan salivanya dengan susah payah ketika mendengar kata terakhir yang di katakan Bryan barusan.
Semoga suka ya readerss💚
Mohon dukunga nya dengan like, komen dan Votenya ya readerss😘
__ADS_1