
HAPPY READING
πΌπΌπΌ
Calista keluar dari kamar mandi dengan kimono, namun ia terkejut tak kala membuka pintu suaminya berada tepat di depan pintu.
"Bray, kalau kamu berdiri di situ aku lewatnya gimana. Biar aku keluar dulu baru kamu masuk" Ujar Calista yang belum menyadari tangan suaminya yang sudah mengepal dengan sorot mata yang penuh kemarahan. Bryan bergeming, di tatap istrinya itu dengan tajam tanpa mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Bray awas ih" Ujar Calista yang akan mendorong pria itu. Namun tangan nya langsung di cekal oleh pria itu dan seketika Calista menyadari bahwa suaminya dalam kondisi mood yang buruk terlihat dari mata dan cekalan tangan nya yang sangat kuat. Namun ia bingung karena tadi semua masih baik baik saja.
"Bray kamu kenapa sih"
"Hubby lepasin ih, kamu kenapa sih ?" Ujar Calista dengan kuat melepas cekalan tangan pria itu namun tak terlepas karena Bryan sangat kuat mencekal tangan nya.
"Hubby kamu menyakitiku, kamu udah janji juga kan nggak bakal nyakitin aku lagi"
"Kamu yang memulainya"
"Memulai ? Mulai apa, aku nggak ngerti maksud kamu ?"
__ADS_1
"Ini Apa ?" Ujar Bryan menunjukan barang yang ia temukan tadi. Calista menatap barang itu, tubuhnya menegang setelah tau barang apa yang di pegang oleh suaminya. Ia melihat ke arah suaminya yang juga menatapnya tajam, ia menelan saliva nya berkali kali dengan susah. Tiba tiba saja Lidah nya menjadi kelu tak mampu untuk menjelaskan.
"Kamu nggak mau menjawabnya ha" Bentak Bryan.
"Kamu terkejut mengapa aku bisa menemukan nya begitu "
"Sejak kapan kamu meminumnya ? Jawab aku"
"CALISTA ANGEL JAWAB AKU, JANGAN DIAM SAJA"
"It itu aku hari pertama setelah kita menikah. Maaf"
Prok prok prok
Suara tepukan tangan Bryan menggema, pria itu masih menatap nya tajam seperti elang yang akan menerkam mangsanya.
"Apa sebegitu bencinya kamu sama aku sampai kamu nggak mau memiliki anak dariku"
"Bahkan ini sudah mau habis, aku nggak nyangka kamu bakal konsumsi pill kontrasepsi ini" Seru Bryan langsung melempar pill itu di atas ranjang dan pergi meninggalkan Calista sendiri di dalam kamar.
__ADS_1
πππ
"Huffft"
Calista menghembuskan nafasnya lega.
Sebenarnya tadi ia takut, ia takut Bryan akan menyakitinya lagi seperti dulu namun ternyata tidak pria itu hanya sedikit kasar dan membentaknya walaupun tadi ia sempat terkejut karena sudah lama tak melihat pria itu marah, yang ada selalu lembut dan bersikap manja padanya.
Calista sudah berganti pakaian, di ambilnya Hanphone milik nya di atas nakas lalu berselancar di sosial media.
***
Malam harinya..
Sudah pukul sepuluh malam namun wanita itu belum tidur, ia sedang menunggu suaminya yang tidak biasanya belum pulang selarut ini. ia mencoba menelpon nya namun hasilnya nihil nomernya masing tidak aktif. Akhirnya Calista memilih untuk tidur saja karena ia sudah menahan kantuk sedari tadi.
Bryan masuk mengendap, di lihatnya sang istri sudah tertidur lelap di atas ranjang. ia lalu ikut merebahkan dirinya di atas ranjang. ia merenung kembali ia pikir istrinya sudah mulai membuka hati untuknya, terlihat dari sikapnya yang sudah tidak marah marah lagi namun ia salah ternyata istrinya diam diam malah mengonsumsi pill kb sejak awal pernikahanya hingga sekarang, jujur ia sangat kecewa dan tak habis pikir dengan tingkah istrinya yang polos itu.
...****************...
__ADS_1