Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 42


__ADS_3

...HAPPY READING...


...🌸🌸🌸...


"Bagus ya, di ijinkan pergi pulang sampai selarut ini" Seru Bryan yang masih berdiri di Balkon kamar nya. Tanpa menoleh ke arah istrinya. Calista yang baru masuk kamar pun terjengit sambil memegangi dada nya ia kira Bryan masih mandi atau berada di ruang kerja nya. Tau nya pria itu berdiri di Balkon kamar dengan kaos navy polos lengan pendek dan celana selutut terlihat bahwa pria itu sudah mandi sepulang bekerja. Namun Calista tak menghiraukan dan memilih ke lemari pakaian, ia ingin mandi gerah sudah sejak siang bahkan menjelang malam dan berada di luar rumah pula. Calista kalau sudah bertemu dengan sahabatnya memang akan lupa waktu contohnya seperti hari ini. Merasa di abaikan Bryan bergegas menghampiri sang istri dan menarik tanganya lalu di hempaskan nya di atas ranjang. Sudah habis kesabaran nya ia tak bisa lagi diam saja.


"Sakitt ih" Seru Calista saat tangan Bryan mencengkram nya erat.


"Kalau suami tanya itu di jawab" Bentak Bryan.


"Kamu ini apa apan sih, selama ini kamu kurung aku di rumah terus kamu pikir aku nggak bosan apa. Aku nggak boleh ini nggak boleh itu dan ini aku pergi dengan sahabatku karena aku juga rindu sekaligus bosan selalu kamu kurung terus dan menurutku itu wajar saja" Teriak Calista


"Aku nggak mau tau !! Aku ingin meminta hak ku sebagai suami sekarang juga" Teriak Bryan tak kalah kencang dari suara Calista. Untung saja kamar nya kedap suara jadi yang di luar tidak mendengar teriakan apapun dari mereka.


Calista menelan saliva nya, untung ia tadi sudah membeli pil kontrasepsi tapi sayang nya ia belum sempat meminum nya. Dia panik bingung harus menjawab apa.


"Buka pakaian mu!!!"


Calista melotot, jantungnya berdetak kencang saking takutnya bagaimana jika nanti ia hamil anak pria itu. Tidak !! ia terus menghalau pikiran nya sambil terus menggelengkan kepala nya.


"emm aku sedang datang bulan, iya datang bulan"

__ADS_1


"Aku tidak percaya. Buka pakaian mu sekarang atau aku yang harus membuka nya honey ?"


"Jangan, jangan aku mohon aku belum siap"


"Lalu kapan ?"


"Berikan aku waktu beberapa bulan, aku takutt" lirih Calista dengan menunjukan wajah sedihnya.


"Satu bulan"


"Apa nya ?"


"Apa tidak bisa lebih dari itu"


"Tidak!!"


"Aku mohon" Ujar Calista dengan mengatup kan kedua tangan di dadanya dan menunjukan mimik wajah sedihnya.


"Menurut atau ku lakukan sekarang ?"


"Baiklah, awas kalau begitu aku mau mandi"

__ADS_1


"Hmm"


"Dasar selalu saja seenaknya" gerutu Calista sambil terus melangkah kan kakinya ke kamar mandi.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Hallo tuan, Bagaimana dengan Lio kapan kita akan memulai eksekusinya ?" Tanya Atta to the point saat Bryan sudah mengangkat telpon nya.


"Mulai besok, berikan waktu penyiksaan selama tiga hari setelah itu kau saja yang langsung eksekusi aku tidak ingin mengotori tanganku hanya untuk tikus kecil tak berguna itu"


"Baik tuan"


"Jangan lupa setelah itu jasadnya berikan pada keluarganya seperti saat kau lakukan pada ayahnya"


"Baik tuan"


*****


Hari yang paling di tunggu oleh Atta pun tiba, hari ini adalah hari pertama dimana ia akan menyaksikan penyiksaan untuk musuh tuan nya itu. Di sana ia akan di dampingi oleh Sergio sedang Samuel sudah kembali. Atta memerintahkan beberapa anak buahnya untuk membawa Lio ke ruang eksekusi. Ia akan melihat apa yang akan di lakukan anak buahnya untuk penyiksaan tikus kecil yang sudah mengganggu kenyamanan tuan nya itu. Lima anak buah Bryan sudah siap, ada yang membawa Pisau tumpul untuk menyayat kulitnya, pistol, Serigala dan ada Tali serta minyak dan tepung. Mereka semua tertawa tak sabar dengan penyiksaan yang akan mereka lakukan. Mereka di beri kebebasan oleh Atta melakukan apa pun asal jangan sampai musuh mati lebih dulu sebelum waktu yang di tentukan. Karena Atta sendiri yang akan membuat musuhnya itu menyerah dan memilih mati saja.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2