Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 11


__ADS_3

๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Setelahnya Bryan pergi meninggalkan Sergio sendiri. ia langsung memacu mobilnya sendiri menuju ke markas. Suasana hatinya sedang sangat buruk ia butuh sesuatu untuk melampiaskan kemarahnya ini.


dengan kecepatan tinggi akhirnya ia kini sudah sampai di markas. semua anak buah nya menunduk tanda hormat dan bertanya tanya dalam hati, mengapa bos nya ini kembali ke markas lagi atau ada sesuatu yang tertinggal. tetapi ketika melihat raut wajah bos nya dari deket ia kini mengerti bahwa suasana hati sang bosnya sedang tidak baik. jadi mereka memilih diam saja dari pada jadi sasaran kemarahan bos nya ini.


...


Bryan berjalan menuju ke ruang bawah tanah, ia akan mencincang tubuh musuhnya yang sudah di beri hukuman sendiri oleh para anak buahnya. sudah lama pula ia tak bermain main dengan darah. selama ini ia hanya menyuruh anak buahnya langsung untuk mengkuliti dan mencincang tubuh orang orang yang dengan berani melawanya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


dua minggu kemuadian..


Bryan dan anak buahnya sudah dua minggu ini mencari kemana pun, tetapi tak menemukan titik jejak mereka.


Hingga Sergio ingat bahwa Calista memiliki seorang sahabat yang juga bekerja di restoran yang sama dengan Calista.


Dan ia langsung memberitahu rencanaya pada Bryan.


*****


Di sinilah mereka sekarang berada di restoran nusantara tempat Calista bekerja.


"Permisi, Selamat siang tuan. Silakan mau pesan apa tuan ? Ucap seorang waitres perempuan sambil sambil tersenyum ramah.


" kami ingin di layani oleh perempuan itu " jawab Sergio menunjuk ke arah Arini.


lalu waitress perempuan itu mengikuti arah telunjuk Sergio.


"Baik tuan, mohon di tunggu akan saya panggilkan. permisi tuan" ucap waitress itu sambil menundukan wajahnya dan berlalu menuju di mana Arini berada.


"rin, kamu di panggil tuan - tuan meja nomer 13 tu. Mereka minta kamu yang melayani pesanan mereka" ucap watress perempuan itu.


"Ha, mengapa harus aku ? Bukan nya tadi sudah bersamamu ya"


"kau benar memang tadi sudah bersamaku, tetapi mereka tidak mau. Mereka ingin kamu yang melayani pesananya"

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu, aku kesana sekarang" jawab Arini lalu berjalan ke arah meja Sergio.


"permisi, maaf tuan ada yang bisa saya bantu ? Tanya Arini dengan senyum ramah nya.


" duduklah " seru Sergio. Sedangkan Bryan mengamati gadis itu dari atas sampai bawah.


" eh " Arini bingung. Padahal ia tak kenal dengan mereka tetapi mengapa mereka malah mempersilakan duduk di jam kerjanya pula.


"aku memintamu duduk, bukan berdiri. Aku dan bos ku ini ada yang ingin di bicarakan"


"maaf tuan, aku sedang bekerja. Jika ingin bicara penting saya akan mendengar nya tetapi saya tetap berdiri dan maaf jangan lama lama ya tuan" ucap Arini yang masih bingung dengan apa yang akan mereka bicarakan.


" kemana Calista ? " ucap Bryan langsung ke inti pembicaraan yang sedari tadi hanya diam.


"maksud tuan apa ? saya tidak mengerti "


" jangan berpura pura bodoh nona, kami tau kamu adalah teman nona Calista. Dan kami yakin anda pasti mengetahui keberadaan Nona Calista sekarang dimana " sahut Sergio menjelaskan arah pembicaraan mereka.


"maaf tuan saya memang teman Calista. Tetapi saya tidak mengerti maksud tuan apa. Memang Calista ada dimana ?"


"jangan kau pikir kami bodoh, cepat katakan dimana gadis itu sekarang" teriak Bryan sambil mengebrak meja yang membuat Arini terkejut sekaligus takut.


Bruk


Lalu Bryan bangkit dan mencekik leher Arini dengan kuat.


" tuan jangan melakukan ini dia bisa mati tuan. Dan lagi pula di sini ada CCTV takutnya tuan malah akan terkena masalah" ucap Sergio karena tidak tega melihat perempuan ini di cekik seperti itu.


Akhirnya Bryan melepas cengkraman tangan dari leher gadis itu dan menatapnya dengan tajam.


Uhk uhk uhk


Arini terbatuk setelah Bryan melepas Cengkraman pada lehernya.


"ah, pantas saja Calista mengatakan ia pria kasar. Ternyata benar, Dia juga sangat menakutkan" gumam Arini dalam hati. Yang langsung membuat nyalinya menciut.


" Bagaimana nona, apa kau tetap tak ingin memberitahu kami "

__ADS_1


"tuan aku harus bagaimana agar kalian percaya padaku, Calista memang tak ada menghubungiku. Aku juga sudah menghubunginya tetapi nomernya tak aktif. Dia sudah dua minggu ini tak masuk kerja bahkan di rumahnya juga tidak ada. Kemarin aku ke rumahnya lagi dan bertemu ibunya katanya ia ada di luar kota tuan" dengan bergetar Arini mengatakan itu. Ia sangat takut dengan sorot mata tajam pria itu. Tak berani melihatnya, ia tak pernah melihat seseorang dengan sorot mata seperti itu.


"Baiklah nona, kalau begitu besok aku akan menemui ibunya. Tetapi jika kau ketahuan berbohong tentang keberadaan nona Calista maka jangan salahkan kami jika kami akan mencincang tubuh nona"


Glek


Seketika Arini menelan saliva nya dengan susah payah. Lalu mereka berdua pergi tanpa niat memesan menu satu pun.


"hufft, menakutkan. Calista mengenal mereka dimana coba. Kalau mereka tak buru buru pergi bisa mati berdiri aku" gumam Arini dalam hati.


"loh rin, tuan tuan yang tadi sudah pulang ? apa tak jadi memesan menu ?"


"tidak, mereka itu mencari Calista. Mereka sangat menakutkan. Terutama yang memakai kaos merah itu sorotan matanya seperti akan menelanku hidup hidup"


" haha kau itu ada ada saja. Orang tampan begitu kamu bilang menakutkan. ya memang sih expresinya dingin dan datar tapi dia terlihat sangat cool" jawab gadis waitres itu seraya membayangkan wajah tampan Bryan.


" tampan an juga Arya" sambil memutar bola mata nya jengah. Temanya yang satu ini selalu bilang begitu setiap menemui customer laki laki di restonya ini.


" iya iya kau ini, Arya tampan. Puas kan "


lalu mereka tertawa bersamaan.


Sebulan kemudian..


Calista keluar dari toko roti milik ibunya. Sudah beberapa langkah ia berjalan dan langkahnya di hentikan oleh seorang pria. Ia terkejut karena di hadang oleh orang yang sangat ia tau. Tetapi ia berusaha acuh seolah tak mengenalnya.


"Hai Nona Calista" sapa Bryan seraya tersenyum menyeringai.


Calista terkejut karena ternyata lelaki itu mengenalinya, padahal ia sudah memakai penyamaranya. Ia tetap berusaha tenang.


"maaf sepertinya anda salah orang namaku angel dan bukan Calista" sambil tersenyum manis.


"Oh iya, wah sepertinya saya memang salah orang. Maaf nona" sambil berjalan mendekati Calista yang membuat gadis itu otomatis mundur ke belakang. Dan menabrak seseorang di belakangnya.


Bruk


Selamat membaca readerss๐Ÿ’š

__ADS_1


Semoga suka ya, mohon dukungan dengan like, komen dan Vote nya๐Ÿ˜˜


__ADS_2