
Di tempat lain di kediaman Bryan dia sedang tidur pulas. Karena semalaman dia hampir tidak tidur entahlah apa yang sedang mengganggu pikiranya. Untungnya hari ini dia tidak mengajar di kampusnya.
Dan jangan lupakan, kampus tempat dia mengajar adalah milik kakeknya sehingga semua suka - suka dia. Begitulah katanya.
***
Semua Pembantu termasuk tukang kebun yang bekerja di sana. semua sudah berumur bahkan mereka semua adalah asisten yang sudah lama mengabdi pada orang tua Bryan. bukan karena gaji yang tinggi yang membuat mereka setia berada di sana tetapi balas budi kepada almahrum kedua orang tua Bryan. Tetapi bukan hanya itu saja, meskipun sifat Bryan yang terbilang keras berbeda dengan almahrum kedua orang tua Bryan. Namun dia sangat menghargai orang tua dan dia juga baik terhadap asisten asisten di rumahnya itu.
dia selalu memberikan fasilitas untuk para asisten di rumahnya. sebagai bentuk menghargai mereka yang telah setia dan bekerja keras untuk nya. dari kamar yang di berikan satu - satu, yang ia bangun khusus di belakang rumahnya yang luas itu dan ada lagi kolam renang, meskipun tak sebesar milik Bryan namun itu merupakan sebuah hal istimewa untuk mereka. bahkan sesekali mereka boleh membawa keluarga mereka masing masing untuk tinggal bersama semisal ada yang merantau tetapi ingin bekerja di perusahan ia mengizinkan. yang penting adalah mereka jujur dan tak membuat keributan. itulah salah satu kebaikan yang Bryan berikan. lainya masih banyak lagi, jangan di hitung ya readerss ntar pusing sendiri wkwkkkk.
Kembali ke Calista dan Arini.
.
Calista tengah bersiap siap. Dengan mengendarai motor maticnya melaju ke rumah Arini. Jarak ke rumah Calista ke rumah Arini hanya 15 menit saja.
Tibalah Calista di rumah Arini. Dia langsung menelpon Arini dan memberitahu bahwa ia sudah sampai di halaman depan rumah Arini.
__ADS_1
terhubung lama tetapi belum terjawab sampai ia akan memutuskan sambungan telponya, terdengar suara Arini dari seberang telpon.
Di Telpon.
"Kamu udah sampai Call ?"
" sudah, aku sudah di depan rumahmu. Buruan" seruku
"Iya iya bawel, tadi tiba - tiba perutku sakit. sepertinya karena tadi aku langsung makan bakso pedas padahal aku belum makan nasi hehe" Sahut Arini.
" iya ibu negara, makasih buat pidatonya siang iini. pidata saya terima ya bu. haha" seru Arini bersamaan dengan tertawa garingnya.
" ya sudah aku keluar sekarang, aku matiin yak telponya"
" iya. udah panas nih, mataharinya udah naik ke atas kepala ku. buruan " seru Calista
Arini keluar dan langsung membonceng ke motorr Calista.
__ADS_1
"Rin, apa kau melupakan sesuatu" Tanyaku sambil memicingkan mata melihat ke arah kepala Arini yang belum terpasang helm itu.
"Tidak, memangnya apa" Jawab arini dengan wajah bingungnya.
"Helm, kau mau kita di tangkap polisi karena kau tidak memakai helm" Kataku
"Ah iya ya ampun { sambil menepuk pelan jidatnya }. kenapa kau tidak bilang saat aku menutup pintu tadi!! Kan repot harus membuka pintu lagi"
"Hai kau itu memang kebiasaan, selalu helm terlupakan. bagaimana jika telingiamu itu bisa di lepas mungkin juga akan tertinggal. seru Calista Sambil memutar bola matanya.
"Hehe." Sahut Arini dengan memamerkan sederatan giginya.
Selamat membaca. Semoga suka ya💚
.
mohon bimbinganya ya readerss. kalau kurang suka bisa masukin komentar yang positif. terimakasih readerss😘
__ADS_1