Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 17


__ADS_3

🌸🌸🌸


"ulangi lagi perkataanmu" ucap Bryan dengan dingin. Matanya terus menatap tajam ke arah sergio.


"aku bilang aku men-"


"Nona sudah, Nona lebih baik istirahat dan masuk ke kamar ya. Wajah nona juga pucat seperti itu. Dan tuan maaf apa yang di katakan nona Calista itu tidak benar tuan. Kita tidak saling mencintai ataupun menjadi kekasih tuan" Ucapnya memotong cepat perkataan Calista sebelum gadis itu mengatakan perihal yang sama.


"tapi- "


"Nona saya mohon, nona kembalilah ke kamar ya nona" seru sergio dengan nada memohon berharap nona nya ini mengerti dan tak membantah. Jika ia terus membantah maka akan semakin memancing emosi bosnya ini.


"baiklah, ini karena mu kak. Aku mau menurut" ucapnya sambil melirik ke arah Bryan dengan sinis.


***


"Jelaskan " seru Bryan dengan dingin. Setelah Calista kembali masuk ke kamarnya.


"seperti yang saya katakan tadi tuan, nona hanya bercanda. Kita tidak saling mencintai ataupun menjadi kekasih tuan" jelas sergio dengan nada sedikit bergetar.


"kalau begitu lebih baik kau tak usah datang ke sini lagi. Jika kau ingin bertemu denganku temui aku di markas. Jika sampai kau diam diam bertemu denganya seperti tadi maka kepalamu yang akan menjadi taruhanya. kau paham!! " sambil menatap tajam ke arah sergio.


"b a i k tuan"


"Dan satu lagi, jangan pernah kau jatuh cinta padanya. Sampai kau ketahuan jatuh cinta padanya atau mengajak ia mengobrol lagi, saat itu juga aku akan memenggal kepalamu dan mencabik cabik tubuhmu. Apa kau mengerti"


"iya tuan, mengerti"


Setelah kepergian Sergio, Bryan langsung menuju taman belakang. Ia duduk di kursi taman yang berada di halaman belakang rumahnya. Ia memijit pelipisnya yang sangat pusing akhir akhir ini. Apalagi gadis itu sama sekali tak menurut dan tak mudah di taklukan. Ia menghembuskan nafasnya kasar, mengulanginya lagi sampai ia merasakan sedikit tenang.


*****


Setelah dirasa tenang ia masuk ke dalam kamarnya. Di lihatnya gadis itu sedang memejamkan matanya. Lalu ia naik ke atas ranjangnya dan melirik ke arah gadis itu yang masih saja memejamkan matanya. Padahal ia tahu gadis itu sedang pura pura tidur. Biasanya ia akan mengamuk jika tau Bryan tidur di sebelahnya. Namun gadis itu tak bergeming. Lalu Bryan merebahkan dirinya ia ingin tidur sebentar ia sangat pusing memikirkan semua ini.


Malam harinya..


Bryan terbangun ia melihat ke sampingnya, tak ada gadis itu. Kemana gadisnya itu ?

__ADS_1


Ia bangun dan bergegas ke kamar mandi tetapi tak ada lalu ia langsung ke pintu kamar, pintunya masih terkunci ia baru ingat kalau ia mengunci dan menyimpan kunci kamar nya ini. lalu ia menoleh ke arah Balkon ternyata gadisnya itu berada di balkon sambil menikmati hembusan angin.


"he'em" Bryan berdehem. Calista langsung menoleh.


"aku sedang tak ingin berdebat, jadi jangan mengajaku berdebat" sewot Calista.


"siapa juga yang mau mengajakmu berdebat. Yang ada juga kamu yang selalu memancing emosiku" ketus Bryan


"sudah ah, aku lapar. Pintu kamarnya kau kunci. Kau itu benar benar jahat membiarkan aku kelaparan"


"salah sendiri. Kau kan bisa membangunkan ku"


"nanti kau mengamuk lagi, ayo buruan makan"


"Cium pipi ku dulu" ucap Bryan sambil mengerlingkan matanya.


"menjijikan"


"apa kau bilang ?" ucap Bryan menatap sengit Calista.


"aku bilang kau M E N J I J I K A N!! Puas"


"aku baru sembuh, kau sudah menyakitiku lagi" ketus Calista di tengah tengah ia meringis menahan sakit akibat cengkraman tangan Bryan pada lengan nya.


"kau yang memancingku" ucapnya sambil melepas cengkraman tanganya dari lengan Calista dan mereka pun pergi menuju ruang makan. tak ada pembicaraa dari keduanya sampai makan malam pun selesai mereka tak bicara. Sesampainya di kamar..


"apa kita memang harus tidur satu ranjang ?"


"harus"


"hufftttt, baiklah maka aku akan menaruh guling sebagai pembatas di tengah tengah kita. Kau jangan macam macam. Awas saja sampai kau berani memeluku seperti kemarin" ucap Calista sambil jari telunjuknya mengarah ke wajah Bryan.


"terserah. Turunkan tanganmu itu!! Jangan berani berani nya kamu melunjak ya!! Oh iya lusa aku akan ke Kalimatan dan kau wajib ikut"


"APA ??"


"Mengapa aku harus ikut ?"

__ADS_1


"karena aku akan di sana lama"


"lalu aku ? Harus di sana lama denganmu juga begitu ?


"Ya"


"no no. kau pikir kau siapa berani membawaku kesana"


"karena aku calon suami" ucap Bryan santai.


"Whatt ? No, aku tidak mau dan tidak akan pernah mau. Kau ingin membuatku semakin jauh dari kedua orang tuaku begitu. Dan agar aku tidak bisa kabur lagi darimu begitu"


"apa kau masih memikirkan cara agar bisa kabur dariku Nona Calista ? Bukankah sudah ku katakan padamu, mau kau berlari dan bersembunyi di lubang semut pun aku pasti bisa menemukanmu"


"pokoknya aku tidak mau ikut Titik"


"terserah, aku tidak peduli kau mau atau tidak karena aku tidak memerlukan persetujuanmu"


"Kauuuu" geram Calista. Ingin sekali rasanya ia mencabik cabik mulut pria itu. yang selalu berbuat dan berbicara seenaknya saja. Tetapi ia urungkan tak kala melihat tatapan tajam Bryan. Bisa bisa perang dunia dan ia tak jadi tidur untuk mengarungi mimpi mimpi indahnya. Calista langsung merebahkan dirinya, menyelimuti tubuhnya sampai leher dan membelakangi Bryan.


🌸🌸🌸


Keesokan paginya..


"aaaakkkhhhh" jerit Calista saat ia membuka mata melihat seorang pria yang memeluknya erat dengan bertelanjang dada itu.


"berisik, kau itu kebiasaan sekali sih. Bisa tidak saat bangun jangan berteriak" ucap Bryan sambil matanya melotot ke arah Calista.


"kau itu yang menyebalkan, bisa bisanya kau memeluku dan tak memakai baju pula. Lepaskan tanganmu" sergah Calista. Lalu ia pun bangun dan langsung masuk ke kamar mandi.


.


.


.


.

__ADS_1


Thanks Readerss yang masih setia baca, tunggu cerita selanjutnya ya πŸ˜‰πŸ˜˜


__ADS_2