Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 15


__ADS_3

🌸🌸🌸


Seminggu berlalu..


Akhirnya Calista di perbolehkan keluar kamar ia sangat senang meskipun ia harus di awasi oleh dua orang pengawal tetapi yang penting ada yang ia lakukan dari pada terus berada di dalam kamar terus..


Seperti saat ini Calista membantu bi Mia memasak di dapur dan ternyata di sana juga ada putrinya bi Mia usianya sama dengan Calista sehingga membuatnya nyambung dan cepat akrab denganya.


Setelah selesai memasak ia memanggil Bryan di ruangan khusus rumah itu. Untuk makan siang bersama.


Tok tok


Suara ketukan pintu dari luar..


"masuklah" sahut Bryan dari dalam.


"Sergio kau di sini ?" tanya nya dengan senyumnya yang mengembang.


"iya nona, nona bagaimana kabarnya ?"


"kabarku baik, tetapi jangan memanggilku seperti itu, panggil saja Call"


"baiklah nona, eh maksud saya call" ucap sergio dengan tersenyum manis.


" he'em " suara deheman Bryan tersentak di telinga Sergio. Ia baru menyadari bahwa saat ini ia masih di ruang khusus bersama bos nya itu. Ia melihat ke arah bos nya yang sedang menatap nya tajam. Ia berusaha menelan salivanya dan tetap bersikap tenang walau sebenarnya ia sangat takut karena sudah berani mengobrol dengan nona nya tepat di depan Bryan.


"ah iya aku ingin memberitahu, kalau makan siangnya sudah siap. Sergio ayo, kau makan bersama sekalian" ajak Calista pada Sergio tanpa memperdulikan tatapan Bryan yang menatapnya tajam.


"Sergio pulang lah" seru Bryan

__ADS_1


"tapi tuan ? "


"aku bilang pulang" teriak Bryan dengan lantang.


"kau itu kenapa sih ? biarkan Sergio makan dulu di sini. Lagian masakanya banyak tak akan habis jika hanya kau dan aku yang makan" omel Calista panjang yang semakin membuat Bryan geram dan berjalan ke arahnya.


"di sini tuan rumahnya siapa ? " Sambil menatap tajam Calista dari dekat.


"memang kau tuan rumahnya, tetapi masakan nya itu banyak kalau untuk kita makan berdua saja. Jika memang kau keberatan, biarkan untuk Sergio saja. Aku tidak usah makan" Jawab Calista dengan ketus. Ia sangat kesal dengan pria di depan nya ini, selalu saja menggunakan emosi nya, tak sekalipun bisa melembut.


Bryan yang mendengar gadisnya berbicara ketus ia pun langsung mencekik Calista dengan erat. tak peduli itu akan melukai atau apalah itu. dia sangat kesal gadisnya ini benar benar senang memancing emosinya. Sedangkan Calista yang di cekiknya hanya diam bergeming. Dia sudah pasrah, ia sangat lelah jika harus berlama lama hidup dengan pria itu.


"tuan jangan seperti ini, baiklah saya akan pulang. Tapi tolong lepaskan tangan tuan dulu. Tuan bisa membunuhnya" sergio sangat khawatir entah mengapa ia sedikit tertarik dengan gadis di sampingnya ini. Ia memang menyukai gadis ini sejak awal melihat nya. tetapi ia urungkan karena ia sadar kalau gadis itu adalah milik bosnya.


Setelah Sergio memohon, akhirnya Bryan melepaskan cengkramanya dari leher gadis itu.


Uhk uhk uhk


"Nona tidak apa apa kan ? Nona tolong menurutlah, tuan sama sekali tak suka di bantah" seru Sergio saat Calista sudah merasa baikan.


"aku tidak mau, aku ingin ikut denganmu saja. Dia sangat kasar sergio" sambil memeluk Sergio mencari perlindungan dari amukan Bryan dan itu berhasil memancing emosi Bryan kembali. Ia langsung menarik Calista keluar, membawanya masuk ke kamar dan menindihnya di ranjang.


Sergio bingung harus melakukan apa, jika ia masuk dan ikut campur pasti tuan nya itu akan semakin melukai gadis itu. Tetapi jika ia diam saja Bryan akan tetap melukai gadis itu karena dia sudah tersulut emosi. Akhirnya ia memilih untuk pulang saja.


***


Di dalam kamar Bryan..


"apa yang akan kau lakukan ? Menyingkirlah dari atas tubuhku. kau berat" ucapnya sambil berusaha mendorong tubuh Bryan, tetapi karena kalah tenaga ia hanya bisa pasrah sekarang.

__ADS_1


"kau berani sekali tersenyum bahkan memeluk pria lain di hadapanku ha" bentak Bryan dengan lantang. Ia sangat murka. Bahkan ia tak pernah mendapat senyum dari gadis yang di tindihnya itu.


" itu bukan urusanmu tuan BRYAN ANTONY DAMARTA YANG TERHORMAT" dengan emosi Calista mengatakan dan menekan kan lima kata terakhir dalam kalimat itu.


"beraninya kau berteriak di depanku ha, ikut denganku" teriak Bryan dan menyeret paksa Calista ke kamar mandi, mendorong gadis itu sampai jatuh tersungkur dan menguncinya dari luar.


"buka, buka pintunya. Hei kau tak bisa melakukan ini padaku!! Akhhh" teriaknya frustasi ia bisa benar benar gila jika berada di rumah ini.


" ya allah apa salahku, mengapa semua ini harus terjadi. Ibu ayah Call kangen kalian. Apa kalian baik baik saja ? Kalian pasti mencemaskan ku. Bagaimana ini ya allah" gumam calista dalam hati. Lalu ia berdiri di bawah guyuran shower menangis sejadi jadinya, Ia sudah berusaha berdamai dengan situasi di sini dan mencoba menerimanya tapi apalah daya ia tidak sekuat itu. Ia justru merasa tertekan sekarang ini. Calista terus menangis hingga terdengar suara pintu di buka. Dan datanglah..


*****


"Nona, apa nona baik baik saja" ucap Sergio. ya orang yang membuka pintu itu adalah sergio, setelah Bryan mengatakan bahwa ia telah mengurung Calista di dalam kamar mandi. Calista mendongak ia langsung menghambur kan dirinya ke pelukan sergio tak peduli dengan pakaianya yang sudah basah kuyub itu.


"Nona, mari nona ganti pakaian dulu setelah itu baru makan dan istirahat. Nona belum makan kan ?" tanya Sergio. tetapi Calista hanya diam saja dan semakin memperat pelukanya dan menangis tersedu - sedu.


"Apa yang kau lakukan sergio ? jangan mencari kesempatan di balik kesempitan sergio" Bentak Bryan yang tiba tiba sudah berada ke kamar mandi itu.


"tuan, aku tidak mencari kesempatan dalam kesempitan aku hanya berusaha menenangkan nona Calista tuan. Kasian tuan biarkan dia makan dan istirahat dulu" seru Sergio


"kau lepaskan pelukanya, dia, biarkan menjadi urusanku. Cepat lepaskan"


ucap Bryan sambil melepaskan tangan Calista dari pinggang sergio. Namun Calista semakin mengeratkan pelukanya pada sergio dan menggelengkan pelan kepalanya.


"tuan jangan memaksanya. biar nona tenang dulu tuan" lalu sergio membawa keluar Calista mendudukan di ranjang kamar itu.


maaf ya readerss baru bisa uptuade satu satu dulu per harinya. Semoga suka ya readerss😘😘


__ADS_1


thanks you readerss😘😘


__ADS_2