Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 57


__ADS_3

...HAPPY READING...


...🌼🌼🌼...


Sudah dua minggu berlalu namun Bryan masih bersikap sama bahkan suaminya sudah satu minggu ini tak pulang ke rumah di tambah akhir akhir ini ia begitu cengeng. Ia pernah menghubungi Sergio asisten suaminya lewat ponsel bi Mia namun nomer nya tak aktif sampai sekarang.


"Bi apa bi mia punya nomer ponsel selain sergio, mungkin Atta bi. Aku baru ingat juga pria itu pernah menjadi asisten Bryan kan bi"


"Tuan Atta memang asisten juga nona namun ia asisten dalam aliansi di dunia hitam, saat itu dia hanya menggantikan tuan Sergio yang sedang bertugas di luar kota"


"Begitu ya bi, lalu bagaimana bi apa bibi memiliki nomer ponsel Atta ?"


"Ada nona, sebentar" Ucap Bi Mia lalu menyerahkan ponsel nya ke Calista karena panggilan sudah terhubung.


"Hallo ada apa bi"


"Maaf ini aku"


"Siapa ?"


"Calista, istri Bryan"


"Oh nona, maaf saya tidak tau nona. Ada apa nona ?"


"Apa kamu tau suamiku ada dimana ?"


"Di Markas Nona"


"Di Markas ?"


"Iya nona, apa nona mau kesini ?"


"Iya aku mau kesana, bisa kamu kirimkan lokasinya ke nomer ponselku. Aku akan mengirim nomer ponselku ke kamu"

__ADS_1


"Maaf nona tapi tuan tak akan mengizinkan nona kesini"


"Saya mohon, apa kamu tega melihat hubungan kami terus seperti ini. Aku ingin meminta maaf padanya"


"Baiklah, tapi saya sendiri yang akan menjemput nona ya, jangan pergi sendirian!!" Ucap Atta setelah menimbang apa yang akan ia lakukan.


"Baik saya tunggu ya, terimakasih banyak Atta"


"Hmm sama sama nona"


Calista langsung mengembalikan ponsel bi mia ia berjalan cepat menaiki tangga, tak lupa sebelumnya ia mengucapkan terimakasih pada bi mia atas ponsel yang ia pinjam.


πŸ€πŸ€πŸ€


Calista menuruni tangga terlihat Atta sudah berdiri di dekat tangga. Atta sempat melirik ke arah Calista. Lalu kembali fokus lagi ke depan ia bukan sergio yang bisa saja takjub dengan seorang perempuan, Atta berbeda ia tak pernah dekat dengan perempuan mana pun, dulu sewaktu SMK pernah ada seorang wanita yang mendekati bahkan menyatakan cinta padanya namun ia hanya acuh bahkan terkesan dingin pada wanita itu, ia pernah di jodohkan oleh ibunya namun perempuan yang di jodohkan olehnya selalu mundur saat tau sikap Atta yang sudah seperti kulkas dua pintu. Sedang Atta hanya diam tak peduli.


"Nona"


"Kamu sudah sampai dari tadi ?" Tanya Calista sambil melangkah keluar bersama Atta yang berada di sampingnya. Itu atas permintaan nona nya yang tidak ingin berjalan di depan atau pun di belakang Atta. Atta pun hanya menurut saja tanpa ingin membantah sedikit pun.


Saat sudah berada di depan dan akan masuk ke mobil, ia berbicara pada seluruh pengawal yang ada di sana.


"Jangan ada yang memberitahu tuan, aku yang akan mengatakan nya sendiri. Apa kalian paham ?"


"Paham tuan"


"Bagus, kalau begitu aku dan nona pergi dulu"


"Baik tuan"


Calista tersenyum senang tak salah ia meminta tolong pada Atta, walaupun sangat cuek dan dingin namun pria itu begitu baik. Atta membukakan pintu depan untuk istri tuan nya, karena nona nya tak ingin duduk di kursi belakang lalu ia mengitari mobil dan duduk di kursi kemudi. Di dalam mobil hanya ada keheningan sampai Calista merasa jenuh sendiri karena perjalanan yang begitu jauh untuk sampai di markas suaminya itu. Ia pun membuka obrolan, di lihat asisten suaminya itu yang begitu serius dan fokus menatap ke depan.


"Atta kamu bekerja dengan Bryan sudah lama ?"

__ADS_1


"Sudah 7 tahun nona"


"Lama juga ya, itu artinya kamu sangat mengenal Bryan luar dalam ya"


"Begitulah nona"


"Apa kau sudah menikah ?"


"Belum Nona"


"Kenapa, bukan nya umurmu sudah cukup untuk menikah"


"Hanya belum ingin nona"


"Ku kira karena kamu belum memiliki calon" seloroh Calista dan ia bisa melihat senyuman Atta yang bahkan belum pernah ia lihat sekalipun


"Itu juga salah satunya nona" Ucap Atta membalas selorohan Calista.


"Ku kira kamu nggak bisa senyum"


"Saya masih manusia biasa nona tentu saja bisa namun jarang"


"Kamu ini ada ada aja"


"Senyumlah, agar para perempuan yang mendekatimu tak lari duluan"


"Itu bukan hal mudah untuk saya nona"


"Kamu itu sama seperti Bryan, kaku dan beku, tapi semoga kamu nggak tempramental kayak dia ya"


"Nona bisa saja"


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di sebuah gedung yang besar dan tinggi, Atta keluar dan mengitari mobil lalu membuka pintu untuk nona nya. Di bimbing istri tuan nya untuk sampai ke ruangan tuan nya. Saat bertemu dengan para anak buah nya ia mengucap sebuah pesan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2