Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 29


__ADS_3

🌸🌸🌸


Bunyi Handphone Arini menyudahi perdebatan mereka, seketika ia teringat bahwa ia harus cepat menemui Arya yang sudah menunggu nya untuk menonton film.


"Sudah!! aku tidak ingin membuang waktu ku lagi. Bayy kanebo kering" Seru Arini sambil tertawa mengejek seolah ia lupa saat tadi takut dengan pria itu.


"Kurang ajar tu perempuan. Liat saja nanti" gerutu Sergio saat gadis itu pergi dari hadapanya.


*****


"Kamu lama banget sih, kamu di toilet ngapain aja. Main tiktok atau selfie dulu?" ujar Arya saat kekasihnya itu sudah di dalam bioskop. Karena film sudah di mulai sejak lima menit yang lalu dan Arya langsung menarik tangan kekasihnya itu untuk masuk ke dalam Bioskop.


"ish kamu mah, aku beneran dari toilet tau. Tadi itu antri banyak banget yang di toilet makanya kelamaan"


"Aku kira tadi kamu main Tiktok dulu" celetuk arya dengan tawa kecil.


"Dan kamu tau nggak aku juga tadi ketemu dan nabrak kanebo kering"


"Kanebo kering ?" Tanya Arya dengan dahi yang mengkerut


"Maksudnya gimana ?" Tanya Arya lagi. ia belum paham yang di maksud oleh kekasihnya itu. Dan Arini yang malah tiba tiba fokus ke film yang sedang di putar.


"Itu lho temen nya si cowo yang nyulik Calista"


"Ha, kamu serius ?"

__ADS_1


"Dua rius malahan"


"Kamu tau dari mana kalau itu teman nya si Bryan itu ?"


"Kamu inget kan pas aku pernah cerita ke kamu, kalau ada dua cowo yang datang nyamperin aku ke resto waktu itu. Nah tadi itu yang datang bareng si Bryan itu" Ucap Arini sambil mulutnya memakan popcorn yang di beli oleh Arya saat ia di toilet tadi.


"Iya aku inget. sayang kamu harus hati hati sama mereka ya. Mereka itu bukan orang biasa. Kamu jangan deket deket dengan nya"


"Iya aku tau, mereka orang yang berkuasa kita bisa di tendang kalau kita menyinggung mereka"


"Bukan hanya itu saja sayang" Seru Arya ia ragu apa ia akan memberitahu kekasihnya itu apa tidak.


"Maksudnya ?" Seru Arini. Kini ia menoleh dan menatap Arya dengan seksama.


"Ha ? Kamu ngomong apa sih aku nggak ngerti" Seru Arini yang belum paham maksud Arya.


"Sayang, pria itu adalah ketua mafia. Kamu tau kan mafia?"


"Maksud kamu kayak di novel online gitu sayang! yang kejam gitu yang bisa membunuh siapa pun yang menghalanginya begitu ?"


"Iya begitu sayang, bahkan penjabaranya panjang tapi kamu cukup tau intinya aja gitu"


"Kalau begitu aku harus memberitahu Calista agar secepatnya pergi dari pria itu"


"Tidak akan bisa sayang, yang ada nanti ia bisa melukai kamu ataupun orang terdekat kamu. Aku bukan tidak ingin menolong lista tetapi pria itu tak akan melepaskanya karena pria itu terlihat mencintai lista"

__ADS_1


"Tapi kalau pria itu menyakiti lista bagaimana, arya ?"


"Itu tidak akan terjadi lagi sayang. Buktinya kemarin ia mengizinkan lista keluar dan kemarin ia berbicara lembut kan pada lista. Ayolah sayang aku tidak ingin terjadi apa apa denganmu nantinya"


"Hmm baiklah. Lagian aku juga tidak akan bisa menghubunginya karena ia tak ada Handphone. Handphone yang kamu berikan waktu itu di sita oleh pria itu"


"Ya sudah, setelah ini kita mau kemana lagi hmm ? Mau lanjut jalan jalan atau pulang ?"


"Kita pulang aja ya, aku udah nggak mood buat jalan jalan"


"Hmm baiklah, maafkan aku ya udah merusak mood kamu"


"nggak, bukan salah kamu. Memang aku yang lagi mager sebenarnya" Seru Arini sambil menyengir kuda.


"Dasar kamu ini, miss mager" Seru Arya dengan tangan nya yang mengacak rambut kekasihnya yang membuat Arini semakin sebal dan cemberut.


"Hahahaha" tawa Arya melihat kekasihnya yang sedang kesal itu.


"Ketawa aja terus. Awas kamu" ujar Arini sambil tanganya menggelitik Arya.


"Hahaha, ampun ampun"


Seketika mereka berdua tertawa. sembari berjalan beriringan dan bergandengan tangan menuju lantai dasar untuk kembali ke rumah.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2