
🌸🌸🌸
Setelah mengatakan perihal syaratnya, Bryan pun pamit kepada Ibu Siska untuk pulang. Sesampainya di rumah ia langsung mandi dan menelpon Atta mengenai Niko.
"Hallo tuan"
"Bagaimana kau sudah memberi hadiah untuk si Niko itu ?"
"Sudah tuan, kami akan melanjutkan lagi besok pagi tuan, setelah itu akan langsung saya eksekusi dan serahkan pada keluarganya tuan"
"Bagus, lebih cepat lebih baik kau kirimkan pada kelurganya. Dia tidak tau sedang berhadapan dengan siapa " Seru Bryan sambil tersenyum menyeramkan.
Keesokan paginya..
Ayah Calista sudah siuman dan kondisinya sudah membaik mungkin karena begitu bangun ia langsung melihat putri kesayanganya itu.
"Ayah, ayah tau tidak lista sangat rindu dengan ayah. Pokoknya ayah harus cepat sembuh ya" ucap Calista sambil tersenyum dan tanganya ia genggam dan di letakan di pipinya.
"Iya nak, asal lista selalu berada di samping ayah ya nak. Jangan pergi lagi"
"Iya ayah, maaf ya yah sudah membuat ayah dan ibu khawatir"
"Iya tidak apa apa nak, lagian ibumu juga sudah cerita kenapa kamu sampai menghilang. Tapi sekarang kondisi kamu gimana nak ?"
"lista baik ayah. Yang sekarang harus ayah pikirkan adalah kesembuhan ayah"
***
Di Markas Bryan..
"Kalian mau apalagi ha, jangan berani beraninya menyentuhku ya" sentak Niko saat anak buah Bryan hendak menempelkan besi panas pada kulitnya.
"Kau diamlah dan nikmati siksaan dari kami" seru Atta dengan sorot mata yang tajam.
"akhhh, aku mohon hentikan. Lebih baik kalian bunuh saja aku sekarang"
__ADS_1
"haha, tidak semudah itu ferguso" tawa Atta menggelegar memenuhi ruangan ekseskusi itu. Hingga membuat semua anak buah nya bergedi ngeri mendengarnya.
Kediaman Bryan..
Laki laki itu termenung sendirian di atas ranjang. Biasanya pagi-pagi begini ia akan berdebat dengan gadisnya itu, kini ia merasa kesepian padahal ia baru di tinggal semalaman. Ia pun tersenyum getir. Ia membulatkan tekad ia akan mendapatkan gadisnya itu tak peduli jika harus memaksanya. Saat ini ia tidak akan menggangu gadisnya dulu, ia akan membiarkan gadisnya itu bersama dengan kedua orang tuanya.
*****
Hari ini Arini dan Arya bertemu. Mereka akan pergi bersama menjenguk ayah sahabatnya.
Setelah sampai di rumah Arini, arya langsung mengetuk pintu rumah kekasihnya itu.
Tok tok
"Sudah lama ?"
"Belum, aku baru sampai" ucapnya sambil tersenyum dan mengacak rambut kekasihnya dengan gemas.
"Arya jadi berantakan kan" seru Arini dengan wajah yang cemberut. sambil tanganya merapikan rambut nya.
Lalu mereka jalan beriringan dan sesekali mereka saling menatap dan melempar senyum. Sesampainya di mobil, Arya langsung membuka kan pintu untuk tuan putrinya itu dan berlari kecil mengitari mobilnya untuk duduk di kursi pengemudi.
duhh mereka bikin iri aja ya readerss😁
"Sayang, apa yang kamu katakan itu benar bahwa Calista kemarin menemuimu dengan pria itu" ucap Arya saat sudah di dalam mobil.
"Iya, tapi lista tidak bisa kabur lagi. Karena rumah mereka sekarang penjagaanya di perketat. Kemarin aku melihat banyak kesedihan di mata lista. Sepertinya ia tertekan. Tetapi aku bingung bagaimana bisa menolongnya, kamu tau kan pria itu memiliki banyak kekuasaan"
"Ya kamu benar, bahkan papa ku pun mengatakan begitu, bahkan beliau juga mengatakan untuk jangan beraninya menyinggung atau berhubungan denganya karena pria itu adalah.. ?" Arya bingung apa ia akan mengatakanya atau tidak. Ia takut kekasihnya nanti malah takut juga.
"adalah apa ?"
"ah tidak apa-apa sayang. Lebih baik kau segera beritahu Calista untuk segera pergi darinya. Takutnya nanti Calista itu kenapa-kenapa"
"Ya, aku akan segera mengatakan nya"
__ADS_1
.
.
Beberapa menit berlalu mereka sudah sampai di rumah sakit. Mereka langsung menuju kamar ayah Calista karena sebelumnya mereka sudah pernah menjenguk nya.
"Permisi tante om lista" Ucap Arini dan Arya bersamaan saat sudah sampai di ruang rawat inap Bima.
"Hai rin, arya" Seru Calista. Menghampiri dan memeluk sahabatnya begitu pun dengan Arya.
Tanpa sepengatahuan mereka bahwa pengawal Bryan mengabadikan foto mereka dan mengirimkanya pada Bryan sesuai perintah dari bos nya itu.
"tante om" Seru Arini dan Arya menghampiri dan bersalaman dengan Siska dan Bima.
"Om bagaimana kabarnya" Tanya Arya
"Om sudah lebih baik nak" ucapnya sambil tersenyum.
"iya kan penawarnya sudah di sini, betulkan tante" gelak Arya
"haha kamu bisa aja"
"awww, sakit call" ucap Arya yang mendapatkan cubitan di lenganya itu. padahal bagi Arya cubitanya itu tidak terasa sakit hanya saja Arya mengadi-ngadi.
"hahahaha" mereka semua tertawa bersama. Sungguh Calista sangat rindu dengan suasana seperti ini. dia berharap bisa secepatnya kabur dari Bryan dan bebas darinya serta hidup bahagia lagi bersama keluarga dan sahabatnya tanpa harus bersembunyi.
.
.
.
Bersambung..
Like,Komen dan Votenya ya readerss😉😘
__ADS_1