Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 51


__ADS_3

...HAPPY READING...


...🌼🌼🌼...


Sudah pukul tujuh malam namun ia belum mendapatkan taksi, satu jam ia menunggu mungkin karena ia berada di ujung danau jadi tak ada satu kendaraan yang lewat karena di ujung sana memang jalan buntu. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan. Danau terlihat sudah tak ada pengunjung karena memang hanya di buka sampai pukul 6 petang. Ia terus melihat jam di pergelangan tangannya, Handphone nya mati karena terjatuh saat dia buru buru turun dari taksi tadi siang. Dia terus menengok ke kanan dan ke kiri memastikan jika ada kendaraan yang lewat, keringat mulai membasahi wajah juga tubuhnya sudah lama ia berjalan namun tak terlihat satu kendaraan pun sampai ia melihat ada pengkolan ojek, ia berlari dengan sisa tenaganya karena tukang ojek itu hendak pergi.


"Pak tunggu" teriak Calista merasa ada yang memanggilnya tukang ojek itu menoleh terlihat seorang gadis berlari menghampirinya. Calista mengatur nafasnya setelah sampai di depan tukang ojek itu.


"Pak tolong antarkan saya ke jalan Kartini, saya sudah menunggu kendaraan dari tadi tapi tak mendapatkannya"


"Daerah sini kalau jam 6 lewat memang sudah sepi mbak, mari saya antarkan mbak ini di pakai helmnya dulu ya mbak"


"Iya pak terimakasih banyak"


πŸ€πŸ€πŸ€


40 menit berlalu kini Calista sudah sampai di depan gerbang rumahnya, ia memberikan uang dua lembar seratus ribuan.


"Ini kebanyakan mbak"


"nggak papa pak itu rezeki untuk bapak, untungnya ada bapak kalau nggak saya bisa bisa sampai besok pagi"


"Pak ini helm nya agak susah di bukanya"


"Sini mbak saya bukain, maaf ya mbak" tanpa sepengatahuan mereka ada sepasang mata elang yang menatapnya tajam giginya bahkan sudah bergelatuk dan tangan yang mengepal.

__ADS_1


"Terimakasih ya pak, sudah mau mengantar saya"


"Iya mbak sama sama, kalau begitu saya permisi. Lain kali jangan sampai malam mbak main kesana karena jam 6 petang sudah nggak ada kendaraan yang lewat"


"Iya pak, bapak hati hati ya. Sekali lagi terimakasih pak"


*****


Calista masuk ke dalam rumah, lampu sudah padam semua ia kembali melihat jam di pergelangan tangannya sudah jam sembilan lewat lima menit ia pasti akan kena omelan pria itu dan benar saja saat ia membuka pintu terlihat pria itu berdiri dengan tangan yang bersedekap di dada dengan mata yang menatapnya tajam tanpa berkedip. Ia berkali kali menelan saliva nya sudah lama ia tak melihat mata tajam penuh amarah dari mata pria itu namun ia berusaha tenang dan berjalan melewati suaminya itu, meletakan tas slempangnya, membuka lemari pakaian dan mengambilnya lalu bergegas mandi membersihkan diri.


Setelah 30 menit ia mandi ia keluar dan melihat pria itu masih berdiri di posisi yang sama. Ia cuek aja dan merebahkan dirinya di atas ranjang ia lelah berjalan sekitar satu jam an bahkan berlari walau pun nggak begitu jauh jaraknya berlari.


"Sudah cukup kamu menguji kesabaranku"


Ucap pria itu dengan lantang.


"Apa kamu Gila, mana mungkin aku melakukan itu dan lagian ia sudah bapak bapak"


"Nggak usah sok kamu, apa kamu memang suka menggoda laki laki ha"


"Cukup ya, kamu terus menghinaku dari tadi apa kamu pikir aku serendah itu ?" Ucapnya tak kalah lantang dari Bryan.


"Buktikan !!!"


"Apa maksudmu ?"

__ADS_1


"Mari kita lakukan malam ini dan lihat apa kamu masih perawan atau tidak!!!"


"Tutup mulut sampahmu itu!!!"


"Kenapa ? kamu takut ketahuan kalau kamu udah nggak perawan"


"Aku bilang tutup mulutmu"


"Omong kosong sama semua perkataanmu, aku ingin meminta HAK KU MALAM INI!!!"


"Aku sedang lelah, apa kamu tidak lihat ?"


"Siapa suruh kamu keluyuran dengan pria lain"


"Aku nggak ada ya bapak itu cuma tukang ojek dia nganterin aku, kamu nggak tau kan perjuangan aku buat pulang sampai ke rumah ini!!"


"Kamu nggak akan kesusahan kayak gitu kalau kamu bilang, tinggal bawa sopir selesai kan bukan main hilang begitu saja"


"Karena kamu pasti nggak akan kasih ijin aku"


"Kamu bahkan belum bilang tapi langsung berfikir demikian"


"Karena aku tau kamu kayak gimana"


"Sudah cukup aku nggak mau denger alasan kamu, aku ingin malam ini ya malam ini titik" Ucap Bryan tanpa ingin di bantah.

__ADS_1


Bersambung...


...****************...


__ADS_2