
Keesokan paginya..
🌸🌸🌸
Calista terbangun, kepalanya sangat pusing.
Semuanya gelap karena matanya yang tertutup dan tanganya yang tidak bisa di gerakan karena di ikat.
"aku ada dimana ini ? " lirihnya
"Mengapa semuanya gelap, mataku dan mulutku di tutup. Kaki tanganku juga di ikat. Apa yang terjadi sebenarnya ? Bukankah kemarin aku masih di resto!! Lalu mengapa aku dalam kondisi seperti ini! Apa aku di culik ? Astaga ibu ayah tolong aku" gumam Calista dalam hati.
.....
Suara pintu terbuka denga kasar dan berdirilah seorang pria tampan dan dingin itu. yah dia adalah Bryan Antony.
"kau sudah bangun, gadisku" ucap Bryan
Sambil berjalan ke arah ranjang dan membuka ikatan kain yang menutup mulut gadis itu.
"Siapa kau ?"
"Apa kau bisa menolongku ? tolong bantu aku, buka kan ikatan di mataku dan tali di tangan dan kakiku. Dan bantu aku keluar dari sini. aku sepertinya di culik oleh seseorang" seru Calista dengan suara lemahnya. iya, semalem dia belum makan karena sedang tak nafsu untuk makan apapun bahkan cemilan yang sering di beli di sebrang jalan.
"Menolongmu, apa kau yakin aku akan menolongmu ?"
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa akulah yang membawamu kesini ?"
"kauu " seru nya ia ingin berteriak tapi dia sedang tak berdaya.
"tenanglah, gadisku. Kau akan baik baik saja di sini."
"tidak, aku mohon tolong keluarkan aku dari sini"
"ibuku sendirian dan ayahku sedang sakit di rumah sakit. Aku mohon"
__ADS_1
"Baiklah, aku akan membuka penutup matamu dan ikatan di kaki dan tanganmu ini. Jadilah gadis yang penurut oke"
Bryan mendekat lagi dan melepaskan ikatan kain pada mata gadis itu dan ikatan pada kaki tanganya.
Ikatan kain di mata Calista terlepas, terlihatlah sosok pria yang berwajah datar dan tubuh yang tinggi berdiri tepat di samping Calista.
Calista terdiam sesaat dan mengedarkan pandanganya ke seluruh kamar ini. Kamar yang luas berbeda dengan kamarnya yang berada di rumahnya. Tersadar dengan kondisinya sekarang. Calista menatap tajam ke arah pria itu.
" Lepaskan aku, siapa kau? Mengapa membawaku kesini?" Teriak Calista
"Diam kau." Bentak Bryan antony
"aku tidak mengenalmu, mau apa kau ? Jika kau mau uang kau salah orang."
"Aku bukan dari keluarga kaya" Sungut Calista dengan emosi. seketika ia lupa dengan rasa lapar yang menyerangnya.
Plak
Suara tamparan yang keras dari Bryan ke pipi kanan Calista meninggalkan jejak kemerahan lima jari di pipi nya itu.
"Apa kau tidak bisa diam. Ha" Bentak Bryan
Sambil berjalan keluar kamar meninggalkan Calista yang tengah mematung.
"Apa salahku, mengapa semua ini terjadi. Bahkan aku tak mengenalnya"
Jatuh sudah air mata Calista, karena selama ini ia tak pernah mendapatkan perlakuan kasar dari siapupun. Tapi ini, bahkan orang yang tak ia kenal dengan teganya berlaku kasar, membentak bahkan menampar dengan kerasnya.
"Aku tidak boleh menangis, lebih baik aku pikirkan caranya agar aku bisa kabur dari sini. Huh." Helaan panjang dari Calista.
"Yah itu Balkon aku harus kabur lewat sana"
Calista berjalan menuju Balkon kamar itu dan untungnya tidak di kunci, hingga ia bisa melihat di bawah sana ada kolam renang.
"Kolam renang, hmm ini tidak masalah aku bisa berenang. Semoga aku bisa berhasil keluar dari rumah ini" Gumanku
__ADS_1
Byurr..
"Tuan suara apa itu, seperti ada yang sedang berenang di kolam" ucap Sergio
"Itu tidak mungkin, aku melarang seluruh asisten di rumah ini untuk menyentuh kolam renangku itu kecuali jika untuk membersihkan saja" terang Bryan pada Sergio
Bryan tampak berpikir. Sejurus kemudian dia langsung bangkit dari kursinya dan melangkah menuju ke arah kolam renang. Di ikuti oleh Sergio di belakangnya.
"ah, berhasil aku harus cepat pergi dari sini sebelum ketahuan" Gumamku Sambil terus melangkah pelan - pelan.
"Berhenti" Teriak Bryan saat sudah sampai di kolam renang.
"Aku bilang Berhenti, apa kau tuli ha" Teriak Bryan dengan emosi
"Kalian, mengapa diam saja. Buruan kejar gadis itu" perintahnya pada pengawalnya. Kedua pengawal itu langsung berlari mengejar Calista.
Calista terus berlari dan sampailah dia ada di belakang rumah itu dan hendak memanjat tebing penghalang yang terhubung ke luar rumah itu. Tetapi semua pengawal itu sudah terlebih dahulu menarik kaki dan tangan Calista.
"Lepaskan, kalian ini apa - apaan. Aku ingin keluar dari sini. Aku tidak mengenal kalian semua. Lepaskan tidak" Teriak Calista dengan meronta.
"Kau, berani sekali ingin kabur dari sini ha" Bentak Antony dengan emosinya.
"Cepat, kalian bawa gadis ini ke kamar nya"
"ah, tidak - tidak lepaskan. Tolong aku di culikk" teriak Calista dengan kencang. Berharap ada orang yang lewat di luar mendengarnya.
"Diam kau" ucap Bryan sambil memukul tengkuk leher gadis itu. Hingga gadis itu pingsan tak sadarkan diri.
"Cepat bawa ke kamarnya dan minta bi mia untuk mengganti Pakaianya. Lalu mengunci pintunya. Dan satu lagi kalian kunci dan rantai pintu balkon agar ia tak kabur lagi lewat balkon" perintah Bryan pada para pengawalnya.
"baik tuan" jawab serempak kedua Pengawal itu.
"Gadis ini benar - benar merepotkan, dia sangat pemberani dan nekat untuk bisa kabur dari sini. Aku tak bisa membiarkanya kabur dari sini. Dia harus jadi miliku. Bagaimana pun caranya." Gumam Bryan dalam hati.
Selamat membaca. Semoga suka ya😘
__ADS_1
mohon dukunganya dengan like, komentar dan vote nya readerss😘