Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 59


__ADS_3

...HAPPY READING...


...🌼🌼🌼...


Ceklek..


Suster keluar dan meminta Bryan untuk masuk, begitu ia masuk istrinya belum sadarkan diri dan ia melihat ke arah dokter yang tersenyum kepadanya.


"Dokter apa yang terjadi dengan istri saya ?"


"Bapak tidak perlu khawatir, istri bapak hanya sedang kelelahan dan stres saja. Tolong di jaga ya pak karena itu akan berpengaruh pada kehamilan nya" Ujar dokter itu dengan tersenyum dan malah membuat Bryan bingung.


"Hamil ? Maksudnya gimana dok ?"


"Apa bapak belum tau istri bapak sedang mengandung ?"


"Belum dok"


"Istri bapak saat ini sedang mengandung, perkiraan usianya baru dua minggu, bapak nanti bisa memeriksanya kembali ke dokter kandungan untuk melakukan usg dan mengetahui usia kandungan janin nya, kalau begitu saya tinggal dulu ya pak, permisi"


"Baik dok terimakasih"


Bryan menatap istrinya, ia berfikir dengan usia yang di jelaskan dokter meskipun belum pasti itu artinya istrinya tidak berbohong, di usapnya perut istrinya yang masih rata, seketika air matanya jatuh ia yang tak pernah menangis kini menangis ia menyesal karena membiarkan istrinya sendirian di awal kehamilanya bahkan membuat istrinya menangis.


"Sayang maafkan aku, kalau aku tau kamu sedang mengandung aku tak mungkin meninggalkanmu sendirian dan maafkan aku yang egois harusnya aku memahami mu mengapa kamu melakukanya"


"Hubby" lirih Calista yang melihat suaminya memeluk perutnya dan membenamkan kepalanya disana.


"Sayang kamu sudah sadar, aku panggilkan dokter dulu ya"


*****


"Bagaimana kondisi istri saya sekarang dok ?"

__ADS_1


"Kondisi istri bapak sudah stabil, sudah di perbolehkan untuk pulang. Jangan lupa untuk ke dokter kandungan ya pak"


"Dokter kandungan ?" Tanya Calista.


"Iya bu, ibu akan di usg untuk mengetahui janin dan usia nya"


"Saya hamil dok ?" Ucapnya tak percaya.


"Iya ibu, apa ibu tidak tahu atau terasa ?"


"Tidak dok"


"Sayang jadi kamu nggak tau kalau kamu lagi hamil"


"Aku nggak tau hubby"


"Apa ibu mengalami mual ?"


"Tidak dok, hanya saja akhir akhir ini saya sering merasa sensitif dan mudah menangis"


"Pantas saja dia tadi terus menangis tanpa henti rupanya itu efek hormon kehamilan nya" Gumam Bryan dalam hati.


πŸ€πŸ€πŸ€


Mereka lalu keluar dari ruangan itu menuju ke dokter kandungan di rumah sakit itu, setelah mengantri cukup lama akhirnya nama Calista di panggil ia langsung di suruh berbaring oleh dokter. Dokter membenarkan ucapan dokter yang sebelumnya memeriksa Calista, di oleskan gel di perut Calista lalu mengarahkan pada kedua calon orang tua itu ke layar monitor.


"Mana bayinya dok ?" Tanya Bryan yang tak melihat ada bayi dalam monitor itu. Dokter tersenyum.


"Titik kecil itu adalah bayinya pak, karena usianya masih dua minggu masih sangat kecil"


"Begitu ya dok, apa sudah bisa mengetahui jenis kelamininya ?"


"Belum pak, nanti saat usianya sudah memasuki 14 minggu akan terlihat"

__ADS_1


"Saya akan berikan vitamin dan obat pereda mual untuk berjaga jika ibu nanti mual ya, jangan lupa di minum sesuai aturan ya bu. Jangan kelelahan atau stres juga ya bu"


"Baik dok terimakasih banyak ya dok"


"Iya sama sama"


*****


"Kamu tadi cerewet sekali" Ucap Calista saat sudah masuk ke dalam mobil.


"Itu hal wajar sayang, aku tak ingin terjadi sesuatu pada kamu dan calon anak kita"


"Nyonya hamil tuan ?"


"Iya alhamdulilah istriku hamil, buruan kamu menikah"


"Tidak tuan, terimakasih"


"Aku memberimu ijin Atta"


"Saya belum ingin tuan"


"Terserah kau saja lah"


"Selamat ya nyonya tuan atas kehamilanya"


"Iya terimakasih Atta"


"Nggak usah senyum sayang, jangan berikan senyumanmu selain padaku"


"Mana ada seperti itu"


"Ini ada"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2