Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang

Mafia Kejam Dan Gadis Pembangkang
Bab 48


__ADS_3

...HAPPY READING...


...🌼🌼🌼...


Keesokan paginya..


Calista merasa ada sesuatu yang berat menimpa paha nya juga tangan yang memeluk pinggangnya. Ia membuka mata nya ia terpekik ketika Bryan tidur dengan kepala di atas pahanya dan tangan yang melingkar sempurna di pinggangnya dengan posisi wajah yang menghadap ke area sensitif nya ia malu lalu ia memindahkan kepala suaminya itu yang membuat pria itu terbangun. Karena malu Calista langsung lari masuk ke dalam kamar mandi tak di pedulikan paha nya yang terasa kram.


30 menit berlalu Calista tak kunjung keluar sedang Bryan harus segera pergi ke kantor, ia malas jika harus mandi di kamar mandi kamar lain. Sedang Calista kebingungan karena lagi lagi ia melupakan pakaian nya saking malu nya tadi. Hingga ia terus berjalan mondar mandir dengan tempo yang semakin cepat hingga ia terjatuh.


Brakkk


"Awww"


Bryan yang mendengar sesuatu yang terjatuh dan mendengar suara istrinya yang kesakitan berjalan cepat ke arah kamar mandi dan mengetuk pintu itu.


"Honey, kamu nggak papa ?"


"Honey" panggil nya sekali lagi


"Aku nggak papa" teriak Calista dari dalam kamar mandi.


"Kalau tidak apa apa ayo buruan keluar, gantian aku yang mandi honey"


"Tapi kaki ku sakit, aku nggak bisa bangun. Jarak dari pintu juga jauh"


"Kalau gitu aku dobrak ya"


"Jangan, aku lagi dalam kondisi polosan"


"Tapi kamu mau berapa lama honey di sana, nanti kalau kamu sakit gimana ?"

__ADS_1


"Gini aja gimana kalau aku masuk sambil memejamkan mata, aku akan membawa pakaian dan mengambilkan handuk sekalian"


"Janji ?"


"Janji honey"


"Ya sudah dobrak aja, tapi awas ya kalau sampai ngintip!!!"


Bryan tak menjawab, pria itu menuju lemari dan mengambil pakaian lengkap gadis itu. Lalu mengambil aba aba, Dobrakan pertama tak berhasil namun dobrak kedua ia berhasil masuk dengan mata yang sudah terpejam.


"Honey kamu di mana" Calista yang melihat pintu sudah terbuka menggigit bibir bawahnya, ia cemas jika nanti Bryan mengintip dan melihat tubuh polosnya ini.


"Aku kasih aba aba dari sini ya, awas jangan ngintip"


"Iya iya honey"


"Kamu lurus aja"


"Kamu jalan nya yang lurus jangan miring miring ke kanan"


Saat sudah dekat Calista tak mengatakan apapun lagi hingga Bryan yang tak mendapat perintah dari istrinya itu terus berjalan dan malah kesandung kaki istrinya sendiri, pakaian yang ia bawa melayang entah kemana sedangkan dirinya jatuh tepat di atas tubuh istrinya dan Kepalanya jatuh di antara gunung himalaya.


"Awww"


"tapi kok empuk ya?" tangan Bryan meraba sekitarnya sambil memanggil istrinya ia merasa aneh lalu ia membuka matanya dan di suguhkan oleh pemandangan yang sangat indah dimana wajahnya yang berada di antara gunung himalaya sedang Calista hanya diam mematung.


"Sayang ini bukan keinginanku lho, tapi memang takdirnya begini" Ucapnya namun tak beranjak dari tubuh istrinya dan malah menatap lapar dua gunung himalaya milik istrinya yang terpapang jelas di matanya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Setelah kejadian yang memalukan Calista terus menghindari Bryan. Bryan hanya tersenyum geli dengan tingkah istrinya. Ia masih asik membayangkan kejadian tadi seolah ingin waktu berhenti berputar saja agar tidak berakhir.

__ADS_1


***


"Morning bi"


"Morning nona, kok tumben nona nggak sarapan bareng tuan Bryan ?"


"eh nggak papa bi"


"Bi apa ada yang aneh denganku ?"


"Aneh ?" bi Mia mengamati istri tuan nya dengan seksama dari atas sampai bawah namun ia tak menemukan sesuatu yang aneh kecuali tanda cinta di leher nona nya itu dan itu bukan hal aneh karena mereka suami istri.


"Nggak ada kok nona atau mungkin mereka melihat tanda merah di leher nona"


"Ha tanda merah ?" Ujar Calista dan langsung lari menuju kamarnya. Setelah sampai di kamar ia melihat di cermin ternyata memang benar lehernya merah. Namun selama ia tinggal di rumah Bryan tak pernah ia melihat serangga lalu tanda merah ini apa.


"bibi" Teriak Calista sambil menuruni anak tangga.


"Ada apa nona ?"


"Tolong kamar ku di cek lagi ya bi, sepertinya di kamar ada serangga nih buktinya leherku merah begini" Ujar gadis itu dengan polosnya sambil menunjuk ke tanda itu.


"Nona itu bukan dari serangga"


"Lalu, lalu apa ini bi kalau bukan gigitan serangga"


"bibi mau tanya, Apa semalam tuan mengendus leher nona mungkin ?"


"Iya bi, kok tau ?"


"Tanda merah itu perbuatan tuan nona"

__ADS_1


"Ha ? Begitu"


"Ya sudah bi, antarkan sarapan ku di kamar saja ya aku mau makan di kamar saja" Ucapnya dengan sedikit malu.


__ADS_2